Optimasi Paramater Bukaan dengan Pengaku Diagonal pada Balok Kastela yang Tertumpu Lateral

  • Erwin Sanjaya Universitas Katolik Parahyangan

Abstrak

Gaya geser pada umumnya berkontribusi besar dalam menyebabkan kegagalan balok kastela sehingga dibutuhkan pengaku diagonal pada bukaan. Optimisasi dilakukan dengan menvariasikan dimensi bukaan dan pengaku diagonal. Metode elemen hingga digunakan untuk analisis nonlinear. Tujuan studi ini adalah membandingkan hasil analisis numerik balok kastela tanpa pengaku diagonal dengan prosedur desain yang terdapat pada Steel Design Guide 31, AISC 2016. Selain itu, perilaku nonlinear yang meliputi beban kritis dan distribusi tegangan Von Mises balok kastela dengan dan tanpa pengaku diagonal dipelajari untuk mendapatkan dimensi bukaan dan pengaku diagonal yang optimum. Nilai optimum pada studi ini meliputi kekakuan awal (Ki), kekuatan (wmax), dan daktilitas (?) struktur. Hasil studi menunjukkan prosedur desain AISC dapat memprediksi lokasi tegangan maksimum dengan akurat dan menghasilkan kekuatan ultimit balok yang lebih konservatif dibandingkan dengan hasil numerik. Pada balok kastela tanpa pengaku diagonal, model yang optimum adalah model CB60-1 (wnstmax = 56,16 kN/m) dan CB45-1 (?nst = 3,06) dengan rata-rata kekakuan awal 5,78 kN/m. Sedangkan model yang optimum pada balok kastela dengan pengaku diagonal adalah CB45-33 (Ksti = 6,99 kN/m/m), CB60-11 (wstmax = 67,53 kN/m), dan CB60-24 (?st = 2,79). Jadi, penggunaan pengaku diagonal efektif dalam meningkatkan kekakuan awal dan kekuatan struktur, tetapi mengurangi daktilitas struktur.


 

##plugins.generic.usageStats.downloads##

##plugins.generic.usageStats.noStats##

Referensi

[1] American Institute of Steel Construction. 2016. Steel Design Guide 31 - Castellated and Cellular Beam Design. Chicago.
[2] D., Kerdal dan A., Nethercot D. 1984. Failure Modes For Castellated Beams. J Constr Steel Res 1984, 4, p. 295-315.
[3] Soltani, M.R., Bouchair, A., dan Mimoune, M. 2012. Nonlinear FE Analysis of The Ultimate Behaviour of Steel Castellated Beams. Journal of Constructional Steel Research, 70, p. 101-114.
[4]Anupriya, B. dan Jagadeesan, K. 2014. Shear Strength of Castellated Beam With and Without Stiffener Using FEA (ANSYS 14). International Journal of Engineering and Technology, 6(4), p. 1970-1981.
[5] Sandy, D., Limbong, H.R., Runtulalo, D., dan Rante, H. 2014. Experimental Study on Castellated Beams with Hexagonal Variation Using Monotonic Loading. International Journal of Engineering and Science Applications, 1, p. 67-75.
[6] Budi, Listiyono, Sukamta, dan Partono, Windu. 2017. Optimization Analysis of Size and Distance of Hexagonal Hole in Castellated Steel Beams. Sustainable Civil Engineering Structures and Construction Materials (SCESCM) 2016, 171, p. 1092-1099.
[7] Frans, R., Parung, H., Sandy, D., dan Tonapa, S. 2017. Numerical Modelling of Hexagonal Castellated Beam Under Monotonic Loading. Sustainable Civil Engineering Structures and Construction Materials (SCESCM) 2016, 171, p. 781-788.
[8] Girija, K., Narayanan, K. Sriman, dan Anupriya, B. 2018. Strength Study of Stiffeners on Castellated Beam for Circular and Hexagonal Opening Using ANSYS. National Journal of Multidisciplinary Research and Development, 3(2), p. 01-06.
[9] Nair, Gopika S. dan Pillai, P.R. Sreemahadevan. 2018. Castellated Beam with Diagonal Stiffeners Along Hexagonal Cuts. International Research Journal of Engineering and Technology, 5(6), p. 2879-2883.
Diterbitkan
2020-07-25
##submission.howToCite##
SANJAYA, Erwin. Optimasi Paramater Bukaan dengan Pengaku Diagonal pada Balok Kastela yang Tertumpu Lateral. Jurnal Ilmiah Teknik Sipil, [S.l.], p. 36-45, july 2020. ISSN 2541-5484. Tersedia pada: <https://ojs.unud.ac.id/index.php/jits/article/view/49919>. Tanggal Akses: 21 may 2026