SKRINING FITOKIMIA TANAMAN OBAT DI KABUPATEN BIMA

  • Sry Agustina Program Studi Pendidikan Kimia Jurusan Pendidikan MIPA STKIP Bima, Indonesia
  • Ruslan Ruslan SMA Negeri 2 Soromandi Kabupaten Bima Nusa Tenggara Barat, Indonesia
  • Agrippina Wiraningtyas Program Studi Pendidikan Kimia Jurusan Pendidikan MIPA STKIP Bima, Indonesia

Abstract

ABSTRAK : Telah dilakukan penelitian tentang skrining fitokimia tanaman obat yang sering digunakan oleh masyarakat Bima sebagai obat tradisional. Beberapa jenis tanaman yang digunakan oleh masyarakat Bima sebagai obat-obatan tradisional diantaranya kunyit, temulawak, jahe, kulit buah delima dan sebagainya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan senyawa aktif yang terdapat dalam tanaman obat lokal yang berperan aktif dalam penyembuhan penyakit. Tanaman obat yang dianalisis pada penelitian ini adalah rimpang kunyit (Curcumma longa Linn), rimpang jahe (Zingiber officinale), rimpang temulawak (Curcuma xanthorrhiza), rimpang lengkuas (Alpinia galanga), daun jambu biji (Psidium guajava), daun sirsak (Annona muricata L.), daun sirih (Piper betle L.), daun salam (Syzygium polyanthum), kulit buah delima (Punica granatum) dan daun kecubung (Datura metel L). Metode yang digunakan pada penelitian ini merupakan metode penapisan/skrining fitokimia untuk mendeteksi kandungan senyawa metabolit sekunder seperti alkaloid, flavonoid, steroid/terpenoid, saponin dan tanin. Dari hasil skrining fitokimia ekstrak etanol tanaman obat yang telah dianalisis menunjukkan bahwa 10 sampel mengandung flavonoid, 9 sampel mengandung alkaloid, 9 sampel mengandung steroid, 4 sampel mengandung terpenoid, 5 sampel mengandung saponin dan 7 sampel mengandung tanin.

 

ABSTRACT : A research on the phytochemical screening of medicinal plants are often used by Bima community as a traditional medicine was been done. Some types of plants used by Bima community as traditional medicines such as turmeric, ginger, pomegranate skin and so on. This study aims to determine the content of active compound contained in local medicinal plants an active compound in the healing of disease. Medicinal plants are analyzed in this study are turmeric, ginger rhizome, rhizome of ginger, galangal rhizome, the leaves of guava, soursop leaves, betel leaves, bay leaves, bark and leaves of pomegranate. The method used in this study is a method of phytochemical screening to detect the content of secondary metabolites, such as alkaloids, flavonoids, steroids/terpenoids, saponins and tannins. The results of phytochemical screening of ethanol extracts of medicinal plants has been analyzed showed that 10 samples contain flavonoids, 9 samples containing alkaloids, 9 samples containing steroid, 4 samples containing terpenoids, 5 samples contained saponins and 7 samples containingtannins.

 

 

References

Harborne JB. 1987. Metode Fitokimia. Penuntun Cara Modern Menganalisis Tumbuhan. Terjemahan Padmawinata K. dan Soediro. I. Bandung: Penerbit ITB
[2] Rohyani, I.S., Aryanti, E., Suripto, 2015, “Kandungan Fitokimia Beberapa Jenis Tumbuhan Lokal yang sering dimanfaatkan sebagai Bahan Baku Obat di Pulau Lombok”, Pros. Sem. Nas. Masy. Biodiv. Indon 1(2): 388-391.
[3] Sriwahyuni, I. 2010,” Uji fitokimia ekstrak tanaman anting-anting (Acalypha Indica Linn) dengan variasi pelarut dan uji toksisitas menggunakan brine shrimp (Artemia salina leach),” Skripsi. Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim. Malang
[4] Bhat, S. V., B. A. Nagasampagi and S. Meenakshi. 2009. Natural Products : Chemistry and Application. Narosa Publishing House, New Delhi. India.
[5] Sirait, M. 2007. Penuntun Fitokimia dalam Farmasi. Institut Teknologi Bandung, Bandung.
[6] Titis, M. B. M., E. Fachriyah, dan D. Kusrini. 2013,”Isolasi, Identifikasi dan Uji Aktifitas Senyawa Alkaloid Daun Binahong (Anredera cordifolia (Tenore) Steenis)”, Chem. Info., 1(1):196 – 201.
[7] Doerge F. 1982. Buku Teks Wilson Dan Gisvold Kimia Farmasi Dan Medicinal Organik, Institut Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Press: Semarang.
[8] Ikalinus, R., Widyastuti, S.K., Setiasih, N.L.E., 2015. “Skrining Fitokimia Ekstrak Etanol Kulit Batang Kelor (Moringa oleifera)”, Indonesia Medicus Veterinus. 4(1) : 71-79
[9] Sangi, M., Runtuwene, M.R.J., Simbala, H.E.I.,Makang, V.M.A., 2008. Analisis Fitokimia Tumbuhan Obat di Kabupaten Minahasa Utara”, Chem. Prog.1(1): 47-53.
Published
2016-06-28
How to Cite
AGUSTINA, Sry; RUSLAN, Ruslan; WIRANINGTYAS, Agrippina. SKRINING FITOKIMIA TANAMAN OBAT DI KABUPATEN BIMA. CAKRA KIMIA (Indonesian E-Journal of Applied Chemistry), [S.l.], v. 4, n. 1, p. 71 - 76, june 2016. ISSN 2302-7274. Available at: <https://ojs.unud.ac.id/index.php/cakra/article/view/21426>. Date accessed: 21 sep. 2019.
Section
Articles

Keywords

phytochemical screening; medicinal plants; Bima region