Pengaruh Perlakukan Alkali terhadap Sifat Fisik, dan Mekanik Serat Kulit Buah Pinang

  • Cokorda Putri Kusuma Kencanawati Jurusan Teknik Mesin Universitas Udayana, Kampus Bukit Jimbaran Bali
  • I Ketut Gede Sugita Jurusan Teknik Mesin Universitas Udayana, Kampus Bukit Jimbaran Bali
  • NPG Suardana Jurusan Teknik Mesin Universitas Udayana, Kampus Bukit Jimbaran Bali
  • I Wayan Budiasa Suyasa Jurusan Kimia FMIPA Universitas Udayana, Kampus Bukit Jimbaran Bali

Abstract

Makalah ini menganalisis pengaruh perlakukan alkali dan tanpa perlakukan alkali terhadap karakateristik fisik, morfologi dan sifat mekanik serat kulit buah pinang (areca Catechu L.). Selama ini pemanfaatan limbah pertanian belum dilakukan secara maksimal, sehingga dapat menimbulkan pencemaran terhadap lingkungan. Serat kulit buah pinang (Areca Husk Fiber/AHF) selama ini hanya dipergunakan sebagai bahan bakar biomassa dan media tanam sedangkan untuk pemanfaatan lain belum ada sama sekali. AHF diberi perlakukan NaOH 2,5%, 5%, 7,5% dan 10% dengan waktu perendaman 2 jam pada temperatur kamar, untuk mengetahui karakteristik fisik AHF maka dilakukan pengukuran panjang dan diameter serat, pengujian densitas, pengujian kadar air dan moisture sedangkan untuk mengetahui karakteristik mekanik dilakukan pengujian tarik serat tunggal sesuai dengan ASTM D 3379. Dari penelitian ini diketahui bahwa diameter AHF mengalami pengurangan diameter akibat perlakukan alkali, hal ini terkait dengan hilangnya kandungan lignin, pektin dan wax. Densitas AHF menurun dengan meningkatan prosentase NaOH bila dibandingkan dengan AHF tanpa perlakukan NaOH. Kekuatan tarik bervariasi dengan adanya perlakuan alkali.  Kekuatan tarik AHF tertinggi pada serat yang mengalami perlakukan NaOH 5% yaitu sebesar 165 Mpa dan kekuatan tarik terendah pada AHF dengan perlakuan Alkali 10% yaitu sebesar 137 MPa .


This paper analyzes the effect of alkali and non-alkali treatments on the physical characteristics, morphology and mechanical properties of betel nut huks fiber (areca Catechu L.). the used of agricultural waste has not been done optimally, causing environmental pollution. Areca Husk Fiber (AHF) only used as biomass fuel and planting medium, while for the other uses it has not existed. AHF was given 2.5%, 5%, 7.5% and 10% NaOH treatment with 2 hours immersion at room temperature, to known the physical characteristics of AHF then measured the length and diameter of fiber, density test, water content and moisture test. Mechanical characteristics of single fiber tensile testing in accordance with ASTM D 3379. From this study that known the diameter of AHF has a reduction in diameter due to alkaline treatment, this is related to loss of lignin, pectin and wax content. The density of AHF decreases with the percentage increase of NaOH when compared with AHF without the treatment of NaOH. Tensile strength varies with alkaline treatment. The highest AHF tensile strength in treated fibers was 5% NaOH of 165 Mpa and lowest tensile strength in AHF with 10% Alkali treatment of 137 MPa.

References

[1] P. Penelitian, P. K. Kehutanan, P. Hasil, H. Jl, and G. B. No, “TIGA CARA PENYADAPAN (Harvesting of Pine Resin Using Three Tapping Techniques ),” vol. 32, no. 1, pp. 62–70, 2014.
[2] L. Yusriah, S. M. Sapuan, E. S. Zainudin, and M. Mariatti, “Exploring the Potential of Betel Nut Husk Fiber as Reinforcement in Polymer Composites: Effect of Fiber Maturity,” Procedia Chem., vol. 4, pp. 87–94, 2012.
[3] R. Barlina, “Peluang Pemanfaatan Buah Pinang Untuk Pangan Opportunity of Arecanut for Food Utilizing,” pp. 96–105, 2003.
[4] C. I. P. K. Kencanawati, N. P. G. Suardana, I. K. G. Sugita, and I. W. B. Suyasa, “A study on biocomposite from local balinese areca catechu l. husk fibers as reinforced material,” IOP Conf. Ser. Mater. Sci. Eng., vol. 201, no. 1, 2017.
[5] L. Yusriah, S. M. Sapuan, E. S. Zainudin, M. Mariatti, and M. Jawaid, “Thermo-Physical , Thermal Degradation , and Flexural Properties of Betel Nut Husk Fiber Reinforced Vinyl Ester Composites,” pp. 1–10, 2015.
[6] C. Istri, P. Kusuma, N. Putu, G. Suardana, and I. Ketut, “Analisis sifat fisik dan kekuatan tarik limbah serat Areca Catechu L . sebagai biofibre pada komposit,” 2016.
[7] M. M. Hassan, M. H. Wagner, and H. U. Zaman, “Physico-Mechanical Performance of Hybrid Betel Nut ( Areca catechu ) Short Fiber / Seaweed Polypropylene Composite,” no. December 2014, pp. 37–41, 2010.
[8] G. Ramachandra Reddy, M. Ashok Kumar, and K. V. . Chakradhar, “Fabrication and performance of hybrid Betel nut (Areca catechu) short fiber/ Sansevieria cylindrica (Agavaceae) epoxy composites,” Int. J. Mater. Biomater. Appl., vol. 1, no. 1, pp. 6–13, 2011.
[9] K. Witono and R. Soenoko, “Pengaruh Perlakuan Alkali ( NaOH ) Terhadap Morfologi dan Kekuatan Tarik Serat Mendong,” no. September 2017, 2013.
[10] B. Kitaba, A., Tamir, “Effect of harvesting stage and nutrient levels on nutritive values of natural pasture in central highlands of Ethiopia,” Agric. Trop. Subtrop., vol. 40, no. November 2001, pp. 7–13, 2007.
[11] A. D. Betan and A. As, “Pengaruh Persentase Alkali pada Serat Pangkal Pelepah Daun Pinang ( Areca Catechu ) terhadap Sifat Mekanis Komposit Polimer,” vol. 5, no. 2, pp. 119–126, 2014.
[12] S. Sasmal, V. V. Goud, and K. Mohanty, “Characterization of biomasses available in the region of North-East India for production of biofuels,” Biomass and Bioenergy, vol. 45, pp. 212–220, 2012.
[13] L. Y. Mwaikambo, M. P. Ansell, A. Dufresne, M. Hughes, C. Hill, and P. M. Wild, “Current international research into cellulosic fibres and composites,” vol. 6, pp. 2107–2131, 2001
Published
2018-04-27
How to Cite
KUSUMA KENCANAWATI, Cokorda Putri et al. Pengaruh Perlakukan Alkali terhadap Sifat Fisik, dan Mekanik Serat Kulit Buah Pinang. Jurnal Energi Dan Manufaktur, [S.l.], v. 11, n. 1, p. 6-10, apr. 2018. ISSN 2541-5328. Available at: <https://ojs.unud.ac.id/index.php/jem/article/view/39140>. Date accessed: 24 mar. 2019. doi: https://doi.org/10.24843/JEM.2018.v11.i01.p02.