Elaborasi Kriteria Penilaian Warisan Budaya Sebagai Wujud Pengelolaan Konservasi Arsitektur pada Pura Uluwatu Bali

Main Article Content

Nyoman Ratih Prajnyani Salain Ni Made Mitha Mahastuti Made Wina Satria

Abstract

Pura Uluwatu merupakan Pura Sad Kahyangan di Bali yang terletak di Desa Pecatu, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung.  Pura ini memuja Dewa Rudra yang merupakan manifestasi Ida Sang Hyang Widhi dengan arah Barat Daya sebagai areal kekuasaannya. Pura ini juga diyakini sebagai tempat Dang Hyang Nirartha mencapai moksa. Oleh sebab itu, keberadaan Pura Uluwatu yang tinggi akan nilai signifikansi budaya harus dapat dijaga kebertahanannya sebagai warisan budaya. Penelitian ini menguraikan kriteria penilaian warisan budaya dengan studi kasus Pura Uluwatu di areal Utama Mandala berdasarkan teori Pearson dan Sullivan yaitu: Estetis, Arsitektural, Ilmu Pengetahuan dan Sosial, serta Sejarah. Adapun permasalahan yang diangkat dalam penelitian yakni nilai estetis yang tersirat pada area utama mandala Pura Uluwatu yang merupakan salah satu bagian dari Kriteria penilaian warisan budaya. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa teknik observasi langsung, interview dan studi kepustakaan. Penulis berharap agar civitas akademika, pengamat arsitektur, pengamat budaya dan masyarakat umum dapat memahami  kriteria penilaian warisan budaya dengan mempertahankan warisan budaya agar berkelanjutan untuk generasi berikutnya


Kata Kunci Kriteria Penilaian, Warisan Budaya, Pengelolaan Konservasi, Pura Uluwatu

Article Details

How to Cite
SALAIN, Nyoman Ratih Prajnyani; MAHASTUTI, Ni Made Mitha; SATRIA, Made Wina. Elaborasi Kriteria Penilaian Warisan Budaya Sebagai Wujud Pengelolaan Konservasi Arsitektur pada Pura Uluwatu Bali. Prosiding Seminar Nasional Sains dan Teknologi (Senastek), [S.l.], v. 8, n. 1, p. 1-6, dec. 2023. Available at: <https://ojs.unud.ac.id/index.php/senastek/article/view/108107>. Date accessed: 21 feb. 2024.
Section
Articles

References

I. W. Ardika and dkk, Sejarah Bali, dari Pra Sejarah Hingga Modern, Denpasar: Udayana University Press, 2013.
A. S. Arselan, “Kontestasi Identitas Budaya Islam di Bali Pasca Reformasi,” UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta, 2018.
A. Fuadi, Keragaman Dalam Dinamika Sosial Budaya Kompetensi Sosial Kultural Perekat Bangsa, Yogyakarta: Deepublish, 2020.
I. N. Gelebet, Pokok-Pokok Pengarahan Arsitektur Tradisional Bali dalam Rangka Pengembangan Kepariwisataan, Denpasar: Dinas Kepariwisataan DT. TK. I Provinsi Bali, 1978.
I. N. Gelebet, Arsitektur Tradisional Daerah Bali, Denpasar: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Daerah Bali, 1982.
A. Karmadi, “Budaya Lokal sebagai Warisan Budaya dan Upaya Pelestariannya,” in Acara Dialog Budaya Daerah Jawa Tengah, diselenggarakan oleh Balai Pelestarian Sejarah dan Nilai Tradisional Yogyakarta & Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah, Jawa Tengah, 2007.
Koentjaraningrat, Pengantar Ilmu Antropologi, Jakarta: Rineka Cipta, 2002.
I. N. Lanus, A. Dharma Yadnya and dkk, “Identifikasi Arsitektur Rumah Tinggal di Desa Pakraman Bugbug, Desa Bugbug, Kecamatan Karangasem, Kabupaten Karangasem,” Jurusan Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Udayana, Denpasar, 2015.
C. &. D. H. Mcgimsey, Management of Archeological Resources; The Airlie House Report, America: The Society for American Archaeology, 1977.
L. Moleong, Metodologi Penelitian Kualitatif Edisi Revisi, Bandung: PT. Remaja Rosdakarya, 2011.
M. Nazir, Metode Penelitian, Jakarta: Ghalia Indonesia, 1988.
N. Z. N. C. o. T. I. C. o. M. a. Sites, “Charter for the Conservation of Places of Cultural Heritage Value,” New Zealand National Committee of The International Council on Monuments and Sites, New Zealand, 1992.
P. J. Palguna and dkk, “Permukiman Bali Aga Studi Kasus Desa Bugbug, Karangasem,” Jurusan Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Udayana, Badung, 2018.
M. B. A. Pradnyana, “Faktor Pembentuk Pola Ruang Permukiman Tradisional Bali Aga Pada Desa Adat Bugbug, Karangasem, Bali.,” Universitas Brawijaya, Malang, 2018.
T. A. Prajnawrdhi and dkk, “Keunikan Bentuk Ragam Hias Pada Pura Dalem Desa Bebetin, Kecamatan Sawan, Kabupaten Buleleng,” in Seminar Nasional Arsitektur dan Tata Ruang (SAMARTA), Denpasar, 2017.
D. Septiana and dkk, “Pura Uluwatu: Dari Pura Menjadi Objek Wisata,” in Seminar Karya dan Pameran Mahasiswa Arsitektur Indonesia, Yogyakarta, -.
Sugiyono, Metode Penelitian Bisnis, Bandung: Alfabeta, 2005.
Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D, Bandung: Alfabeta, 2008.
N. S. Sukmadinata, Metode Penelitian Pendidikan, Bandung: PT. Remaja Rosdakarya, 2007.
P. Tricad and dkk, “World Heritage Cultural Landscapes: A Handbook for Conservation and Management,” UNESCO, Netherlands, 2009.
“Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya,” Undang-Undang Republik Indonesia, Jakarta.
I. Wardi, “Pengelolaan Warisan Budaya Berwawasan Lingkungan: Studi Kasus Pengelolaan Living Monument di Bali,” Jurnal Bumi Lestari, vol. 8, no. 2, pp. 193-204, 2008.
F. Whitney, The Element Of Research, New York: Prentice-Hall, Inc, 1960.
N. L. P. C. Yastari, “Pura Uluwatu Di Desa Pecatu, Kecamatan Kuta Selatan, Badung, Bali (Studi Tentang Perkembangan Pura Sebagai Destinasi Pariwisata serta Kontribusinya Bagi Pendidikan Sejarah),” Jurusan Pendidikan Sejarah Fakultas Ilmu Sosial Universitas Pendidikan Ganesha, Singaraja, 2013.
N. R. P. Salain, “Pengelolaan Konservasi Puri Agung Ubud, Gianyar Sebagai Obyek Wisata Budaya,” Program Magister Arsitektur Universitas Udayana, Denpasar, 2011.