Sebuah kasus dengan komplikasi penggunaan lattissimus dorsi myocutaneous flap pada pembedahan rekontruksi payudara

  • Dewi Prima Christian Bagian Ilmu Bedah, Subdivisi Bedah Onkologi Fakultas Kedokteran Universitas Udayana/RSUP Sanglah, Denpasar Bali
  • Putu Anda Tusta Adiputra Bagian Ilmu Bedah, Subdivisi Bedah Onkologi Fakultas Kedokteran Universitas Udayana/RSUP Sanglah, Denpasar Bali
  • W Steven Chr Bagian Ilmu Bedah, Subdivisi Bedah Onkologi Fakultas Kedokteran Universitas Udayana/RSUP Sanglah, Denpasar Bali

Abstract

Berdasarkan pengalaman klinis, rekonstruksi payudara dengan menggunakan lattissimus dorsi myocutaneous flap (LDMF) merupakan prosedur yang aman dikerjakan untuk menutup defek mastektomi. Nekrosis pada flap sangat jarang terjadi, dan biasanya terjadi akibat trauma vaskular seperti terikatnya arteri thoracodorsalis saat dilakukan mastektomi. Wanita usia 53 tahun datang dengan tumor di payudara kiri. Dari pemeriksaan klinis dan biopsi didapatkan hasil phyloides jinak payudara. Pada pasien telah dilakukan mastektomi dan rekonstruksi payudara dengan LDMF untuk menutup defek pada luka operasi. Pengamatan hari kedua pascaoperasi, flap mengalami nekrosis parsial dan cenderung menjadi nekrosis total. Lattissimus dorsi myocutaneous flap adalah prosedur umum untuk rekonstruksi payudara pada pembedahan mastektomi untuk menutup defek luka operasi. Nekrosis dapat disebabkan oleh kesalahan prosedur dan trauma vaskular. Cedera pembuluh darah dan trombosis selama dan setelah operasi dapat juga menjadi penyebab terjadinya nekrosis pada flap.

 

Extensive clinical experience with the latissimus dorsi myocutaneus flap (LDMF) has documented the safety of this procedure on breast reconstruction surgery. Significant flap necrosis is very rare, and usually associated with either recognized of unrecognized injury to the vascular pedicle, such as when the thoracodorsalis artery has been ligated during the original mastectomy. A 53-year old woman suffered from a huge tumor on her left breast. Clinical investigations and biopsy examination showed benign phyloides of the breast. Mastectomy was done and immediate LDMF was performed to reconstruct the defect from the surgery. On the day 2 after surgery, LDMF was partially necrotic and seemed to head towards total necrosis. Latissimus dorsi myocutaneus flap is a common procedure to reconstruct the defect after mastectomy. The cause of necrosis maybe due to technical error and impact to vascular compromise. The vascular injury and thrombosis during and after surgery may be responsible for the event of flap necrosis.

Downloads

Download data is not yet available.
How to Cite
CHRISTIAN, Dewi Prima; ADIPUTRA, Putu Anda Tusta; CHR, W Steven. Sebuah kasus dengan komplikasi penggunaan lattissimus dorsi myocutaneous flap pada pembedahan rekontruksi payudara. Medicina, [S.l.], v. 47, n. 1, p. 75-79, sep. 2016. ISSN 2540-8321. Available at: <https://ojs.unud.ac.id/index.php/medicina/article/view/24065>. Date accessed: 20 sep. 2020.
Section
Articles

Keywords

mastectomy, latissimus dorsi myocutaneus flap, necrosis, vascular injurm