Implementasi Lean Manufacturing dan 5 S untuk Meningkatkan Kapasitas Produksi

  • H. Harisupriyanto

Abstract

Tujuan utama perusahaan adalah mengincar profit sebesar-besarnya. Aktifitas produksi dan maintenance
merupakan aktifitas utama di dalam membentuk produk akhir. Bila salah satu aktifitas mengalami
kegagalam maka akan berpengaruh langsung pada kualitas dan kapasitas produksi. Kegagalan yang
muncul biasanya terindikasi dari waste/ pemborosan di sepanjang aliran sistem produksi. Permasalahan
utama adalah bagaimana mengidentifikasi pemborosan yang mengakibatkan penurunan kualitas dan
kapasitas produksi. Tujuannya adalah identifikasi nilai Overall Equipment Effectiveness (OEE), identifikasi
waste, dan menentukan alternatif kebijakan perbaikan untuk meningkatkan kualitas dan kapasitas
produksi. Metoda yang dipakai untuk menyelesaikan permasalahan adalah Lean Manufacturing. Konsep ini
menelusuri permasalahan inefisiensi dengan mencari waste (pemborosan) di sepanjang value stream.
Kemunculan waste dapat diidentifikasi dengan root cause analisys (RCA) dan 5 S sehingga penyebab
utama dari tiap kategori waste dapat ditemukan. Alternative terbaik yang mungkin dapat dijalankan adalah
pengadaan alat bantu kereta dorong, pelatihan karyawan, dan pengadaan alat bantu sistem tandon
minyak.

Downloads

Download data is not yet available.

Author Biography

H. Harisupriyanto
Industrial Engineering Department Faculty of Industrial Technology
Sepuluh Nopember Institute of Technology Kampus ITS Sukolilo, Surabaya
How to Cite
HARISUPRIYANTO, H.. Implementasi Lean Manufacturing dan 5 S untuk Meningkatkan Kapasitas Produksi. Jurnal Energi Dan Manufaktur, [S.l.], v. 6, n. 1, feb. 2014. ISSN 2541-5328. Available at: <https://ojs.unud.ac.id/index.php/jem/article/view/8020>. Date accessed: 13 may 2021.
Section
Articles

Keywords

Efisiensi, OEE, 5 S, lean manufacturing, waste, RCA