Pengaruh Temperatur Karbonisasi Bambu Betung Terhadap Wettability Dan Kekasaran Permukaan Material
Abstract
Abstrak
Indonesia adalah negara yang memiliki suhu iklim tropis, suhu udara pada iklim tropis memiliki rata-rata 30oC – 35oC dengan tingkat kelembaban udara rata-rata 70% - 80%. Dibutuhkan 60% konsumsi listrik yang setiap harinya untuk mendapatkan standar kenyamananan udara yang diperlukan pada temperatur udara 22oC – 25oC dan tingkat kelembaban relatif 40% - 60% digunakan sistem pendingin AC. Akan tetapi dampak penggunaan refrigerant pada sistem pendingin AC dapat menimbulkan lingkungan yang kurang baik dan juga dapat memicu terjadinya pemanasan global semakin tinggi. Sehubungan dengan hal tersebut, saat ini mulai dikembangkan sistem pendingin yang lebih hemat energi dan ramah terhadap lingkungan yaitu sistem direct evaporative cooling yang memanfaatkan panas sensibel udara luar untuk menguapkan lapisan air yang terdapat pada material pad yang basah yang dapat digunakan di ruangan terbuka seperti balai adat bali, lobby hotel, restaurant dengan konsep terbuka, dan dapat digunakan sebagai pendingin kandang ayam serta untuk mempertahankan kesegaran buah dan sayuran segar hasil pertanian. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis wettability dan kekasaran permukaan material dari arang bambu betung sebagai material pad pada sistem direct evaporative cooling. Digunakan temperatur karbonisasi 500oC, 600oC, 700oC, dan 800oC. Dan didapatkan hasil dengan semakin meningkatnya temperatur karbonisasi bambu betung akan semakin rendah wettability dan kekasaran permukaan dari material karbonisasi bambu betung tersebut.
Kata Kunci: Temperatur, Karbonisasi, Bambu Betung, Material, Wettability, Kekasaran Permukaan, Sudut Kontak