Anestesi epidural pada pasien modified radical mastectomy dengan gagal jantung kongestif

  • Jim Anthonio Bagian/SMF Ilmu Anesthesi dan Terapi Intensif Fakultas Kedokteran Universitas Udayana/Rumah Sakit Umum Pusat Sanglah Denpasar Bali
  • IB Krisna Bagian/SMF Ilmu Anesthesi dan Terapi Intensif Fakultas Kedokteran Universitas Udayana/Rumah Sakit Umum Pusat Sanglah Denpasar Bali
  • IMG Widnyana Bagian/SMF Ilmu Anesthesi dan Terapi Intensif Fakultas Kedokteran Universitas Udayana/Rumah Sakit Umum Pusat Sanglah Denpasar Bali

Abstract

Pasien gagal jantung kongestif (GJK) yang membutuhkan tindakan bedah sering timbul penyulit dengan prognosis yang buruk karena GJK dapat meningkatkan risiko mortalitas pasca-operasi. Penggunaan anestesi regional dengan blok epidural neuroaksial pada pasien GJK dengan memperhatikan efek blok simpatis dan risiko penurunan systemic vascular resistance atau risiko yang bisa terjadi dapat kita lakukan dengan menggunakan dosis rendah serta menjaga kecukupan volume intravaskular. Perempuan berumur 56 tahun yang terdiagnosis localized advance breast cancer kiri direncanakan modified radical mastectomy. Pasien juga menderita GJK fungsional klas III ec hipertensi kronis dan diabetes melitus dengan hipokinetik global. Penderita diberi premedikasi midazolam 1 mg, ketamin 20 mg dan fentanil 25 mcg kemudian dilakukan pemasangan alat monitoring, arteri line, kateter vena sentral, serta dilakukan anestesi epidural dengan kateter epidural di vertebra torakal IV-V menggunakan jarum touhy 18G dengan panjang kateter di ruang epidural 5 cm. Regimen anestesi epidural yang digunakan adalah levobupivacain 0,5% volume 8 mL. Operasi selama 2 jam 50 menit, posisi head up 45 derajat, hemodinamik selama operasi stabil dengan topangan norepinefrin 0,05-0,1 mcg/KgBB/menit dan dobutamin 5 mcg/KgBB/menit. Anestesi epidural merupakan tehnik anestesi yang dapat dilakukan pada pasien GJK dengan hipokinetik global, penurunan fungsi ventrikel kiri berat (fraksi ejeksi 32%) dan fungsional klas III

 

Patient with congestive heart failure (CHF) that need surgery has a possibility of complication that can increase mortality rate after surgery. The use of regional anesthesia with neuroaxial epidural block in CHF patient is considered safe, decreases the risk of systemic vascular resistance, we can use low dose and maintain adequate intravascular volume. Female, 56 years old, with diagnose of left localized advance breast cancer, scheduled for modified radical mastectomy. She had CHF functional class III caused by chronic hypertension accompanied by diabetes mellitus and global hypokinetic. Midazolam 1 mg, ketamin 20 mg, and fentanyl 25 mcg was given as premedication patient, followed by inplace monitoring tools, insertion arterial line, and central venous catheter. Epidural catheter was placed between thoracal vertebrae IV and V, with epidural anesthesia regimen of levobupivacain 0.5% 8 mL. Duration of surgery was 2 hours and 50 minutes, with 45 degree head up position. The intraoperative hemodynamic parameters was stable and supported by norepinephrine 0.05-0.1 mcg/KgBW/minute and dobutamine 5 mcg/KgBW/minute. This case report proved that epidural anesthesia technique could be used for patient with CHF with global hypokinetic, severe decreased of left ventricle function (EF 32%) and functional class III.

How to Cite
ANTHONIO, Jim; KRISNA, IB; WIDNYANA, IMG. Anestesi epidural pada pasien modified radical mastectomy dengan gagal jantung kongestif. Medicina, [S.l.], v. 47, n. 1, p. 1-6, sep. 2016. ISSN 2540-8321. Available at: <https://ojs.unud.ac.id/index.php/medicina/article/view/24044>. Date accessed: 27 jan. 2020.
Section
Articles

Keywords

epidural anesthesia, modified radical mastectomy, congestiveheart failure.