POTENSI EKSTRAK BATANG BAJAKAH KALALAWIT (Uncaria gambir (W.Hunter) Roxb.) TERHADAP PENURUNAN KADAR MALONDIALDEHID (MDA) TIKUS WISTAR
Abstract
Diabetes melitus (DM) ditandai dengan peningkatan kadar glukosa darah (hiperglikemia). Hiperglikemia tidak terkendali dapat mempercepat pembentukan senyawa oksigen reaktif (ROS) dan radikal bebas. Peningkatan radikal bebas disertai gangguan pertahanan antioksidan endogen mengakibatkan keadaan stres oksidatif dan akhirnya akan menghasilkan malondialdehid (MDA). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat potensi ekstrak batang Bajakah Kalalawit (Uncaria gambir (W.Hunter) Roxb.) terhadap penurunan kadar Malondialdehid pada tikus Wistar. Metode penelitian ini True Experimental Design yang menggunakan Posttest Control Group Design dengan Tikus putih jantan (Rattus norvegicus) Galur Wistar. Hewan percobaan dibagi menjadi lima kelompok terdiri. Semua kelompok tikus diinduksi streptozotocin dengan dosis 45 mg/kgBB kecuali kelompok normal (KN). Pada kelompok perlakuan diberikan ekstrak batang Bajakah Kalalawit dengan tiga dosis yaitu 50 mg/kgBB (P1), 75 mg/kgBB (P2), dan 100 mg/kgBB (P3) selama 21 hari. Pada hari ke-22 diambil sampel serum darah dan diukur kadar dengan menggunakan spektrofotometer panjang gelombang 500-600 nm. Hasil penelitian ini menunjukkan ekstrak batang Bajakah Kalalawit (Uncaria gambir (W.Hunter) Roxb.) dapat menurunkan kadar MDA pada tikus yang diinduksi streptozotocin karena mengandung saponin, alkaloid, flavonoid, tannin, steroid, dan triterpenoid yang bekerja dengan mekanisme antioksidan dan antihiperglikemia. Kelompok perlakuan pemberian ekstrak batang Bajakah Kalalawit pada dosis 100 mg/KgBB merupakan dosis efektif dalam menurunkan kadar malondialdehid pada tikus wistar yang diinduksi STZ.
Kata Kunci : Uncaria gambir (W.Hunter) Roxb, Hiperglikemia, Malondialdehid