Pola Distribusi dan Eliminasi Logam Berat Timbal (Pb) dalam Tubuh pada Tikus Putih (Rattus norvegicus)

Main Article Content

I Ketut Berata Ni Nyoman Werdi Susari I Made Kardena

Abstract

Setiap jaringan tubuh hewan memiliki variasi dalam hal daya akumulatif terhadap logam berat timbal (Pb). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola distribusi dan eliminasi Pb dalam tubuh hewan. Penelitian menggunakan 24 ekor tikus (Rattus norvegicus) strain wistar jantan yang dibagi atas 4 kelompok perlakuan dengan 6 ulangan. Perlakuan berupa pemberian larutan Pb asetat dalam PBS masing-masing dosis 0,00 ppm sebagai kontrol (T1), dosis 0,50 ppm (T2), dosis 1,00 ppm (T3) dan dosis 2,00 ppm (T4). Semua tikus diberikan pakan dan air minum ad libitum. Perlakuan diberikan selama 30 hari. Pada hari 31, diambil 3 ekor dari masing-masing kelompok perlakuan untuk dinekropsi dan diambil jaringan hati, ginjal, limpa, paru-paru, usus, jantung dan otak. Sedangkan 3 ekor dari masing-masing kelompok perlakuan dipelihara terus selama 30 hari tanpa pemberian larutan Pb asetat. Jaringan yang telah diambil selanjutnya dibuat sediaan histopatologi dengan metode pewarnaan hematoxylin-eosin (HE). Demikian pula untuk tikus yang dipelihara selama 30 hari selanjutnya, dilakukan hal yang sama pada hari ke 61. Hasil pemeriksaan histopatologi dibuat skoring sesuai tingkat lesi jaringan berupa degenerasi, peradangan, hemorhagis dan nekrosis. Hasil analisis satatistik non parametrik menunjukkan pemberian dosis larutan Pb asetat dosis 2,00 ppm menimbulkan lesi yang signifikan pada hati, ginjal dan limpa dibandingkan dengan kontrol, dosis 0,50 ppm dan 1,00 ppm. Sedangkan pada tikus yang dipelihara berlanjut, diperoleh hasil yang signifikan pada hati. Dapat disimpulkan bahwa distribusi Pb dalam jaringan selama 30 hari, tertinggi pada hati, ginjal dan limpa. Eliminasi Pb dalam jaringan hati terjadi paling lambat dibandingkan jaringan lainnya.

Article Details

How to Cite
BERATA, I Ketut; SUSARI, Ni Nyoman Werdi; KARDENA, I Made. Pola Distribusi dan Eliminasi Logam Berat Timbal (Pb) dalam Tubuh pada Tikus Putih (Rattus norvegicus). Prosiding Seminar Nasional Sains dan Teknologi (Senastek), [S.l.], v. 6, n. 1, p. 001-1 - 001-4, nov. 2022. Available at: <https://ojs.unud.ac.id/index.php/senastek/article/view/94255>. Date accessed: 26 nov. 2022.
Section
Articles

References

[1]. F. Malhat, M. Hagag, A. Saber, and AE. Fayz.. Contamination of cows milk by heavy metal in Egypt. Bull. Environ.
Contam. Toxicol. 2012. 88(4): 611-613.
[2}. C. Abdelbasset, E. Rabia, B. Abdallah, N. Boubker and E. AbdelKhalid. Distribution of trace elements and heavy metals in
liver, lung, meat, heart and kidney of cattle, sheep, camel and equine slaughtered in Casablanca city-Morocco. Int. J. Sci.
Engin. Res. 2014.5(2): 294-303.
[3] S. Jadoon and A. Malik. DNA damage by heavy metals in animals and human beings: an overview. Biochem. Pharmacol.
2017.6(3): 1-8.
[4]. KJ. Barnham, AI. and Bush. Biological metals and metal-targeting compounds in neurodegenerative diseases. Chem. Soc.
Rev. 2014.43, 6727–6749.
[5]. WH. Jang, KM. Lim, K. Keunyoung, JH. Noh, S. Kang, YK. Chang and JH. Chung. Low level of lead can induce
phosphatidylserine exposure and erythrophagocytosis: a new mechanism underlying lead-associated anemia. Toxicol. Sci.
2011.122(1): 177-184.
[6]. TE. Miller, IKA. Golemboski, RS. Ha, T. Bunn, FS. Sanders and RR. Dietert. Developmental exposure to lead causes
persistent immunotoxicity in fischer 344 rats. Toxicol. Sci. 1988.42: 129-135.
[7]. R. Brochin, S. Leone, D. Phillips, N. Shepard, D. Zisa, and A. Angerio. The cellular effect of lead poisoning and its clinical
picture. The Georgetown Undergraduate J. Health Sci. 2008. 5(2): 1–8.
[8]. F. Muselin, A. Trif, D. Brezovan, A. Stancu, and P. Snejana. The consequences of chronic exposure to lead on liver, spleen,
lungs and kidney arhitectonics in rats. Lucrari Ştiintifice Med. Vet. 2010. 43(2): 123-127.
[9]. J.A. Kiernan. Histological and Histochemical Methods: Theory and Practice. 5th edition, Scion Publishing, 2015, 571 pp
[10]. MHM. Garcia, DH. Moreno, FS. Rodriguez, AL. Beceiro, LEF. Alvaraez, and MP. Lopez. Sex- and age-dependent
accumulation of heavy metals (Cd, Pb and Zn) in liver, kidney and muscle of roe deer (Capreolus capreolus) from NW
Spain. J. Environ Sci and Health Part A. 2011.4(2): 109-116.
[11]. IK. Berata, NNW. Susari, IM. Kardena, IBO. Winaya, and IBP. Manuaba. Comparison of lead contamination in innards and
muscle tissues of Bali cattle reared in Suwung Landfll. Bali Med. J. 2017. 6(1): 147-149.
[12] M. Turkay, H. Turker, and T. Guven. Ultrastructural effects of lead acetate on the spleen of rats. Turk J. Biol. 2015. 39:
511-516.
[13] B. Sharma, S. Singh, and NJ. Siddiqi. Biomedical implications of heavy metals induced imbalances in redox systems:
review article. Bio. Med. Res. Int. 2014(640754): 1-26.
[14] S. Roggeman, N. van den Brink, N. der Van Praet, R. Blust, and L. Bervoets. Metal exposure and accumulation patterns in
free-range cows (Bos taurus) in a contaminated natural area: Influence of spatial and social behavior. Environ. Pollut.
2013.72: 186-199