Laporan Kasus: Demodekosis Disertai Dermatitis Akibat Infeksi Jamur Malassezia Sp. pada Anjing Shih Tzu
Abstrak
Seekor anjing Shih Tzu jantan bernama Renbow berumur 10 tahun mengalami masalah kulit dengan tanda gatal-gatal. Pemeriksaan klinis menunjukkan adanya alopesia, eritema, penebalan pada kulit dan kulit yang berminyak. Pada bagian wajah hingga leher sebelah kiri anjing mengalami luka akibat garukan dengan intensitas yang cukup tinggi disertai pembengkakan di bawah kulit yang berisi cairan. Pada pemeriksaan deep skin scrapping pada kulit ditemukan adanya tungau Demodex sp. berjumlah 3-8 per satu lapang pandang dan pemeriksaan sitologi kulit menunjukkan adanya jamur Malassezia sp. dengan sporanya. Pemeriksaan hematologi menunjukkan hewan mengalami anemia normositik normokromik. Anjing kasus didiagnosis demodekosis disertai dermatitis akibat infeksi jamur Malassezia sp. Terapi yang diberikan yaitu dengan membersihkan bagian kulit yang luka menggunakan Chlorhexidine dan diolesi Gentamicin dan Ketokonazole (dalam bentuk salep), pemberian antiparasit NexGard SPECTRA®, Clindamycin, Cetirizine, Furosemide dan fish oil. Anjing dimandikan 2 kali seminggu menggunakan shampoo yang mengandung sulfur. Evaluasi setelah 10 hari kondisi anjing telah mengalami perbaikan dengan berkurangnya intensitas menggaruk, pembengkakan akibat cairan pada leher dan wajah telah hilang, eritema sudah mulai berkurang dan kulit yang awalnya berminyak sudah mulai menghilang. Hasil pemeriksaan deep skin scrapping dan sitologi kulit setelah 10 hari juga menunjukkan tidak adanya tungau Demodex sp. dan berkurangnya temuan jamur Malassezia sp. Pengobatan yang diberikan tetap dilanjutkan dalam dua bulan kedepan untuk dievaluasi kembali. Anjing menunjukkan perbaikan kondisi setelah diberikan terapi dan diperlukan perawatan yang intensif terhadap anjing untuk mencegah infeksi kembali.
##plugins.generic.usageStats.downloads##
Referensi
Adiyati PN, Pribai ES. 2014. Malassezia spp. dan peranannya sebagai penyebab dermatitis pada hewan peliharaan. J. Vet. 15(4): 570-581.
Ali H, Shahram J, Mansour B, Ali SA, Parviz M, Siamak MR, Mahmoudi B. 2012. Identification of different malassezia species isolated from skin of healthy dog owners in Tabriz, Iran. J. Anim. Vet. Adv. 11(3): 421-425.
Anggraeni HE, Komara WW, Gulo FDK, Hidayanti M. 2020. Perawatan luka pada anjing penderita demodekosis di Klinik Hewan Bogor Pet Center Bogor. ARSHI Vet. Letters. 4(1): 15-16.
Budiartawan IK, Batan IW. 2018. Infeksi Demodex canis pada anjing persilangan pomeranian dengan anjing lokal. Indon. Med. Vet. 7(5): 562-575.
Erawan IGMK, Puspaeni NKJ, Anthara MS. 2019. Kemanjuran fluralaner untuk pengobatan demodekosis pada anjing persilangan. Indon. Med. Vet. 8(5): 552-564.
Erwin E, Rusli R, Jones FD. 2020. Profil darah pada kucing selama proses kesembuhan luka melalui teknik skin flaps rotasi yang dirawat dengan dry dressing dan moist dressing. J. Trop. Anim. Vet. Sci. 10(1): 37-44.
Fass RJ.1977. Treatment of mixed bacterial infections with clindamycin and gentamicin. J. Infect. Dis. 135(Supplement): S74-S79.
Forton FM.2012. Papulopustular rosacea, skin immunity and Demodex: pityriasis folliculorum as a missing link. J. Eur. Academy Dermatol. Venereol. 26(1): 19-28.
Gortel K. 2006. Update on canine demodicosis. Vet. Clin. Small Anim. Practice. 36(1):0-241.
Holm BR. 2003. Efficacy of milbemycin oxime in the treatment of canine generalized demodicosis: a retrospective study of 99 dogs (1995–2000). Vet. Dermatol. 14(4): 189-195.
Kristianty TA, Efendi ZN, Ramadhani F. 2017. Prevalensi kejadian penyakit kulit pada anjing di my vets animal clinic bumi serpong damai tahun 2016. ARSHI Vet. Letters. 1(1): 15-16.
O'Neill DG, Turgoose E, Church DB, Brodbelt DC, Hendricks A. 2020. Juvenile‐onset and adult‐onset demodicosis in dogs in the UK: prevalence and breed associations. J. Small Anim. Practice. 61(1): 32-41.
Papich MG. 2011. Saunders handbook of veterinary drugs small and large animal third edition. Missiouri: Elsevier Saunders
Pratiwi ST. 2008. Mikrobiologi Farmasi, edisi: Astikawati R & Safitri A. Yogyakarta: Erlangga Medical Series.
Qavi AH, Kamal R, Schrier RW. 2015. Clinical use of diuretics in heart failure, cirrhosis, and nephrotic syndrome. Int. J. Nephrol. 2015: 1-9.
Rosadi I, Marini. 2016. Perbandingan daya diuretik infus herba meniran hijau (Phyllanthus niruri L) dengan furosemid pada kelinci jantan (Ocyctagus caniculus). J. Farmako. 1(2): 30-40.
Sakulploy R, Sangvaranond A. 2010. Canine demodicosis caused by demodex canis and short opisthosomal demodex cornei in Shi Tzu dog from Bangkok Metropolitan Thailand. Kasetsart Vet. 20(1): 27-35.
Sardjana IKW. 2012. Pengobatan demodekosis pada anjing di Rumah Sakit Hewan Pendidikan Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Airlangga. Vet. Med. J. 1(1): 9-14.
Setiadi DA. 2021. Efektivitas dan keamanan furosemid continuous infusion dosis 10 dan 20 mg/jam pada pasien penyakit ginjal kronik kondisi fluid overload syndrome disertai hipoalbumin di RSUD abdul wahab sjahranie. Maj. Farmaseutik. 7(1): 60-68
Sherwood L. 2014. Fisiologi manusia dari sel ke sistem. Edisi 8. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC.
Siregar RS. 2002. Penyakit jamur kulit. Edisi 2. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC. Hlm. 62.
Soegiarto G, Kurnia D, Effendi C, Konthen PG. 2017. Cetirizine suppression to skin prick test results in atopic allergy patients. Folia Med. Indon. 53(2): 152-158.
Srikala D, Kumar KS, Kumar VVVA, Nagaraj P, Ayodhya S, Rao DST. 2010. Management of mixed infestation of malasseziosis and demodicosis in dogs. Intas. Polivet. 11(1): 74-76.
Sudipa PH, Gelgel KTP, Jayanti PD. 2021. Malassezia sp. infection prevalence in dermatitis dogs in Badung Area. Trop. Biodiv. Environ. Sci. 5(2):45-49.
Tarallo VD, Lia RP, Sasanelli M, Cafarchia C, Otranto D. 2009. Efficacy of Amitraz plus Metaflumizone for the treatment of canine demodicosis associated with Malassezia pachydermatis. Parasite Vectors. 2(13): 1-5.
Ulfa, Elfidasari D, Sugoro I. 2016. Identifikasi khamir patogen pada kulit dan telinga anjing peliharaan. J. Al-Azhar Indon. Seri Sains Teknol. 3(4): 213-220.
Wahyudi G, Anthara MS, Arjentinia IPGY. 2020. Studi kasus: demodekosis pada anjing jantan muda ras pug umur satu tahun. Indon. Med. Vet. 9(1): 45-53.
Wibisono HW, Putriningsih PAS. 2017. Studi kasus: dermatofitosis pada anjing lokal. Indon. Med. Vet. 6(2): 130-137.
Widyanti AI, Suartha IN, Erawan IGM, Anggreni LD, Sudimartini LM. 2018. Hemogram anjing penderita dermatitis kompleks. Indon. Med. Vet. 7(5): 576-587.
Wirawan IG, Widiastuti SK, Batan IW. 2019. Laporan kasus: demodekosis pada anjing lokal Bali. Indon. Med. Vet. 8(1): 9-18.
Yogeshpriya S, Sivakumar M, Selvaraj P, Veeraselvam M, Venkatesan M, Arulkumar T. 2017. Efficacy of amitraz plus Miconazole for the treatment of juvenile generalized demodicosis associated with dermatophytosis in a Pug. J. Entomol. Zool. Stud. 5(5): 1698-1700.


