Elastisitas Permintaan Produk Tembakau di Indonesia: Studi Konsumsi Rokok Lintas Rumah Tangga

  • Mohtar Rasyid Universitas Trunojoyo

Abstract

Di tengah kesulitan pemerintah untuk menemukan sumber penerimaan negara, wacana kenaikan cukai ini memang merupakan opsi yang bisa diterima. Akan tetapi, pihak industri tentu tidak akan tinggal diam menyikapi isu ini. Dengan latar belakang tersebut, paper ini bertujuan untuk menganalisis efek kuantitatif perubahan cukai terhadap permintaan rokok sekaligus implikasinya terhadap penerimaan negara. Data yang digunakan adalah hasil survei Indonesia Family Life Survey (IFLS) rilis terbaru (2014) yang menyediakan seksi khusus mengenai kebiasaan merokok. Menggunakan model estimasi permintaan myopic, riset ini menghasilkan beberapa temuan penting. Pertama, respon permintaan rokok terhadap cukai ternyata asimetris. Untuk kelas cukai yang berbeda, dihasilkan estimasi elastisitas harga yang berbeda pula. Kedua, sebagai konsekwensi dari temuan sebelumnya, efek kenaikan rokok terhadap penerimaan cukai juga tidak linear. Kenaikan cukai tidak selalu berimplikasi pada penurunan penerimaan secara tajam. Tipe rokok dengan level harga yang relatif mahal, relatif memiliki jenis permintaan yang relatif inelastik. Kenaikan harga cukai rokok pada segmen pasar kelas ini tidak banyak mengurangi permintaan.

Downloads

Download data is not yet available.
Published
2019-02-06
How to Cite
RASYID, Mohtar. Elastisitas Permintaan Produk Tembakau di Indonesia: Studi Konsumsi Rokok Lintas Rumah Tangga. Jurnal Ekonomi Kuantitatif Terapan, [S.l.], p. 97-107, feb. 2019. ISSN 2303-0186. Available at: <https://ojs.unud.ac.id/index.php/jekt/article/view/33382>. Date accessed: 30 sep. 2022. doi: https://doi.org/10.24843/JEKT.2019.v12.i01.p10.