HUBUNGAN JENIS KELAMIN, USIA DAN PEKERJAAN DENGAN KEJADIAN ASFIKSIA GANTUNG DIRI DI RSUD DR SOETOMO TAHUN 2013-2016

  • Siti Ermawati Fakultas Kedokteran, Universitas Airlangga
  • Bendrong Moediarso Departemen Ilmu Kedokteran Forensik dan Medikolegal, Fakultas Kedokteran,Universitas Airlangga
  • Soedarsono Soedarsono Departemen Pulmonologi dan Ilmu Kedokteran Respirasi, Fakultas Kedokteran, Universitas Airlangga

Abstract

Latar Belakang: Bunuh diri merupakan fenomena yang terus meningkat dan hingga kini belum dapat dipahami secara pasti penyebab munculnya tindakan bunuh diri oleh seseorang. Bunuh diri merupakan penyebab kedua tertinggi kematian individu dengan rentang usia 15-29 tahun di dunia. Salah satu cara bunuh diri adalah mati gantung diri (hanging). Hanging adalah bentuk kematian akibat pencekikan dengan alat jerat, gaya yang bekerja pada leher berasal dari hambatan gravitasi berat tubuh atau bagian tubuh sehingga menimbulkan asfiksia lalu kematian. Tujuan: Mengetahui hubungan antara jenis kelamin, usia dan pekerjaan dengan kejadian asfiksia gantung diri di RSUD Dr Soetomo tahun 2013-2016. Metode: Merupakan jenis penelitian analitik desain cross sectional dengan sampel korban meninggal asfiksia di Instalasi Kedokteran Forensik & Medikolegal RSUD Dr Soetomo tahun 2013-2016. Hasil: dari 108 data meliputi 45 data korban meninggal karena asfiksia gantung diri dan 63 data korban meninggal karena asfiksia tidak gantung diri menunjukkan ada hubungan usia dengan kejadian asfiksia gantung diri (p=0,036) dan nilai contingency coefficient 0.221 yang artinya terdapat hubungan berkekuatan lemah. Namun, tidak ada hubungan antara jenis kelamin dengan terjadinya asfiksia gantung diri (p=1). Tidak ada hubungan antara pekerjaan dengan terjadinya asfiksia gantung diri (p=0,264). Kesimpulan: ada hubungan antara usia dengan kejadian asfiksia gantung diri. Namun, tidak ada hubungan antara jenis kelamin dan pekerjaan dengan terjadinya asfiksia gantung diri. Diperlukan sosialisasi kepada masyarakat tentang faktor risiko terjadinya asfiksia gantung diri agar kewaspadaan masyarakat meningkat dan asfiksia gantung diri dapat dicegah. Diperlukan penelitian lebih lanjut dengan variabel lain agar faktor risiko asfiksia gantung diri dapat diketahui secara pasti.

Downloads

Download data is not yet available.

References

1. Ratih, AA Sagung Weni Kumala & Tobing, D. H. Konsep Diri Pada Pelaku Percobaan Bunuh Diri Pria Usia Dewasa Muda Di Bali. Jurnal Psikologi Udayana. Program Studi Psikologi, Fakultas Psikologi, Universitas Udayana. 2016, Vol. 3, No. 3, 430-444.
2. Hawari, H. D. Psikopatologi Bunuh Diri. Jakarta: Balai Penerbit FKUI. 2010.
3. Kaplan, H.I., Sadock, B.J., and Grebb, J.A.,. Sinopsis Psikiatri : Ilmu Pengetahuan Perilaku Psikiatri Klinis. Jilid Satu. Editor: Dr. I. Made Wiguna S. Jakarta: Bina Rupa Aksara: 113-129, 149-183. 2010.
4. Emory University (n.d.). Suicide statistics. Retrieved from http://www.emorycaresforyou.emory.edu/resources/suicidestatistics.html
5. H, Tasmono. Distribusi Kasus Kematian Akibat Asfiksia Di Malang Raya Yang Diperiksa Di Instalasi Kedokteran Forensik RSSA Tahun 2006-2007. Malang. Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya. 2012.
6. Reddy, P. S., & Kumar, R. R. Asphyxial deaths at District Hospital, Tumkur A retrospective study. India. 2012. Available on: http://imsear.hellis.org/handle/123456789/143484 Journal of Indian Academy of Forensic Medicine
7. Forensik, Bagian Kedokteran. Ilmu Kedokteran Forensik. Jakarta. FKUI.1997.
8. Knight, B., Forensic Pathology. 2nd ed. New York: Oxford University Press, Inc, 347351. 1996. Diakses di: https://www.inventati.org/sabotage/images/6/6e/7856e6154d66b52cc0886ea3b75767d3.pdf
9. Stevenson, Michael. R. Gender Roles through the Life Span. A Multidisciplinary Perspective. Ball State University, Muncle. 1994.
10. Anonim. Kamus Besar Bahasa Indonesia Online. Kbbi.web.id. 2017. Diakses pada tanggal 16 Oktober 2017. Surabaya.
11. Undang-Undang RI Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan.
12. Depkes RI. Sistem Kesehatan Nasional. Jakarta. 2009.
13. Notoatmodjo, S. Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta. 2010.
14. Sharma SD, Gopalakrishna R. Suicide-a retrospective study in a culturally distinct community in India. Int J Soc Psychiatry 24. 1978 p: 13-18. doi: http://dx.doi.org/10.1177/002076407802400103.
15. Hedge RS. Suicide in rural community. Indian J Psychiatry. 1980. P: 22:368-70.
16. Bhatia MS, Aggarwal NK, Aggarwal BBL. Psychosocial profile of suicide ideators, attempters and completers in India. Int J Soc Psychiatry .2000. 46: 155-163. doi: http://dx.doi. org/10.1177/002076400004600301.
17. Sharma BR, Singh VP, Sharma R, Sumedha. Unnatural deaths In northern India: a profile. Journal of Indian Academy of Forensic Medicine. 2004. 26: 140-146
18. Prasad J, Abraham VJ, Minz S, Abraham S, Joseph A, Muliyil JP et al. Rates and factors associated with suicide in Kaniyambadi Block, Tamil Nadu, South India, 2000-2002. Int J Soc Psychiatry .2006; 52: 65-71. doi: http://dx.doi.org/10.1177/0020764006061253.
19. Chavan B, Singh G, Kaur J, Kochar R. Psychological Autopsy of 101 Suicide Cases from Northwest Region of India. Indian J Psychiatry. 2008; 50: 34-38. doi: http://dx.doi.org/10.4103/0019-5545.39757.
20. Nurina. Tanda Kardinal Asfiksia Pada Kasus Gantung Diri Yang Diperiksa Di Departemen Forensik FK USU RSUP H. Adam Malik/ RSUD Pirngadi Medan Pada Bulan Januari 2007- Desember 2009. Medan: Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara. 2010.
21. Hariadi MB. Karakteristik Gantung Diri yang diperiksa di Instalasi Kedokteran Forensik RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta Periode 1 November 2006 – 31 November 2009. Yogyakarta. 2011.
22. Ernoehazy W. Hanging injuries and Strangulation. 2011. Available at:(http://emedicine.medscape.com/article/826704-overview#showall.
23. Ponnudurai R, Jeyakar J. Suicide in Madras. Indian J Psychiatry. 1980; 22: 203-205.
24. Bastia BK, Kar N. A Psychological Autopsy Study Of Suicidal Hanging From Cuttack, India: Focus On Stressful Life Situations. Arch Suicide Res 13. 2009: 100-104. doi: http://dx.doi.org/10.1080/13811110802572221.
25. Mohanty S, Sahu G, Mohanty MK, Patnaik M. Suicide in India: A Four Year Retrospective Study. J Forensic Leg Med. 2007; 14: 185-189. doi: http://dx.doi.org/10.1016/j.jcfm.2006.05.007.
26. Maris,R.W, Berman, A.L, Silverman,M.M. Comprehensive Textbook of Suicidology. New York: the Guilford Press. 2000.
27. Lestarianita & Fakhrurrozi. Pengatasan Stres pada Perawat Pria dan Wanita. Jurnal Psikologi Volume 1, No. 1, Desember 2007. Depok: Fakultas Psikologi Universitas Gunadarma. 2007.
28. Weiten, W., and Llyod, M.A. Psychology Applied to Modern Life: Adjustment in the 90s. Brooks/Cole Publishing Company New York. 1997.
29. Nasution et al., Gambaran Tanda Kardinal Asfiksia Pada Kasus Kematian Gantung Diri di Departemen Forensik RSU Dr. Muhammad Hoesin Palembang Periode Tahun 2011-2012. Syifa’ Medika, Vol. 5 (No.1), September 2014. Palembang: Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Palembang. 2014.
30. Alvarado et al., Increase in Suicide Rates by Hanging in the Population of Tabasco, Mexico between 2003 and 2012. International Journal of Environmental Research and Public Health 13. 2016, 552; doi: 103390/ijerph13060552. Available at: www.mdpi.com/journal/ijerph.
31. CDC. Suicide risk and protective factors. [online]. 2015. Available from: http://www.cdc.gov/violencepreventi on/suicide/riskprotectivefactors.html.
32. Feltham, C., & Horton, I. Counseling and psychotherapy. The Sage Handbook. 2nd edition British: Sage Publication, Ltd. 2006.
33. Milner et al.,. Low Control and High Demands at Work as Risk Factors for Suicide: An Australian National Population-Level Case-Control Study. Psychosomatic Medicine: April 2017 - Volume 79 - Issue 3 - p 358–364 doi: 10.1097/PSY.0000000000000389. Available at: http://journals.lww.com/psychosomaticmedicine/Abstract/2017/04000/Low_Control_and_High_Demands_at_Work_as_Risk.13.aspx
34. Rane & Nadkarni. Suicide in India: a systematic review. Shanghai Archives of Psychiatry, 2014, Vol. 26, No. 2. doi: http://dx.doi.org/10.3969/j.issn.1002-0829.2014.02.003.
Published
2018-11-23
How to Cite
ERMAWATI, Siti; MOEDIARSO, Bendrong; SOEDARSONO, Soedarsono. HUBUNGAN JENIS KELAMIN, USIA DAN PEKERJAAN DENGAN KEJADIAN ASFIKSIA GANTUNG DIRI DI RSUD DR SOETOMO TAHUN 2013-2016. Indonesian Journal of Legal and Forensic Sciences (IJLFS), [S.l.], v. 8, n. 1, p. 12 - 30, nov. 2018. ISSN 2657-0815. Available at: <https://ojs.unud.ac.id/index.php/ijlfs/article/view/42454>. Date accessed: 06 july 2020. doi: https://doi.org/10.24843/IJLFS.2018.v08.i01.p04.