Dialek Sebagai Identitas Masyarakat Bahasa di Pulau Lombok

  • Muhammad Dedad Bisaraguna Akastangga Universitas Udayana

Abstract

Language is a means of communication as well as the identity of a particular society. A language community is all people who use a particular language (dialect). On the island of Lombok, NTB, there are several dialects that are used by speakers of the language and at the same time become the identity of a community. This study tries to describe the identity of the people of Lombok NTB seen from the dialect aspect used. To describe the identity of the people on the island of Lombok, NTB, the researchers used descriptive qualitative research methods with a sociolinguistic approach. The data collection method used is the listening method with face-to-face conversational techniques, interviews, and note-taking techniques. The purpose of this study is to describe the dialects that exist on the island of Lombok NTB as an identity or characteristic of a particular community. Based on observations, it was found that several types of dialects are widely used on the island of Lombok as the identity of an area, namely: meno-mene dialect, ngeto-ngete dialect, ngeno-ngene dialect, and meriak-meriku dialect. All of these dialects make the area have the characteristics of a language-speaking community as well as become the identity of an area where the native speakers of that language live

References

Azmi, Muh. Asrul. (2017). Bentuk, Fungsi, dan Makna Komposisi Bahasa Sasak Dialek Meno-Mene di Desa Mekar Bersatu Kecamatan Batukliang Kabupaten Lombok Tengah. Skripsi tidak diterbitkan. Program Studi Pendidikan Bahasa dan Seni, Universitas Mataram: Mataram.

Aridawati, Ida Ayu dkk, 1995. Struktur Bahasa Sasak Umum. Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa Departemen Pendidikan Dan Kebudayaan Jakarta.

Harimurti, Kridalaksana. (2001). Kamus Linguistik. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Hilmi, Moh. (2017). Leksikostatistik Bahasa (Sasambo) Bahasa Sasak, Bahasa Sumbawa/Samawa, dan Bahasa Bima/Mbojo : Kajian Linguistik Historis Komparatif. Fondatia: Jurnal Pendidikan Dasar, Vol. 1 No. 1, Maret.

Hilmi, Hubbi Saufan dan Fabio Testy Ariance Loren. (2019). Medan Makna Aktivitas Tangan dalam Bahasa Sasak Dialek Ngeno-Ngene, Ranah: Jurnal Kajian Bahasa, 8 (1), 53-75. doi: https://doi.org/10.26499/rnh.v8i1.625
Malabar, Sayama. (2015). Sosiolinguistik. Gorontalo : Ideas Publisihing.

Mastur. (2015). Bentuk dan Fungsi Klitika Bahasa Sasak Dialek Meno-Mene Desa Babussalam Kecamatan Gerung Lombok Barat. Skripsi tidak diterbitkan. Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia dan Daerah Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Mataram: Mataram.

Mahsun. (2014). Metode Penelitian Bahasa: Tahapan Strategi, Metode dan Tekniknya. Jakarta : Rajawali Pers.

Muhammad. (2016). Metode Penelitian Bahasa. Jogjakarta: Ar-Ruzz Media.

Naning, Julia Setia Ayu Dwis. (2019). Bentuk dan Makna Kompositum Bahasa Sasak Dialek Meriaq-Meriku di Desa Gapura Kecamatan Pujut Kabupaten Lombok Tengah. Skripsi tidak diterbitkan. Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Muhammadiyah Mataram: Mataram.

Sarah, Dian Mei. (2016). Klaster Bahasa Sasak Dialek Meriak-Meriku di Desa Ubung Kecamatan Jonggat: Kajian Fonologi. Skripsi tidak diterbitkan. Program Studi Pendidikan Bahasa Sastra Indonesia dan Daerah, Universitas Mataram: Mataram.

Zulkifli. (2012). Kekerabatan Bahasa Sasak Dialek Meno-Mene dan Bahasa Sumbawa Besar: Kajian Linguistik Historis Komparatif. Skripsi tidak diterbitkan. Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Universitas Muhammadiyah Mataram: Mataram.
Published
2021-11-19
How to Cite
DEDAD BISARAGUNA AKASTANGGA, Muhammad. Dialek Sebagai Identitas Masyarakat Bahasa di Pulau Lombok. International Seminar on Austronesian Languages and Literature, [S.l.], v. 9, n. 1, p. 139-146, nov. 2021. Available at: <https://ojs.unud.ac.id/index.php/isall/article/view/79894>. Date accessed: 22 may 2022.