Ekoleksikal Usaha Gula “Jaka” Belimbing dalam Guyub Tutur Bahasa Bali di Tabanan: Kajian Ekolinguistik

  • Eka Dwi Putra Universitas Udayana

Abstract

Ekolinguistik adalah suatu kajian interdisipliner (holistic approach) dalam ilmu linguistik yang memiliki parameter interelasi (interrelationship) yaitu melihat interrelasi antara bahasa dan lingkungannya (Haugen dikutip dalam Fill dan Muhlhauser, 2001: 59). Usulan penelitian ini dimaksudkan untuk mendukung upaya pelestarian pohon aren (jaka) di Tabanan, khususnya Desa Belimbing. Data pada penelitian ini diperoleh dengan cara wawancara dan menyimak berbagai aktivitas pembuatan gula jaka Desa Belimbing. Penelitian ini dikaji dengan menggunakan teori ekolinguistik untuk memaparkan bentuk leksikon dan makna leksikon yang berkaitan dengan usaha gula aren (jaka). Hasil penelitian ini nantinya berupa ekoleksikon kejakaan yang terkait dengan leksikon-leksikon yang menggambarkan interaksi antar makhluk hidup dan interaksi makhluk hidup dengan lingkungannya. Secara garis besar proses pembuatan kerajinan usaha gula aren ini menghasilkan dua ekoleksikon utama, yaitu pertama leksikon nomina berupa alat-alat dalam proses pembuatannya dan kedua leksikon verba dalam proses pengolahan dan pembuatannya. Selain leksikon-leksikon utama tersebut juga ditemukan leksikon berupa adjektiva dan numeralia yang ditemukan dalam proses pengambilan air nira (Jaka) sampai pada pengolahannya menjadi gula ‘Jaka’ Belimbing. Proses dinamika dalam perubahan aktivitas masyarakat desa Belimbing seperti adanya aktivitas pariwisata dapat merubah tatanan leksikon-leksikon yang sering digunakan oleh masyarakat desa Belimbing dalam bidang pertanian bisa hilang tergerus oleh arus pariwisata. Tidak adanya generasi muda yang tertarik menekuni kerajinan usaha ini bisa menjadi boomerang akan hilangnya kegiatan usaha ini. Selain itu, apabila pohon ‘Jaka’ tidak lagi diberdayakan oleh masyarakat, maka akan ada banyak leksikon yang hilang karena tidak lagi digunakan oleh masyarakat Tabanan pada khususnya dan Bali pada umumnya.

References

Fill, Alwin, Peter Mühläusler (Eds.). 2001. The Ecolinguistics Reader: Language, Ecology, and Environment. London and New York: Continuum.

Kridalaksana, Harimurti. 2008. Kamus Linguistik. Jakarta: Gramedia Pustaka.

Kridalaksana, Harimurti. 1988. Kelas Kata dalam Bahasa Indonesia. Jakarta: PT. Gramedia.

Lindø Anna Vibeke & Jeppe Bundsgaard (eds). 2000. Dialectical Ecolinguistics: Three Essays for the Symposium 30 Years of Language and Ecology in Graz December. 2000. Odense: University of Udense

Mbete, Aron Meko. 2013. Penuntun Singkat Penulisan Proposal Penelitian Ekolinguistik. Denpasar: Penerbit Vidia.

Sulaga, I Nyoman, dkk. 1996. Tata Bahasa Baku Bahasa Bali. Denpasar: Pemerintah Propinsi Daerah Tingkat I Bali.

Tim Penyusun kamus. 2008. Kamus Bali-Indonesia Beraksara Latin dan Bali. Denpasar: Badan Pembina Bahasa, Aksara dan Sastra Bali bekerjasama dengan Dinas Kebudayaan Kota Denpasar.

Tim Penyusun kamus. 1993. Kamus Bali-Indonesia. Denpasar: Dinas Pendidikan dasar Provinsi Bali
Published
2021-11-20
How to Cite
DWI PUTRA, Eka. Ekoleksikal Usaha Gula “Jaka” Belimbing dalam Guyub Tutur Bahasa Bali di Tabanan: Kajian Ekolinguistik. International Seminar on Austronesian Languages and Literature, [S.l.], v. 9, n. 1, p. 311-314, nov. 2021. Available at: <https://ojs.unud.ac.id/index.php/isall/article/view/80387>. Date accessed: 03 oct. 2022.