Variasi Penggunaan Kata Ganti Orang dalam Bahasa Bali Pada Novel Raja Cenik

  • Ni Made Ariani Universitas Udayana

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi variasi penggunaan kata ganti orang dalam bahasa Bali pada novel Raja Cenik yang merupakan novel terjemahan dari novel Le Petit Prince karya Antoine de Saint-Exupéry serta untuk menganalisis pengaruh dari penggunaan variasi ini dalam proses komunikasi antar tokoh-tokoh pada novel. Pendekatan deskriptif – kualitatif diterapkan dalam penelitian ini, sedangkan pengumpulan data dilakukan dengan mengkombinasikan metode non-interaktif dengan teknik baca, simak serta catat. Teori yang dikemukakan oleh Tinggen (1986) digunakan untuk menganalisis keseluruhan data. Sebagai temuan pertama, variasi penggunaan kata ganti orang yang ditemukan, meliputi Titiang, Gelah, Icang, Iraga, Awaké, Cai, Iba, Ida dan Ipun. Keseluruhan variasi ini dapat dikategorikan ke dalam tingkatan kebahasaan atau yang dikenal dengan istilah Anggah-Ungguhing dalam bahasa Bali, yakni Alus Singgih (Ida), Alus Sor (Titiang, Ipun), Andap (Gelah, Iraga, Awaké, Cai, Iya) serta Kasar (Icang, Iraga, Awaké, Iba, Iya). Sebagai temuan kedua, variasi penggunaan kata ganti orang dalam bahasa Bali memberikan pengaruh yang sangat kuat dalam proses komunikasi sebagai penanda kasta atau kedudukan sosial yang dimiliki si penutur dan si mitra tutur.

References

Andini, Ni Putu Melda, Riana, I Ketut & Dhanawaty, Ni Made. (2019). Penggunaan Sor Singgih Basa Bali Pada Cerpen Berbahasa Bali Siswa SMP Negeri 5 Denpasar. Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora, 8(2), 105 - 111.

Bungin, Burhan. (2007). Penelitian Kualitatif: Komunikasi, Ekonomi, Kebijakan Publik, dan Ilmu Sosial Lainnya. Jakarta: Kencana.

Creswell, John W. (2009). Research Design: Qualitative, Quantitative and Mixed Methods Approaches (Third Edition). California: SAGE Publications, Inc.

De Saint – Exupéry, Antoine. (2019). Raja Cenik (Diterjemahkan oleh Cokorda Sawitri). Denpasar: PT. Sekali Bali.

Granoka, Ida Wayan Oka, dkk. (1996). Tata Bahasa Baku Bahasa Bali. Denpasar: Balai Penelitian Bahasa.

J, Kersthen. (1970). Warna-Warna Bahasa Bali (Dimuat dalam Tata Bahasa Bali). Ende Flores: Arnold Dus.

Jiang, Wenying. (2000). The Relationship between Culture and Language. ELT Journal, 54(4), 328-334.

Koentjaraningrat, Prof. Dr. (1993). Manusia dan Kebudayaan di Indonesia. Jakarta: Jambatan.

Kramsch, Claire J. (1998). Language and Culture. Oxford: Oxford University Press.

Mastini, Gusti Nyoman. (2019). Rasa Bahasa dalam Bahasa Bali. Kalangwan: Jurnal Pendidikan Agama, Bahasa dan Sastra, 9(2), 122 - 125.

Sutika, I Nyoman Duana. (2019). Penggunaan Anggah – Ungguhing Basa Bali: Sebuah Kesantunan dan Penanda Kelas Sosial Masyarakat Bali. Pustaka, 19(2), 68 – 73.

Sutopo, H. B. (2006). Metodologi Penelitian Kualitatif: Dasar Teori dan Terapannya dalam Penelitian. Surakarta: Universitas Sebelas Maret.

Tinggen, I Nengah. (1986). Sor Singgih Basa Bali. Singaraja & Denpasar: Rhika Dewata.
Published
2021-11-20
How to Cite
ARIANI, Ni Made. Variasi Penggunaan Kata Ganti Orang dalam Bahasa Bali Pada Novel Raja Cenik. International Seminar on Austronesian Languages and Literature, [S.l.], v. 9, n. 1, p. 391-398, nov. 2021. Available at: <https://ojs.unud.ac.id/index.php/isall/article/view/80401>. Date accessed: 22 may 2022.