Meningkatkan Pendapatan Masyarakat dengan Mesin Pencacah Sampah Plastik

  • I Gede Putu Agus Suryawan
  • Cok. Istri P. Kusuma Kencanawati
  • I Made Widiyarta

Abstract

Bali merupakan pintu gerbang pariwisata Indonesia, menjadi sorotan dunia bagaimanamengelola sampah. Reduce, Reuse dan Recycle disingkat 3R atau Mengurangi, MemakaiUlang dan Mendaur Ulang adalah prinsip utama mengelola sampah mulai dari sumbernya,melalui tiga langkah ini akan mampu mengurangi jumlah sampah yang dibuang ke TPA(Tempat Pengolahan Akhir). Pengelolaan sampah yang kurang baik dapat memberikanpengaruh negatif bagi kesehatan, lingkungan, maupun bagi kehidupan sosial ekonomi danbudaya masyarakat. Produksi sampah di TPA Linggasana Karangasem perhari adalah 120m3/hari atau sekitar 18,26 ton/hari, sampah plastik mencapai 22,6 %, yang bisa didaur ulangsekitar 17%. Jadi sampah plastik yang bisa didaur ulang adalah 3,1 ton/hari, ini merupakanpotensi bisnis yang sangat potensial.Masyarakat malas dalam memilah sampah organik dananorganik karena tidak memberikan nilai tambah kepada masyarakat, dilakukan pelatihan danpengenalan mesin pencacah sampah plastik sehingga masyarakat berminat dalam memilahsampah-sampah itu. Sampah plastik itu dijual ke pada kelompok Asri Linggasana ataukelompok Lestari Buana Giri.Kata kunci: sampah plastik, mesin pencacah

Bali is Indonesian tourism gateway and become world attention on how to manage waste.Reduce, Reuse and Recycle abbreviated 3R is a major principle of managing the waste fromthe source. Through these three steps will be able to reduce the amount of waste disposed of tolandfill. Poor waste management can have a negative effect on health, the environment, and forsocial, economic and cultural life of the community. Production of waste in the landfillLinggasana Karangasem per day is 120 m3 / day or approximately 18.26 tons / day, reaching22.6% of plastic waste, which can be recycled approximately 17%. So, the plastic waste thatcan be recycled is 3.1 tons / day, this is a highly potential business potential. The society is notinterest in sorting organic and inorganic waste because it does not add value to the community.Training and introduction of plastic waste thrasher is conducted so that people interested insorting out the rubbish. Plastic waste was sold to the group Linggasana Asri or group BuanaLestari Giri.Keywords: plastic waste, thrasher

Downloads

Download data is not yet available.

Author Biographies

I Gede Putu Agus Suryawan
Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas UdayanaKampus Bukit Jimbaran Bali 80362
Cok. Istri P. Kusuma Kencanawati
Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas UdayanaKampus Bukit Jimbaran Bali 80362
I Made Widiyarta
Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas UdayanaKampus Bukit Jimbaran Bali 80362
How to Cite
SURYAWAN, I Gede Putu Agus; KENCANAWATI, Cok. Istri P. Kusuma; WIDIYARTA, I Made. Meningkatkan Pendapatan Masyarakat dengan Mesin Pencacah Sampah Plastik. Jurnal Energi Dan Manufaktur, [S.l.], v. 8, n. 1, july 2015. ISSN 2541-5328. Available at: <https://ojs.unud.ac.id/index.php/jem/article/view/14230>. Date accessed: 22 oct. 2020.
Section
Articles

Keywords

sampah plastik, mesin pencacah