Kajian Efisiensi Energi di Industri Pulp dan Kertas

  • Ari Kabul Paminto BPPT
  • Rudy Surya Sitorus Pusat Pengkajian Industri Proses dan Energi (PPIPE), Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi
  • Rizki Firmansyah Pusat Pengkajian Industri Proses dan Energi (PPIPE), Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi
  • Nurus Sahari Laili Pusat Pengkajian Industri Proses dan Energi (PPIPE), Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi

Abstract

Pertumbuhan industri pulp dan kertas diproyeksi akan mengalami perkembangan yang signifikan. Menurut asosiasi industri, pertumbuhan itu antara lain karena terdorong oleh peningkatan permintaan dan produksi seiring dengan beroperasinya beberapa pabrik baru. Industri pulp dan kertas memberikan sumbangan yang cukup besar terhadap PDB (Produk Domestik Bruto) mencapai 101,76 triliun rupiah (harga berlaku). Sumber energi utama industri ini meliputi energi panas dalam bentuk steam dan energi listrik. Dari keseluruhan proses, penggunaan energi panas mencapai 70-80% dari total energi yang dikonsumsi, dimana sebagian besar energi digunakan di proses pulping dan pengeringan. Steam dapat dibangkitkan dari black liquor dan bahan bakar lainnya seperti batubara, minyak, gas dan biomassa. Kebutuhan energi industri pulp dan kertas akan meningkat rata-rata 2,49% per tahun dari 108,5 juta SBM pada tahun 2018 menjadi 135,4 juta SBM pada tahun 2027, sehingga termasuk industri dengan konsumsi energi yang cukup besar. Sehingga perlu adanya inovasi penggunaan teknologi dengan efisiensi tinggi sehingga mengurangi penggunaan energi. Sampai saat ini lindi hitam (black liquor) dari pabrik pulp dan kertas di Indonesia pada umumnya belum dimanfaatkan secara optimal sebagai bahan bakar boiler. Upaya pemanfaatan black liquor dan penerapan teknologi yang efisien di industri pulp dan kertas mampu membantu mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil serta mengurangi emisi dari bahan bakar fosil. Dengan skenario efisiensi energi, kebutuhan energi industri pulp dan kertas akan menurun sebesar 12,5% pada tahun 2027. Potensi penghematan energi industri pulp dan kertas mulai tahun 2023 sebanyak 8,4 juta SBM dan menjadi 16,9 juta SBM pada tahun 2027. Besar peluang penghematan dan reduksi emisi bervariasi dan bergantung pada berbagai faktor, antara lain tingkat efisiensi proses dan teknologi yang telah diimplementasikan di industri tersebut.

Downloads

Download data is not yet available.
Published
2020-04-30
How to Cite
PAMINTO, Ari Kabul et al. Kajian Efisiensi Energi di Industri Pulp dan Kertas. Jurnal Energi Dan Manufaktur, [S.l.], v. 13, n. 1, p. 1-7, apr. 2020. ISSN 2541-5328. Available at: <https://ojs.unud.ac.id/index.php/jem/article/view/59469>. Date accessed: 01 oct. 2020. doi: https://doi.org/10.24843/JEM.2020.v13.i01.p01.
Section
Articles