PENGARUH KONSENTRASI KURKUMIN TERHADAP AKTIVITAS ANTIBAKTERI DAN ANTIOKSIDAN FILM SELULOSA KURKUMIN

  • Delviana Erwita Loe Program Studi Kimia, Fakultas Pertanian, Sains dan Kesehatan, Universitas Negeri Timor, Kefamenanu, Indonesia, 85613
  • Risna Erni Yati Adu Program Studi Kimia, Fakultas Pertanian, Sains dan Kesehatan, Universitas Negeri Timor, Kefamenanu, Indonesia, 85613
  • Noviana Mery Obenu Program Studi Kimia, Fakultas Pertanian, Sains dan Kesehatan, Universitas Negeri Timor, Kefamenanu, Indonesia, 85613

Abstract

ABSTRAK: Kerusakan daging selama penyimpanan dapat dipantau dan dicegah menggunakan kemasan pintar yang mengandung senyawa aktif antioksidan dan antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi kurkumin terhadap aktivitas antibakteri dan antioksidan dari film selulosa kurkumin untuk pengembangan film menjadi kemasan aktif. Metode yang digunakan untuk uji aktivitas antioksidan adalah metode DPPH (1.1-difenil-2-pikrilhidrazil), sedangkan uji aktivitas antibakteri menggunakan metode difusi cakram. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan konsentrasi kurkumin dalam film selulosa-kurkumin meningkatkan % inhibisi sebesar 43,561%. Sedangkan hasil aktivitas antibakteri menunjukkan bahwa peningkatan konsentrasi kurkumin dalam film selulosa-kurkumin meningkatkan diameter zona hambat sebesar 11,375 mm dan 13,375 mm, masing-masing terhadap Escherichia coli dan Staphylococcus aureus. Peningkatan konsentrasi kurkumin dapat meningkatkan aktivitas antibakteri dan antioksidan dari film selulosa kurkumin.


 


ABSTRACT: Meat damage during storage can be monitored and prevented using smart packaging that contains active antioxidant and antibacterial compounds. This research aims to determine the effect of curcumin concentration on the antibacterial and antioxidant activity of curcumin cellulose films for developing films into active packaging. The method used to test antioxidant activity was the DPPH (1.1-diphenyl-2-picrylhydrazyl) method, while the antibacterial activity test used the disc diffusion method. The results showed that increasing the concentration of curcumin in the cellulose-curcumin film increased the % inhibition by 43.561%. Meanwhile, the results of antibacterial activity showed that increasing the concentration of curcumin in the cellulose-curcumin film increased the diameter of the inhibition zone by 11.375 mm and 13.375 mm, respectively against Escherichia coli and Staphylococcus aureus. Increasing the concentration of curcumin can increase the antibacterial and antioxidant activity of curcumin cellulose films.

Downloads

Download data is not yet available.

References

[1] Dewi Sri Hartati Candra, A. N. (2015). Akseptabilitas Dan Sifat Daging Itik Afkir Yang Dilakukan Curing Menggunakan Ekstrak Kurkumin Kunyit Untuk Menghambat Oksidasi Lemak Selama Penyimpanan. Jurnal Agritech, 34(04), 415.
[2] Prihharsanti, A. H. T. (2009). Populasi Bakteri dan Jamur pada Daging Sapi dengan Penyimpanan Suhu Rendah. Sains Peternakan, 7(2), 66–72.
[3] Rodrigues, C., Souza, V. G. L., Coelhoso, I., & Fernando, A. L. (2021). Bio‐Based Sensors for Smart Food Packaging—Current Applications and Future Trends. Sensors, 21(6), 1–24.
[4] Widiastuti, D. W. I. R. (2016). Kajian Kemasan Pangan Aktif Dan Cerdas (Active and Intelligent Food Packaging). Badan Pengawas Obat Dan Makanan, 8–10.
[5] Nurfawaidi, A., Kuswandi, B., & Wulandari, L. (2018). Pengembangan Label Pintar untuk Indikator Kesegaran Daging Sapi pada Kemasan ( Development of Smart Label for Beef Freshness Indicator in Package ). E-Jurnal Pustaka Kesehatan, 6(2), 199–204.
[6] Tang, C., Zhao, Z., Yang, M., Lu, X., Fu, L., & Jiang, G. (2022). Current Research in Food Science Preparation and characterization of sodium cellulose sulfate / chitosan composite films loaded with curcumin for monitoring pork freshness. Current Research in Food 5(August), 1475–1483.
[7] Wahyuningtyas, S. E. P., Permana, I. D. G. M., & Wiadnyani, A. A. I. (2017). Pengaruh Jenis Pelarut Terhadap Kandungan Senyawa Kurkumin Dan Aktrivitas Antioksidan Ekstrak Kunyit (Curcuma domestica Val.). Itepa, 6(2), 61–70.
[8] Permata, S., Dan Imam, S., Wicaksono, A., Raya Bandung, J., Km, S., & Barat, J. (2016). Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak, Fraksi Dan Isolat Rimpang Curcuma Sp. Terhadap Beberapa Bakteri Patogen. Farmaka, 14(1), 175–183.
[9] Roy, S., & Rhim, J. W. (2020). Carboxymethyl cellulose-based antioxidant and antimicrobial active packaging film incorporated with curcumin and zinc oxide. International Journal of Biological Macromolecules, 148, 666–676.
[10] Luo, N., Varaprasad, K., Reddy, G. V. S., Rajulu, A. V., & Zhang, J. (2012). Preparation and characterization of cellulose/curcumin composite films. RSC Advances, 2(22), 8483–8488.
[11] Cahya, D., & Prabowo, H. (2019). Standarisasi Spesifik dan Non-Spesifik Simplisia dan Ekstrak Etanol Rimpang Kunyit (Curcuma domestica Val.). Jurnal Farmasi Udayana, 8(1), 29.
[12] Obenu, N. M. (2019). Ekstraksi dan Identifikasi Komposisi Metabolit Fraksi Diklorometana dan Aquades Ektrak Metanol Daun Sirsak (Annona muricata Linn). Jurnal Saintek Lahan Kering, 2(1), 17–19
[13] Rosida, D. F., Hapsari, N., & Dewati, R. (2018). Edible Coating dan Film dari Biopolimer Bahan Alami Terbarukan. (N.p) : Uwais Inspirasi Indonesia.
[14] Hidayati, S., Zulferiyenni, & Satyajaya, W. (2019). Optimasi Pembuatan Biodegradable Film dari Selulosa Limbah Padat Rumput Laut Eucheuma Cottonii dengan Penambahan Gliserol, Kitosan, CMC dan Tapioka. Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia (JPHPI), 22(2), 340–354.
[15] Amaliya Riza Rizki, P. W. R. D. (2014). Karakterisasi Edible Film Daripati Jagung Dengan Penambahan Filtrat Kunyit Putih Sebagai Antibakteri Characterization Edible Film of Corn Starch with The Addition of White Saffron Filtrateas Antibacterial. Jurnal Pangan Dan Agroindustri, 2(3), 43–53.
[16] Permata, S., Dan Imam, S., Wicaksono, A., Raya Bandung, J., Km, S., & Barat, J. (2016). Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak, Fraksi Dan Isolat Rimpang Curcuma Sp. Terhadap Beberapa Bakteri Patogen. Farmaka, 14(1), 175–183.
[17] Erna, K. H., Felicia, W. X. L., Rovina, K., Vonnie, J. M., & Huda, N. (2022). Development of curcumin/rice starch films for sensitive detection of hypoxanthine in chicken and fish meat. Carbohydrate Polymer Technologies and Applications, 3(February), 100189.
[18] Wulansari, A. N. (2018). Alternatif Cantigi Ungu (Vaccinium varingiaefolium) sebagai Antioksidan Alami : Review. Farmaka, 16(2), 419–429.
[19] Masrifah, M., Rahman, N., & Abram, P. H. (2017). Uji Aktivitas Antioksidan Ekstrak Daun dan Kulit Labu Air (Lagenaria siceraria (Molina) Standl.). Jurnal Akademika Kimia, 6(2), 98.
[20] Fauziah, A., Sudirga, S. K., & Parwanayoni, N. M. S. (2021). Uji Antioksidan Ekstrak Daun Tanaman Leunca (Solanum nigrum L.). Metamorfosa: Journal of Biological Sciences, 8(1), 28. https://doi.org/10.24843/metamorfosa.2021.v08.i01.p03
[21] Lingga Rabekka Ancela, Usman Pato, and R. E. (2016). Uji Antibakteri Ekstrak Batang Kecombrang (Nicolaia speciosa Horan) terhadap Staphylococcus aureus dan Escherichia coli Antibacterial. Jom Faperta, 18(2), 33–37.
[22] Rusdianto, A. S., Wiyono, A. E., & Tauvika, N. (2021). Penentuan Tingkat Kesegaran Daging Ayam Menggunakan Label Pintar Berbasis Ekstrak Antosianin Ubi Jalar Ungu. Jurnal Agroindustri, 11(1), 11–22. 2.
[23] Juliani, D., Suyatma, N. E., & Taqi, F. M. (2022). Pengaruh Waktu Pemanasan, Jenis dan Konsentrasi Plasticizer terhadap Karakteristik Edible Film K-Karagenan. Jurnal Keteknikan Pertanian, 10(1), 29–40.
Published
2023-12-08
How to Cite
LOE, Delviana Erwita; YATI ADU, Risna Erni; OBENU, Noviana Mery. PENGARUH KONSENTRASI KURKUMIN TERHADAP AKTIVITAS ANTIBAKTERI DAN ANTIOKSIDAN FILM SELULOSA KURKUMIN. CAKRA KIMIA (Indonesian E-Journal of Applied Chemistry), [S.l.], v. 11, n. 2, p. 95 - 102, dec. 2023. ISSN 2302-7274. Available at: <https://ojs.unud.ac.id/index.php/cakra/article/view/110244>. Date accessed: 20 june 2024.