FAKTOR PENENTU KESEJAHTERAAN ROHANIWAN HINDU DI BALI (STUDI KASUS IDA PANDITA MPU)
Abstract
Analisis terhadap kesejahteraan rohaniwan belum banyak dilakukan. Eksistensi rohaniwan Hindu, khususnya Sulinggih penting dalam kegiatan keagamaan di Bali. Kenyataan bahwa Sulinggih di Bali merupakan rohaniwan berumahtangga (Wiku Grhasta), namun dengan keterbatasan ruang gerak secara ekonomi mengarahkan penelitian ini untuk menganalisis faktor penentu kesejahteraannya. Subjek dalam penelitian ini adalah Sulinggih yang berasal dari warga Pasek yang bergelar Ida Pandita Mpu. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan dilakukan dengan metode survei dengan menyebarkan kuesioner kepada 161 responden. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan sampel jenuh. Penelitian ini menggunakan analisis deskriptif, analisis faktor eksploratori, dan analisis regresi. Berdasarkan analisis faktor diperoleh kesimpulan bahwa terdapat tiga faktor yang menentukan kesejahteraan Ida Pandita Mpu di Bali yaitu capaian non-fisik, capaian fisik, dan capaian ekonomi. Dari ketiga capaian tersebut, hanya capaian non-fisik yang berpengaruh signifikan terhadap kesejahteraan Ida Pandita Mpu di Bali. Penelitian ini mendukung salah satu konsep dalam teori kesejahteraan menurut Amartya Sen yaitu terkait dengan konsep functioning yang menjadi ukuran dalam mencapai kesejahteraan individu.