HUBUNGAN UKURAN TUBUH TERHADAP PERILAKU ANJING KINTAMANI

  • Siswanto Siswanto Laboratory of Veterinary Physiology, Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University, PB Sudirman St. Campus, Denpasar, Bali, Indonesia
  • Nyoman Sadra Dharmawan Laboratory of Veterinary Clinic, Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University, PB Sudirman St. Campus, Denpasar, Bali, Indonesia
  • I Ketut Puja Laboratory of Veterinary, Genetic and Reproduction Technology, Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University, PB Sudirman St. Campus, Denpasar, Bali, Indonesia
  • I Gusti Agung Arta Putra Faculty of Animal Science, Udayana University, PB Sudirman St. Campus, Denpasar, Bali, Indonesia
##plugins.pubIds.doi.readerDisplayName## https://doi.org/10.24843/bulvet.2023.v15.i02.p19

Abstrak

Masyarakat Bali percaya bahwa ukuran tubuh (rasio panjang tubuh dengan panjang moncong) pada anjing berhubungan dengan perilaku, oleh karena itu ukuran tubuh digunakan untuk memprediksi karakter anjing. Cara memprediksi dengan mengukur ukuran tubuh merupakan kearifan lokal yang masih tetap dipercaya untuk pemilihan anjing yang baik. Kepercayaan ini sudah berjalan lama dari leluhur mereka dan sudah menjadi budaya. Perilaku anjing menurut kearifan lokal di Bali pada umumnya dan di Desa Sukawana, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli pada khususnya, dikategorikan sebagai: guna, jaya, paksa, tek dan kyul. Guna merupakan anjing dengan karakter penurut, berguna dan cocok digunakan sebagai anjing pemburu. Jaya adalah anjing berkarakter bagus, atraktif, energik, cenderung hiperaktif, anjing jenis ini juga baik untuk berburu. Paksa adalah anjing yang sulit diatur, memerlukan penanganan khusus, cocok untuk penjaga rumah. Tek adalah anjing berperilaku kotor dan sulit dilatih ataupun diatur dan kyul adalah anjing berkarakter pemalas. Sebanyak 66 ekor anjing kintamani digunakan sebagai hewan coba. Rancangan penelitian menggunakan rancangan crosssecsional study. Data pengamatan berdasarkan ukuran tubuh kemudian dikomparasi dengan pengamatan secara klinis pada anjing yang sama. Hasil menunjukkan terdapat hubungan antara perilaku dengan ukuran tubuh (rasio panjang tubuh dengan panjang moncong). Disimpulkan bahwa ukuran tubuh (rasio panjang tubuh dan panjang moncong) dapat diimplementasikan untuk memprediksi perilaku.

##plugins.generic.usageStats.downloads##

##plugins.generic.usageStats.noStats##

##submission.authorBiography##

##submission.authorWithAffiliation##

I am a lecture of Veterinary Medicine Faculty Udayana University

Referensi

Blackwell EJ, Seawright A, Twells, C, Casey RA. 2008. The Relationship Between Training Methods and the Occurrence of Behavior Problems. In a Population of Domestic Dogs. J. Vet. Behav. Clin. Appl. Res. 3(5): 207-217.
Cannas S, Talamonti Z, Mazzola S, Minero M, Picciolini A, Palestrini C. 2018. Factors Associated with Dog Behavioral Problems Referred to a Behavior Clinic. J. Vet. Behav. 24: 42–47.
Carcan A. 2017. Katalog Buku Salinan Lontar. Perpustakaan Kedong Kertya. No. 392.IIIc. Singaraja.
Dharmawan IN. 2009. Anjing Bali dan Rabies. Cetakan Pertama. Penerbit: Buku Arti. Arti Foundation. Denpasar, Bali.
Helton WS and Helton ND. 2010. Physical Size Matters in The Domestic Dog’s (Canis lupus familiaris) Ability to Use Human Pointing Cues. Behav. Processes. 85(1): 77-79.
Jensen P. 2007. Behavioural Biology of Dogs. Publisher: CABI ProQuest. Ebook Central. Penerbit Cromwell Pres. http://ebookcentral.proquest.com/lib/unud-ebooks/detail.action?doc Created from unud-ebooks on 2018-02-28 19:11:44.
Leaver SDA and Reimchen TE. 2008. Behavioural responses of canis familiaris to different tail lengths of a remotely-controlled life-size dog replica. Behav. 145: 377-390.
Lehner. 1998. Handbook of Ethological Methods. eBook. Cambridge University Press.
Lindsay S. 2005. Handbook of Applied Dog Behavior and Training Procedures and Protocols. Blackwell, Oxford.
Martin P. and Bateson P. 1986. Measuring Behaviour. Cambridge University Press, Cambridge.
McGreevy PD, Georgevsky D, Carrasco J, Valenzuela M, Duffy DL, Serpell JA. 2013. Dog behavior co-varies with height, bodyweight and skull shape. PLoS ONE. 8(12): e80529.
Mehrkama LR and Wynnea CDL. 2014. Behavioral differences among breeds of domestic dogs (Canis Lupus Familiaris): Current status of the science. Appl. Anim. Behav. Sci. 155: 12-27.
Miklosi A. 2007. Dog, Behaviour, Evolution, and Cognition. Oxford University Press, Inc. New York.
Podberscek AL and Serpell JA. 1997. Environmental influences on the expression of aggressive behaviourin English cocker spaniels. Appl. Anim. Behav. Sci. 52: 215-227.
Snedecor GW and Cochron WG. (1994). Statistical Methods. 8th ed. Oxford and IBH Publising Co. Calcuta, India.
Tami A, Diverio S, Barone A. 2008. Relationship between management factors and dog behavior in a sample of Argentine dogos in Italy. J. Vet. Behav. Clin. Appl. Res. 3(2): 59-73.
Diterbitkan
2023-02-28
##submission.howToCite##
SISWANTO, Siswanto et al. HUBUNGAN UKURAN TUBUH TERHADAP PERILAKU ANJING KINTAMANI. Buletin Veteriner Udayana, [S.l.], p. 320-324, feb. 2023. ISSN 2477-2712. Tersedia pada: <https://ojs.unud.ac.id/index.php/buletinvet/article/view/97624>. Tanggal Akses: 31 jan. 2026 doi: https://doi.org/10.24843/bulvet.2023.v15.i02.p19.
Bagian
Articles