Penanganan pseudokista pankreas karena trauma

  • Sessy Arie Margareth Bagian/SMF Ilmu Bedah, Fakultas Kedokteran Universitas Udayana/Rumah Sakit Umum Pusat Sanglah Denpasar Bali
  • I Ketut Wiargitha Bagian/SMF Ilmu Bedah, Fakultas Kedokteran Universitas Udayana/Rumah Sakit Umum Pusat Sanglah Denpasar Bali
  • I Ketut Sudiasa Bagian/SMF Ilmu Bedah, Fakultas Kedokteran Universitas Udayana/Rumah Sakit Umum Pusat Sanglah Denpasar Bali

Abstract

Kista pankreas karena trauma adalah kasus yang jarang terjadi dengan angka kejadian 5% pada kasus trauma. Gejala kista pankreas muncul tiga minggu pasca-trauma sehingga sering terjadi keterlambatan penanganan. Lebih dari 75% kista pankreas merupakan kista semu (pseudokista), dindingnya tidak dibatasi oleh epitel, melainkan jaringan ikat. Diagnosis kista pankreas ditegakkan melalui anamnesis, pemeriksaan kadar amilase, ultrasonografi (USG) abdomen, dan computed tomography (CT) scan abdomen. Penanganan konservatif dilakukan bila kista dapat beresolusi sendiri. Operasi eksisi atau drainase interna dilakukan pada kista yang kecil. Kista yang besar ditatalaksana dengan sistogastrostomi, sistojejunostomi, atau sistoduodenostomi. Drainase eksternal dilakukan bila kista ruptur atau terinfeksi. Anak lelaki usia 9 tahun datang dengan keluhan utama nyeri perut kiri atas yang menjalar ke punggung dan menetap. Hal ini terjadi setelah penderita mengalami trauma pada perut. Pada pemeriksaan fisis didapatkan perut distensi, teraba masa lunak, dan mobile pada epigastrium. Pemeriksaan laboratorium menunjukkan peningkatan kadar amilase serum. Pemeriksaan USG dan CT scan menunjukkan gambaran kista pankreas. Pada saat operasi didapatkan kista pankreas di daerah kauda pankreas dan dilakukan sistojejunostomi. Lima hari pasca-operasi penderita pulang tanpa komplikasi. Evaluasi 6 bulan pasca-operasi, penderita tampak membaik dengan kadar amilase normal.

 

Pancreatic cyst is a rare case. The incidence rate is 5% on trauma case. The symptom persist three weeks after trauma, causing delayed management. More than 75% pancreatic cysts are pseudocysts, where the wall is not confined by epithelial cells but by connective tissue. Diagnosis can be established by history taking, amylase examination, abdominal ultrasonography, and computed tomography scan of abdomen. The management is conservative if the cyst resolutioned by itself. Cystic excision or internal drainage was done if the cyst is small. Big cysts usually treated with cystogastrostomy, cystojejunostomy, or cystoduodenostomy. External drainage was done if the cyst ruptured or infected. A 9-year-old male with chief complaint pain on the upper left abdominal area that spread to the back and persistent, occurred three weeks after abdominal trauma. On abdominal physical examination, there was abdominal distension and palpable mobile mass on epigastrium. Laboratory examination showed increased of serum amylase. Abdominal USG and CT scan showed pseudocyst pancreas. During surgery, pancreatic cysts on caudal of the pancreas was found, and cystojejunostomy was done. There was no complication five days after the operation. Six months follow up after the surgery, patient is getting better with normal serum amylase.

Downloads

Download data is not yet available.
How to Cite
MARGARETH, Sessy Arie; WIARGITHA, I Ketut; SUDIASA, I Ketut. Penanganan pseudokista pankreas karena trauma. Medicina, [S.l.], v. 47, n. 1, p. 15-21, sep. 2016. ISSN 2540-8321. Available at: <https://ojs.unud.ac.id/index.php/medicina/article/view/24056>. Date accessed: 20 sep. 2020.
Section
Articles

Keywords

pancreatic pseudocyst, trauma, cystojejunostomy