Kualitas Daging Babi Lokal yang Disimpan pada Suhu Ruang
Abstrak
Babi Bali merupakan babi lokal yang berasal spesies Sus scrofa vittatus yang hidup di pulau Bali. Daging mempunyai sifat yang mudah rusak akibat kegiatan fisik, kimiawi dan mikrobiologis setelah pemotongan. Sifat tersebut akan mempengaruhi daya tahan dan umur simpan daging sebelum mengalami proses pengolahan lebih lanjut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kualitas daging babi lokal yang disimpan pada suhu ruang selama 24 jam dan diperiksa setiap 6 jam ditinjau dari uji organoleptik dan uji objektif. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah daging babi Bali bagian collum, ekstremitas cranial, dorsal, dan abdomen masing-masing sebanyak 125 g yang diambil dari satu babi Bali jantan berumur 4 bulan yang diperoleh dari tempat pemotongan babi guling yang beralamat di Desa Penatih, Denpasar. Hasil penelitian menunjukan bahwa kualitas daging babi Bali yang diuji secara organoleptik (warna, bau, konsistensi, dan tekstur) dan uji objektif kadar air, daya ikat air dan Ph) yang diambil pada empat bagian yang di potong di tempat pemotongan babi guling yang beralamat di Desa Penatih, Denpasar, berdasarkan uji statistik pada uji organoleptik menunjukkan hasil yang berbeda nyata (P<0,05). Sedangkan pada uji objektif, tidak terdapat perbedaan nyata (P>0,05). Pada penelitian ini kondisi nilai organoleptik adalah normal, mengingat sampel daging didapatkan dari hewan yang baru disembelih. Tidak terdapat perubahan dari uji objektif menandakan bahwa tidak ada perubahan kualitas daging babi yang disimpan pada suhu ruangan yang cukup rendah dan perkembang biakan bakteri menjadi terhambat akibat suhu yang sangat dingin. Diharapkan untuk melakukan penelitian lebih lanjut terkait kualitas organoleptik dan uji obyektif daging babi Bali berdasarkan daging yang disembelih menggunakan system tradisional dan pemotongan menggunakan mesin sebagai data dasar dari kualitas daging babi Bali.
##plugins.generic.usageStats.downloads##
Referensi
Aman EP, Suada IK, Agustina KK. 2014. Kualitas daging se’i babi produksi Denpasar. Indon. Med. Vet. 3(4): 328-333.
Arka IB. 1988. Peranan ilmu kesmavet dalam meningkatkan kualitas hidup manusia. Pidato Guru Besar. PSKH UNUD. Denpasar.
Djando YAS, Beyleto VY. 2018. Pengaruh lama pengasapan menggunakan daun kosambi (Schleichera oleosa) terhadap keempukan, susut masak, pH, dan daya ikat air daging babi pedaging. J. Anim. Sci. 3(1): 8-10
Empang FPI, Ariana IN, Putri TI. 2018. Kualitas fisik dan kimia daging babi landrace persilangan yang diberi pakan berbasis sampah Kota Denpasar. J. Pet. Trop. 6(3): 529-540.
Erda ERH, Eny R. 2003. Pengaruh kondisi dan lama penyimpanan pada suhu ruang dan refrigerator terhadap angka total plate count (TPC) sampel sei babi dari 4 toko di Kota Kupang. Jurusan Peternakan - Politeknik Pertanian Negeri Kupang.
Naibaho A, Oka IBM, Swacita IBN. 2013. kualitas daging babi ditinjau dari uji obyektif dan pemeriksaan larva cacing Trichinella spp. Indon. Med. Vet. 2(1): 12-21.
Merthayasa JD, Suada IK, Agustina KK. 2015. Daya ikat air, pH, warna, bau dan tekstur daging sapi bali dan daging wagyu. Indon. Med. Vet. 4(1): 16-24.
Nangoy MM, Lapian MT, Najoan M, Soputan JEM. 2015. Pengaruh bobot lahir dengan penampilan anak babi sampai disapih. Zootec. 35(1): 138-150.
Sampurna IP, Nindya TS. 2015. Bahan ajar statistika (SPSS). Denpasar: Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Udayana.
Sihombing VE, Swacita IBN, Suada IK. 2020. Perbandingan uji subjektif kualitas daging sapi bali produksi Rumah Pemotongan Hewan Gianyar, Klungkung dan Karangasem. Indon. Med. Vet. 9(1): 99-106.
Soeparno. 1998. Ilmu dan teknologi daging. Edisi ke-3. Gadjah Mada University Press, Yogyakarta.
Soeparno. 2005. Ilmu dan teknologi daging. Cetakan ke-4. Gadjah Mada University Press, Yogyakarta.
Soeparno. 2011. Ilmu dan teknologi daging. Cetakan Pertama. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press. Pp. 110-120.
Suardana IW, Swacita IBN. 2009. Higiene makanan. Kajian Teori dan Prinsip Dasar. Denpasar: Universitas Udayana. Pp. 31-75.
Veerman M. 2013. Pengaruh metode pengeringan dan konsentrasi bumbu serta lama pengeringan dalam larutan bumbu terhadap kualitas fisik dan sensori dengdeng babi. Bul. Pet. 37(1): 34-40.
Widarti SS, Purnomo H, Rosyidi D. 2012. Studi tentang preferensi konsumen, sifat fisiko kimia dan nilai organoleptik sei daging babi asal Kupang (Nusa Tenggara Timur). Sains Pet. 10(1): 23-29.


