Pengaruh Penambahan Tepung Maggot Black Soldier Fly terhadap Performa dan Profil Darah Putih Broiler
PENGARUH PENAMBAHAN TEPUNG MAGGOT BSF (Black Soldier Fly) TERHADAP PERFORMA DAN PROFIL DARAH PUTIH AYAM BROILER (STARTER)
Abstrak
Ayam broiler merupakan ras unggulan hasil perkawinan silang dan rekayasa genetik yang memiliki produktivitas tinggi terutama produksi daging dan dapat dipanen pada umur 5 minggu. Produktivitas ayam broiler dapat dilihat dari performa dan profil sel darah putih melalui pakan yang dikonsumsi. Salah satunya adalah tepung maggot BSF. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat apakah penambahan tepung maggot BSF berpengaruh terhadap konsumsi ransum, konversi pakan, pertambahan bobot badan dan profil sel darah putih pada ayam broiler fase starter. Metode yang digunakan adalah metode eksperimental, menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Ayam yang digunakan sejumlah 100 ekor yang dibagi ke dalam 4 perlakuan (P0,P1,P2,P3) dengan 25 ekor setiap perlakuan. Analisis data yang digunakan adalah Analysis Of Variance dengan hasil analisis disajikan dalam bentuk tabel dan kurva. Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh secara statistik bahwa tepung maggot BSF (Black Soldier Fly) tidak berpengaruh nyata terhadap pertambahan bobot badan, konsumsi ransum dan konversi pakan. Dari hasil pemeriksaan darah, tepung maggot BSF (Black Soldier Fly) memiliki pengaruh terhadap diferensial sel darah putih, namun tidak berpengaruh nyata dikarenakan dalam hasil pemeriksaan diperoleh hasil yang beragam dipengaruhi oleh berbagai hal seperti keadaan lingkungan, cuaca dan iklim, serta nutrisi. Saran penelitian lebih lanjut yaitu untuk mengetahui daya cerna pakan yang ditambahkan tepung maggot BSF (Black Soldier Fly) dan melakukan analisis proksimat pada tepung maggot BSF (Black Soldier Fly) yang akan digunakan.
##plugins.generic.usageStats.downloads##
Referensi
Bijanti R, Yuliani GA, Wahjuni RS, Utomo RB. 2010. Buku Ajar Patologi Klinik Veteriner. Surabaya (ID): Pusat Penerbitan dan Percetakan Unair.
Cahyaningsih U, Malichatin H, Hedianto YE. 2007. Diferensial leukosit pada ayam setelah diinfeksi Eimeria tanella dan pemberian serbuk kunyit (Curcuma domestica) dosis bertingkat. Prosiding Seminar Nasional Teknologi Peternakan dan Veteriner.
Card LE, Nesheim C. 1972. Poultry Production. 11th Edition. Lea and Fibeger, Philadelphia.
Etim NN, Williams ME, Akpabio U, Offiong EE. 2014. Haematological parameters and factors affecting their values. Agric. Sci. 2(1): 37-47.
Fahmi MR, Hem S, Subamia IW. 2007. Potensi maggot sebagai sumber protein pakan ikan. Di dalam; dukungan teknologi untuk peningkatan produk pangan hewani dalam rangka pemenuhan gizi masyarakat. Prosiding Seminar Nasional Hari Pangan Sedunia XXVII. Bogor.
He H, Lowry VK, Ferro PM, Kogut MH. 2005. CpG oligodeoxynucleotide stimulated chicken heterophil degranulation is serum cofactor and cell surface receptor dependent. Dev. Comp. Immunol. 29: 255-264.
Hidayat C. 2018. Pemanfaatan insekta sebagai bahan pakan dalam ransum ayam pedaging. Wartazoa. 28(4):161–174.
Jamilah, Suthama N, Mahfudz LD. 2013. Performa produksi dan ketahanan tubuh broiler yang diberi pakan step down dengan penambahan asam sitrat sebagai acidifier. J. Ilmu Ternak Vet. 18(4): 251-257.
Kolo MF, Nahak OR, Bira GF. 2018. Pengaruh variasi warna ransum terhadap konversi ransum dan pertambahan bobot badan harian broiler. J. Anim. Sci. 3(4):54-55.
Kusnadi E. 2009. Perubahan malonaldehida hati, bobot relatif bursa fabricius dan rasio heterofil/limfosit (H/L) ayam broiler yang diberi cekaman panas. Media Pet. 32(2): 81-87.
Mahfudz LD., Sarjana TA, Sarengat W. 2010. Efisiensi penggunaan protein ransum yang mengandung limbah destilasi minuman beralkohol (LDMB) oleh burung puyuh (Coturnix coturnix japonica) Jantan. Seminar Nasional Teknologi Peternakan dan Veteriner. Semarang, Indonesia: Fakultas Peternakan Universitas Diponegoro. Pp. 887-894.
Nordenson, N. J. 2002. White Blood Cell Count and Differential. http://www.lifesteps.com/gm.Atoz/ency/white_blood_cell_count_and_differential. jsp. [April 2015].
Nuriyasa, I. M. (2003). Pengaruh tingkat kepadatan dan kecepatan angin dalam kandang terhadap indeks ketidaknyamanan dan penampilan ayam pedaging. MIP. 2(6): 40-45.
Puvadolpirod and Thaxton. 2000. Model of physiological stress in chicken. Edisi Kelima. Quantitative Evaluation. Departement of Poultry Science, Mississipi State University. 79: 391-395.
Redmond SB, Chuammitri P, Andreasen CB, Palić D, Lamont SJ, 2011. Genetic control of chicken heterophil function in advanced intercross lines: associations with novel and with known Salmonella resistance loci and a likely mechanism for cell death in extracellular trap production. Immunogenetics. 63: 449–458.
Romero LF, Zuidhof MJ, Renema RA, Naeima A, Robinson FE. 2011. Effects of maternal energy efficiency on broiler chicken growth, feed conversion, residual feed intake, and residual maintenance metabolizable energy requirements. Poult. Sci. 90: 2904–2912.
Salasia SIO, Hariono B. 2010. Patologi klinik veteriner. Samudra Biru.Yogyakarta.
Soeharsono. 1976. Respon Broiler Terhadap Berbagai Kondisi Lingkungan. Disertasi. Universitas Padjajaran. Bandung.
Sugiharto S. 2014. Role of nutraceuticals in gut health and growth performance of poultry. J. Saudi Soc. 15(2): 1-13.
Ulupi N, Ihwantoro TT. 2014. Gambaran darah ayam kampung dan ayam petelur komersial pada kandang terbuka di daerah tropis. J. Ilmu Prod. Teknol. Hasil Pet. 2(1): 219-223.
Wahju J. 1997. Ilmu Nutrisi Unggas. Gajah Mada Uniersitas Press. Yogyakarta.
Waluyo BP, Nugraha JP. 2020. Analisis usaha pembesaran lele dengan pakan tambahan maggot Black Soldier Fly (BSF) di UPR Christanto Darmawan Yogyakarta. J. Penelitian Chanos. 1(1): 19-27.
Wijayanti RP. 2013. Pengaruh suhu kandang yang berbeda terhadap performans ayam pedaging periode starter [skripsi]. Malang (ID): Universitas Brawijaya.
Yunilas. 2010. Performa ayam broiler yang diberi berbagai tingkat protein hewani dalam ransum. J. Agripet. 1(1): 22–26.


