PENGARUH MINYAK JELANTAH DAN WAKTU INKUBASI TERHADAP AKTIVITAS LIPASE PADA TANAH HUTAN MANGROVE PANTAI TABLOLONG KUPANG

  • Gusti A Malelak Program Studi Magister Kimia Terapan Universitas Udayana, Denpasar
  • I Nengah Wirajana 1. Program Studi Magister Kimia Terapan Universitas Udayana, Denpasar 2. Jurusan Kimia FMIPA Universitas Udayana, Bukit Jimbaran
  • I Gede Mahardika Fakultas Peternakan Universitas Udayana, Bukit Jimbaran

Abstract

ABSTRAK: Penambahan minyak pada tanah umumnya dapat menginduksi ekspresi lipase mikroorganisme lipolitik dalam tanah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan minyak jelantah dan waktu inkubasi serta interaksi antara keduanya terhadap aktivitas lipase pada tanah hutan mangrove Pantai Tablolong Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT). Penelitian ini termasuk dalam True Experiment dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial yang terdiri atas 2 faktor. Faktor pertama adalah waktu inkubasi (tanpa dan dengan inkubasi selama 1, 2, 3, 4, dan 5 hari); dan faktor kedua adalah pengaruh minyak jelantah (tanpa dan dengan penambahan minyak jelantah 1,96; 3,84; dan 5,65% [v/v]). Penentuan aktivitas lipase dilakukan dengan metode titrimetri dan data yang dihasilkan diolah menggunakan metode anova 2 (dua) arah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan minyak jelantah dan waktu inkubasi dapat meningkatkan aktivitas lipase pada tanah hutan mangrove. Minyak jelantah dapat digunakan sebagai penginduksi lipase mikroorganisme lipolitik dalam tanah hutan mangrove, tetapi tidak dapat digunakan lebih tinggi dari 3,84% (v/v). Aktivitas lipase tertinggi diperoleh 1,233 U/mL pada waktu inkubasi selama lima hari. Hasil analisis data menunjukkan tidak ada interaksi antara waktu inkubasi dan penambahan minyak jelantah terhadap aktivitas lipase pada tanah hutan mangrove.


ABSTRACT: Addition of oil on soil can usually induce lipase expression of lipolitic microorganism on the soil. The aim of this research was to know the effect of cooking oil waste addition and incubation period varies on the activity of lipase from mangrove forest soil of Tablolong Beach, Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT). This research was in True Experiment with completion random design of factorial model that contains 2 factors. The first factor was incubation period (0, 1, 2, 3, 4, and 5 days); and the second factor was the addition of cooking oil waste (0; 1.96; 3.84; and 5.65% [v/v]). The activities of lipase were determined by titrimetric method. Data of this study was analyzed by using anova two factors. The results of this research showed that the addition of cooking oil waste and incubation period could increase the lipase activity on the mangrove forest soil. The cooking oil waste could be used as inducer of lipase from lipolitic microorganism on mangrove forest soil, but it could not be used more than 3.84% (v/v). The highest lipase activity was 1.233 U/mL on incubation period for five days. The result of data analysis showed no interaction between incubation period and addition of cooking oil waste on lipase activity from mangrove forest soil.

 

Downloads

Download data is not yet available.
Published
2014-10-30
How to Cite
MALELAK, Gusti A; WIRAJANA, I Nengah; MAHARDIKA, I Gede. PENGARUH MINYAK JELANTAH DAN WAKTU INKUBASI TERHADAP AKTIVITAS LIPASE PADA TANAH HUTAN MANGROVE PANTAI TABLOLONG KUPANG. CAKRA KIMIA (Indonesian E-Journal of Applied Chemistry), [S.l.], v. 2, n. 2, p. 25 - 31, oct. 2014. ISSN 2302-7274. Available at: <https://ojs.unud.ac.id/index.php/cakra/article/view/10909>. Date accessed: 05 june 2020.
Section
Articles

Keywords

cooking oil waste; lipase; lipolitic microorganism; mangrove forest soil