Oportunistik Incumbent dalam Penganggaran Pendapatan dan Belanja pada Pemilihan Kepala Daerah Serentak Tahun 2017

  • Dodik Ariyanto Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Udayana, Indonesia
  • Ayu Aryista Dewi Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Udayana, Indonesia

Abstract

This study aims to examine the effects of incumbent opportunistic behavior on budget compilation related to the simultaneous election of regional heads (pemilukada) in regencies, cities, and provinces in Indonesia in 2017. In addition, the study also examines differences in incumbent opportunistic behavior when preparing budgets for elected incumbent heads compared with those who did not get elected as well as differences in incumbent opportunistic behavior a year prior to and during the simultaneous elections. The research population comprises all regencies, cities, and provinces in Indonesia. The sampling method used for this study was purposive sampling. Data were analyzed using multiple linear regression and different types of t-Tests. The results of the analysis showed that PAD and SiLPA had an effect on the incumbent opportunism behavior and DAK had no effect on incumbent opportunism behavior. The results of different t-Tests revealed differences in incumbent opportunistic behaviors of winners and losers as well as differences in incumbent opportunistic behavior in the budgeting year prior to and during the post-conflict simultaneous local elections held in 2017.


Keywords: incumbent opportunistic behavior, post-conflict local elections, regional income and expenditure budget.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Abdullah, S. (2012). Perilaku Oportunistik Legislatif dan FAktor-Faktor yang
Mempengaruhinya: Studi Empiris dari Pengnggaran Daerah di Indonesia. In Ringakasan
Disertasi (pp. 1–100).
Abdullah, S., & Asmara, J. A. (2006). Perilaku Oportunistik Legislatif Dalam Penganggaran
Daerah Bukti Empiris atas Aplikasi Agency Theory di Sektor Publik. In Simposium
Nasional Akuntansi 9 Padang (pp. 23–26).
Ban, P., Llaudet, E., & Snyder, J. M. (2016). Challenger Quality and the Incumbency
Advantage. Legislative Studies Quarterly, 41(1), 153–179.
https://doi.org/10.1111/lsq.12109
Ennser-Jedenastik, L. (2016). The Politicization of Regulatory Agencies: Between Partisan
Influence and Formal Independence. Journal of Public Administration Research and
Theory, 26(3), 507–518. https://doi.org/10.1093/jopart/muv022
Fathony, A. D. (2011). Pengaruh Pendapatan Asli Daerah, Sisa Lebih Perhitungan Anggaran
Dan Dana Alokasi Umum Terhadap Perilaku Oportunistik Penyusun Anggaran (Studi
Kasus Kabupaten/Kota Di Provinsi Jawa Tengah). Skripsi Fakultas Ekonomi Universitas
Diponegoro Semarang.
Fischer, D.-H., & Krimmer, R. (2018). Towards a Networked Modern Democracy Thoughts
on How ICT Could Enable New Forms for the Relationship Between Citizens and Their
Representatives. ACM International Conference Proceeding Series.
https://doi.org/10.1145/3209281.3209284
Florensia, T. M. (2009). Perilaku Oportunistik Legislatif Dalam Penganggaran Daerah:
Bukti Empiris atas Aplikasi Agency Theory di Sektor Publik. Universitas Gajah Mada,
Yogyakarta.
Garamfalfi, L. (1997). Corruption in the Public Expenditures Management Process. 8th
International Anti-Corruption Conference, Lima, Peru, 1–28.
Ghozali, I. (2011). Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program SPSS (Cetakan IV).
Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro.
Jawa Pos; 10 Agustus 2017. (2017). Eksekutif-Legislatif Gerogoti Anggaran, p. 2.
Jawa Pos; 27 Februari 2017. (, February). 60 Persen Calon Petahana Unggul. Jawa Pos, p. 2.
Jumaidi, L. (2014). Perilaku legislatif dalam praktik penganggaran dengan pendekatan nilai-
nilai kearifan lokal (nilai budaya sasak). Simposium Nasional Akuntansi 17 Mataram
Lombok 24 -27 September 2014, 1–20.
Klašnja, M. (2015). Corruption and the Incumbency Disadvantage: Theory and Evidence.
The Jurnal of Politics, 77(4), 928–942. https://doi.org/10.1525/jsah.2012.71.3.273.and
Krenn, C. (2017). The European Court of Justice’s Financial Accountability. European
Constitutional Law Review, 13(3), 453–474.
https://doi.org/10.1017/S1574019617000153
Lalvani, M. (1999). Elections and Macropolicy Signals: Political Budget Cycle Hypothesis,
34(37), 11–17.
Magner, N. R., Johnson, G. G., Little, H. T., Staley, A. B., & Welker, R. B. (2006). The Case
for Fair Budgetary Procedures. Managerial Auditing Journal, 21(4), 408–419.
https://doi.org/10.1108/02686900610661414
Martinez-Vazquez, J., Boex, J., & Granado, J. A. del. (2006). Corruption, Fiscal Policy, and
Fiscal Management. In Corruption, Fiscal Policy, and Fiscal Management.

Maryono, R. (2013). Pengaruh Perubahan Dana Alokasi Umum Terhadap Perilaku
Oportunistik Legislatif Dalam Penganggaran Daerah (Studi Kasus pada Kabupaten/Kota
di Sumatera Barat). Tesis Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Padang.
Mitchell, P. (2000). Voters and Their Representative: Electoral Institutions and Delegation in
Parliamentary Democracies. European Journal of Political Research, (37), 335–351.
Musripah, S. (2014). Pengaruh Perubahan Pendapatan Asli Daerah, Sisa Lebih Perhitungan
Anggaran, Dan Dana Alokasi Umum Terhadap Perilaku Oportunistik Penyusun
Anggaran (Studi pada Kabupaten/Kota di Provinsi Jawa Timur). Universitas Jember.
Oktariniatmaja, R. (2011). . Pengaruh Pendapatan Asli Daerah, Dana Alokasi Umum dan
Dana Alokasi Khusus terhadap Pengalokasian Anggaran Belanja Modal dalam
Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Pada Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota di
Pulau Jawa, Bali dan Nusa Tenggara. E-Journal Universitas Sebelas Maret.
Parwati, S. M. (2015). Perilaku Oportunistik Penyusu Anggaran di Kabupaten/Kota Se- Bali.
Tesis, 127–133.
PP 71 2010. https://doi.org/10.1016/j.aquaculture.2007.03.021
Prasojo, E. (2009). Reformasi Kedua-Melanjutkan Estafet Reformasi. Jakarta: Penerbit
Salemba Humanika.
Riharjo, I. B., & Isnadi. (2010). Perilaku Oportunistik Pejabat Eksekutif Dalam Penyusunan
APBD ( Bukti Empiris Atas Penggunaan Penerimaan Sumber Daya Alam ). Ekuitas,
14(3), 388–410.
Ritonga, I. T., & Alam, M. I. (2010). Apakah Incumbent Memanfaatkan Anggaran
Pendapatan Dan Belanja Daerah (APBD) Untuk Mencalonkan Kembali Dalam
Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada). In SNA 13 (pp. 1–25).
Sarman, M. (2015). Pilkada Serentak: Quo Vadis Kedaulatan Rakyat (Pertama). Salakan
Baru No 1 Sewon Bantul: PT. LKiS Printing Cemerlang.
Schillemans, T., & Busuioc, M. (2015). Predicting Public Sector Accountability: From
Agency Drift to Forum Drift. Journal of Public Administration Research and Theory,
25(1), 191–215. https://doi.org/10.1093/jopart/muu024
Smith, R. W., & Bertozzi, M. (1998). Principals And Agents: An Explanatory Model For
Public Budgeting. Journal of Public Budgeting, Accounting & Financial Management
Principals, 10(3), 325–353.
Suartini, N. K. A., Ariyanto, D., & Sari, M. M. R. (2016). Determinan Perilaku Opportunistic
Penyusun Anggaran Calon Incumbent Terkait Pilkada Serentak Tahun 2015. Jurnal
Ekonomi Dan Bisnis, 1–34.
Sularso, H., Restianto, Y. E., & Istiqomah, A. E. (2014). Determinan Perilaku Oportunistik
Penyusunan Anggaran (Studi pada Kabupaten/Kota di Jawa Tengah). Jurnal Simposium
Nasional Akuntansi 17 Mataram Lombok.
Tanzi, V., & Davoodi, H. (1998). Corruption, Public Investment, and Growth. The Welfare
State, Public Investment and Growth, 1–25.
Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara
Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 125,Tambahan Lembaran Negara Republik
Indonesia Nomor 4437).
Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan Antara Pemerintah
Pusat dan Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004
Nomor 126, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4438)
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2015 Penetapan Peraturan Pemerintah
Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2014 Tentang Pemilihan Gubernur, Bupati,
Dan Walikota Menjadi Undang-Undang). Indonesia.
Von Hagen, J. (2002). Fiscal Institutions and Fiscal Performance. The Economic and Social
Review, 33(3), 263–284. https://doi.org/10.1007/s13398-014-0173-7.2
Published
2019-01-10
How to Cite
ARIYANTO, Dodik; DEWI, Ayu Aryista. Oportunistik Incumbent dalam Penganggaran Pendapatan dan Belanja pada Pemilihan Kepala Daerah Serentak Tahun 2017. Jurnal Ilmiah Akuntansi dan Bisnis, [S.l.], v. 14, n. 1, p. 41-55, jan. 2019. ISSN 2303-1018. Available at: <https://ojs.unud.ac.id/index.php/jiab/article/view/42907>. Date accessed: 22 sep. 2021. doi: https://doi.org/10.24843/JIAB.2019.v14.i01.p05.
Section
Articles