Perbandingan Topologi WSN (Wireless Sensor Network) Untuk Sistem Pemantauan Jembatan

  • Evy Nur Amalina Jurusan Teknik Elektro Institut Teknologi Sepuluh November
  • Eko Setijadi Jurusan Teknik Elektro Institut Teknologi Sepuluh November
  • Suwadi . Jurusan Teknik Elektro Institut Teknologi Sepuluh November

Abstract

Abstrak—Peristiwa runtuhnya Jembatan Kutai Kertanegara sepanjang 720 meter memberikan pelajaran tentang pentingnya sistem pemantauan jembatan sehingga dapat diketahui penyebab-penyebab kerusakan jembatan. Jika diketahui penyebabnya maka akan dapat mengurangi kerusakan jembatan dan mencegah keruntuhan. Sistem Pemantauan Jembatan telah diteliti oleh para peneliti di luar negeri dan telah diimplementasikan pada beberapa jembatan baik berbasis kabel juga nirkabel. Namun, Sistem Pemantauan Jembatan yang mudah dan murah adalah dengan teknologi berbasis nirkabel. Pada Sistem Pemantauan Jembatan berbasis nirkabel biasanya menggunakan WSN (Wireless Sensor Network) dimana WSN adalah jaringan yang terdiri dari sensor node yang dilengkapi dengan peralatan seperti memori, prosesor, ADC, dan baterai. Bentuk WSN yang kecil mempunyai kelemahan yaitu terbatasnya energi dan bandwidth sehingga dibutuhkan topologi yang tepat. Topologi yang sering digunakan pada WSN adalah star, mesh dan tree. Pada simulasi yang telah dilakukan, didapatkan karakteristik dari ketiga topologi yang diamati berdasarkan parameter kinerjanya. Pada topologi star memiliki karakteristik packet loss yang dihasilkan adalah 140 paket atau 90,32% paket yang yang hilang, memiliki nilai throughput rata-rata sebesar 0,69 kbps, nilai delay rata-rata sebesar 0,843 ms dan konsumsi energi rata-rata adalah 0,0037 Joule. Topologi mesh memiliki karakteristik packet loss yang dihasilkan adalah 1 paket atau 0,641% paket yang hilang, memiliki nilai throughput rata-rata sebesar 7,21 kbps, nilai delay rata-rata sebesar 28,65 ms dan konsumsi energi rata-rata adalah 0,527 Joule. Sedangkan pada topologi tree memiliki karakteristik tidak terdapat packet loss, memiliki nilai throughput sebesar 6,43 kbps, nilai delay rata-rata yang terjadi adalah 26,36 ms dan konsumsi energi rata-rata sebesar 0,235 Joule. Berdasarkan karakteristik tersebut, topologi yang terbaik adalah topologi tree.

Kata Kunci—SHM;WSN ;topologi

Downloads

Download data is not yet available.
How to Cite
AMALINA, Evy Nur; SETIJADI, Eko; ., Suwadi. Perbandingan Topologi WSN (Wireless Sensor Network) Untuk Sistem Pemantauan Jembatan. PROSIDING CSGTEIS 2013, [S.l.], june 2015. Available at: <https://ojs.unud.ac.id/index.php/prosidingcsgteis2013/article/view/7232>. Date accessed: 10 july 2020.
Section
B. Multimedia Telecommunications