AKTIFITAS ANTIINFLAMASI TOPIKAL MINYAK ATSIRI DAN EKSTRAK ETER TUMBUHAN TENGGULUN, PROTIUM JAVANICUM, BURM TERHADAP MODEL INFLAMASI KULIT PADA TIKUS

  • I Wayan Suirta Jurusan Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Udayana, Bukit Jimbaran, Bali-Indonesia
  • Ni Made Puspawati Jurusan Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Udayana, Bukit Jimbaran, Bali-Indonesia
  • I.A. Raka Astiti Asih Jurusan Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Udayana, Bukit Jimbaran, Bali-Indonesia

Abstract

 

ABSTRAK: Tenggulun (Protium javanicum, Burm ) secara tradisional telah dimanfaatkan masyarakat Bali sebagai tanaman obat untuk mengobati bengkak. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan aktivitas antiinflamasi ekstrak eter kulit batang dan minyak atsiri daun tengulun pada udem (inflamasi) telinga tikus yang diinduksi TPA (12-O-tetradecanoylphorbol-13-acetate) secara topikal. Ekstraksi dilakukan dengan maserasi dan isolasi minyak atsiri dengan distilasi uap. Pada penelitian ini digunakan rancangan acak lengkap dengan sembilan kelompok perlakuan dengan masing-masing perlakuan terdiri dari lima ekor tikus. Inflamasi diukur 6 jam setelah perlakuan. Hasil triturasi 180g ekstrak etanol kulit batang tenggulun diperoleh 6,30 g ekstrak dietil eter dan hasil distilasi uap 4,5 kg daun segar diperoleh 2,5 g minyak atsiri. Hasil uji fitokimia ekstrak kulit batang tenggulun mengandung senyawa golongan terpenoid dan minyak atsiri mengandung senyawa flavonoid, terpenoid, dan steroid. Hasil uji aktifitas antiinflamasi menunjukkan bahwa persentase hambatan peradangan dari ekstrak tenggulun didapatkan : KEI (58,34%) , KEII (54,17%) , KEIII (45,85%) dan KAI (50,02%) yang menunjukkan hambatan yang tidak berbeda secara bermakna dengan hambatan yang diberikan oleh kontrol positip  KP (62,50%). Ekstrak eter 12 mg dan 20 mg masih memberikan hambatan peradangan yang lebih besar dari minyak atsiri 20 mg. Hasil uji histologi menunjukkan ekstrak eter dan minyak atsiri dapat menghambat migrasi sel radang lebih dari 50%.  Jumlah sel radang yang bermigrasi ke daerah peradangan sebanyak 17 sel untuk ekstrak eter dosis 20 mg/telinga  dan 20 sel radang untuk minyak atsiri dosis 20 mg/ telinga. Dengan induksi TPA jumlah sel radang yang bermigrasi ke daerah peradangan sebanyak 64 sel

ABSTRACT: Protium javanicum, Burm (Tenggulun) has been used traditionally in Bali as medicines to treat inflamation. This research aimed to evaluate topical anti-inflammatory activity of stem bark ether extract and essential oil of leaves on ear edema rats induced by TPA (12-O-tetradecanoylphorbol-13-acetate). Extraction of stem bark was done by maceration and the essential oil was produced by steam distillation. Complete Randomized Design with nine treatment groups was used in this study. Each of the treatment had five repetitions. The inflammation was measured after 6 hours of treatment. Trituration of 180 g crude ethanol extract with ether gave 6.30 g ether extract and steam distillation of 4.5 kg fresh leaves yielded 2.5 g of the essential oil.   Phytochemical study showed that stem bark ether extract only contained triterpenoid while the essential oil of leaves contained flavonoid, terpenoid, and steroid compounds. The yield of % inhibited antiinflamatory activity showed that KEI (58,34%), KEII (54,17%), KEIII (45,85%) and KAI (50,02%) was insignificantly different to positive control dexamethason which inhibited inflammation by 62.50%.  The result of histology test showed that ether extracts and essential oils can inhibit the formation of inflammatory cells of more than 50%. Dosis of 20 mg/ear of ether extract (formed 17 inflammatory cells) and 20 mg/ear of essential oil (formed 20 inflammatory cells) can inhibit the formation of inflammatory cells induced by TPA (formed 64 of inflammatory cells).

Downloads

Download data is not yet available.

References

[1] Mycek M.J., Harvey H.A., Champe P. Farmakologi Ulasan Bergambar. Edisi Kedua, Widya Medika, Jakarta, 2001, 276-279.
[2] Puignero V., Queralt J.,” Effect of topical applied cyclooxigenase-2-selective inhibitors on arachidonic acid and tetradecanoylphorbolacetate-induced dermal inflammation in the mouse”, Inflammation, 1997, 21:431-442.
[3] Kim S., Wong P., Coulombe P.A.,” Keratin cytoskeletal protein regulates protein synthesis and epithelial cell growth,” Nature, 2006, 441:362-365.
[4] Murphy J.E., Robert C., Kupper T.S.,” Interleukin-1 and cutaneous inflammation: a crucial link between innate and acquired immunity”, J. Invest Drematol, 2000, 114:602-608.
[5] Chi YS., Lim H., Park H., Kim H.P.,” Effect of Wogonin, a plant flavonones from Scutelaria radix on skin inflammation in vivo regulation on inflammation associated gene expression”, Biochem Pharmacol, 2003, 66:1271-1278.
[6] Katzung B.G. Farmakologi Dasar dan Klinik. Penerbit Salemba, Jakarta, 2002, 449-450.
[7] Nicoloff B.L. dan Steven S.R. ,”What are we learned in dermatology from the biology therapies?” J.Am.Acad. Deramtol, 2006, 54:143-151.
[8] Gottlieb A.B.,” Theraupetic options in the treatment of psoriasis and atopic dermatitis”, J.Am.Acad. Dermatol, 2005, 53:3-16.
[9] Nala N. Usada Bali. PT Upada Sastra, Denpasar, 1983.
[10] Segatri. Taru Pramana khasiat Tanam-tanaman untuk Obat Tradisional. Penerbit Upada Sastra, Denpasar, 1989.
[11] Sanjaya I.M.A.,”Isolasi dan Identifikasi Senyawa Atsiri yang Memiliki Aktivitas Antibakteri pada Daun Tenggulun (Protium javanicum Burm. F.),” Skripsi, Jurusan Kimia, FMIPA, Universitas Udayana, Bukit Jimbaran, 2002.
[12] Sukmajaya,”Isolasi dan Uji Aktivitas Antiinflamasi Minyak Atsiri Daun Tenggulun (Protium javanicum Burm. F.) terhadap Tikus Putih yang Diinduksi Karagenan”, Skripsi, Jurusan Kimia, F MIPA, Universitas Udayana, Bukit Jimbaran, 2012.
[13] Otuki M.F., Lima F.V. Malheiros A., Yunez R.A., Calixto J.B.,”Topical antiinflamatory effects of the ether extract from Protium klenii and α-amirin pentacyclic triterpene”, Life Sci., 2001, 69; 2225-2236
[14] Santos R.A., Fiotuda B.R. Arruda B.R., Tiago S.M., Rao V.S., “Antihyperglycemic and hypolipidemic effects of α,β-amyrin, a triterpenoid mixture from Protium heptaphyllum in mice”, 2012, 11: 1-8
[15] Puspawati. The Chemical Constituen of Protium javanicum Burm Leaf. ICICS Proceeding Seminar. 2012
[16] Otsuki M.F., Lima F.V., Yunes R.H., “Calixto J.B., Topical antiinflamatory Effects of The eter extract from Protium klenii and α-amyrin pentacyclic triterpenes”, Eur. J. Pharm. 2005, 507:253-259
[17] Rudiger A.L., Siani A.C., Vega J.V.F,” The Chemistry and Pharmacology of The South America genus Protium Burm. F.(Burseraceae)”, J. Pharmacognosy Review, 2007, 1(1) : 93-104
[18] Duwiejua M., Zeitlin I.J., Waterman P.G., Chapman J., Mhango G.J., Pravon G.J., “Anti-Inflamatory Activity of Resin From Some Species of The Flant Family Burseraceae”, J. Planta Medica, 1993, 59(1) : 12-16
Published
2016-06-28
How to Cite
SUIRTA, I Wayan; PUSPAWATI, Ni Made; ASIH, I.A. Raka Astiti. AKTIFITAS ANTIINFLAMASI TOPIKAL MINYAK ATSIRI DAN EKSTRAK ETER TUMBUHAN TENGGULUN, PROTIUM JAVANICUM, BURM TERHADAP MODEL INFLAMASI KULIT PADA TIKUS. CAKRA KIMIA (Indonesian E-Journal of Applied Chemistry), [S.l.], v. 4, n. 1, p. 8 - 17, june 2016. ISSN 2302-7274. Available at: <https://ojs.unud.ac.id/index.php/cakra/article/view/21410>. Date accessed: 26 feb. 2020.
Section
Articles

Keywords

Tenggulun; Protium Javanicum Burm; topical anti-inflammatory activity; TPA