Prevalensi dan Identifikasi Ektoparasit pada Anjing Kintamani Bali di Bali

  • Ni Wayan Nur Sidi Murti Mahasiswa Sarjana Pendidikan Dokter Hewan, Fakultas Kedokteran Hewan, Universitas Udayana, Jl. PB. Sudirman, Denpasar, Bali, Indonesia
  • Ida Bagus Made Oka Labolatorium Parasitologi Veteriner, Fakultas Kedokteran Hewan, Universitas Udayana, Jl. PB. Sudirman, Denpasar, Bali, Indonesia
  • I Made Dwinata Labolatorium Parasitologi Veteriner, Fakultas Kedokteran Hewan, Universitas Udayana, Jl. PB. Sudirman, Denpasar, Bali, Indonesia
##plugins.pubIds.doi.readerDisplayName## https://doi.org/10.24843/bulvet.2023.v15.i02.p17

Abstrak

Ektoparasit merupakan parasit yang hidup secara parasitik di bagian luar tubuh hospesnya atau terowongan didalam kulit yang masih berhubungan dengan lingkungan luar. Dampak yang ditimbulkan oleh infestasi ektoparasit pada anjing antara lain penurunan bobot badan, penurunan produksi, kerontokan rambut, iritasi, anemia sampai dengan kematian. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui prevalensi infestasi dan identifikasi ektoparasit yang menginfestasi Anjing Kintamani Bali (AKB). Sampel AKB yang digunakan berjumlah 100 ekor. Anjing Kintamani Bali yang dipilih menjadi sampel dinyatakan positif jika ditemukannya ektoparasit pada anjing tersebut. Identifikasi jenis ektoparasit berdasarkan morfologi. Data yang didapatkan dianalisis dengan Uji Chi-square. Hasil penelitian menunjukkan prevalensi ektoparasit pada AKB di Bali didapatkan sebesar 56%. Jenis-jenis ektoparasit yang menginfestasi antara lain: Riphicephalus sanguinus, Ctenocephalides felis, Heterodoxus spiniger dan Trichodectes canis. Uji Chi-square mendapatkan bahwa cara pemeliharaan berhubungan dengan prevalensi infestasi ektoparasit pada AKB di Bali., sedangkan umur dan jenis kelamin tidak berbuhungan. Pemeliharaan Anjing Kintamani Bali di Bali, sebaiknya lebih memperhatikan kesehatan hewan. Memandikan hewan secara rutin sangat disarankan untuk pengendalian infestasi ektoparasit, selain itu pemilik dapat menyisir hewan secara rutin. Sanitasi kandang bagi hewan yang dikandangkan sangat perlu untuk diperhatikan selain itu sebaiknya bagi hewan yang sudah terinfestasi parah dapat dibawa ke dokter hewan terdekat.

##plugins.generic.usageStats.downloads##

##plugins.generic.usageStats.noStats##

Referensi

Alan W. 1994. Arthropods of humans and domestic animals. A Guide to Preliminary Identification. 1st Ed. Chapman & Hall.
Allen JR. 2014. Host resistance to ectoparasite. Rev. science technology Off. Int. Epiz. 13(4): 1287-1303.
Ballweber LR. 2001. The practical veterinarian-veterinary parasitology. Butterwoth-Heinemann Publishing. USA. 244-246.
Bryson NR, Horak IG, Hon EW, Louw JP. 2000. Ectoparasites of dogs belonging to people in resource poor communities in North West Province South Africa. J. Vet. 21(3): 175-179.
Chee JH, Kwon JK, Cho HS, Cho KO, Lee YJ, Shin SS. 2008. A survey of ectoparasite infestations in stray dogs of Gwang-ju City, Republic of Korea. Korean J. Parasitol. 46 (1): 23-27.
Cosoroab I. 2005. Zoonoze parazitare. Editura First, Timisoara.
Dharmojono. 2001. Kapita selekta kedokteran hewan. Edisi ke-1. Pustaka Populer Obor. Jakarta.
Elom MO, Moses NA, Amos N, Victor UU, Uchenna IU, Lovelyn UA. 2015. Ecto and intestinal parasitic fauna of domestic dogs in two rural areas of Ebonyi State, Nigeria: Public Health Zoonotic Jeopardy. Department of Medical Biochemistry, Federal University, Ndufu-Alike, Ikwo. Nigeria
Erwanas AI, Chandrawathani P, Premaalatha B, Zaini CM, Lily RMH, Jamnah O, Kumutha M, Norashikin MS, Norazura AH, Niny FJ, Rajandran K, Ramlan M. 2014. Parasitic infections found in pet and stray dogs in Ipoh. Malaysia. Malaysian J. Vet. Res. 5(1): 27-34
Gunawan NF, Sukada M, Puja IK. 2012. Perilaku bermasalah pada Anjing Kintamani Bali. Bul. Vet. Udayana. 4(2): 95-100.
Hadi UK, Soviana S. 2010. Ekto­ parasit: pengenalan, identifikasi, dan pengendaliannya. Ed ke- 3. Bogor (ID): IPB Press.
Heukelbach J, Frank R, Ariza L, de Sousa Lopes Í, e Silva AdA, Borges AC, Limongi JE, de Alencar CHM, Klimpel S. 2012. High prevalence of intestinal infections and ectoparasites in dogs, Minas Gerais State (southeast Brazil). Parasitol. Res. 111(5): 1913–1921.
Irsya RI, Mairawita, Henny H. 2017. Jenis-jenis parasit pada sapi perah di Kota Padang Panjang Sumatera Barat. Laboratorium Taksonomi Hewan, Jurusan Biologi, FMIPA Universitas Andalas. J. Metamorfosa. 4(2): 189-195.
Kristina AD, Setiyono A. 2020. Infestasi caplak ixodidae pada sapi lokal di Kelurahan Balai Gadang Kecamatan Koto Tangah Kota Padang Suparmin. Fakultas Kedokteran Hewan, Institut Pertanian Bogor. J. Pusat Inovasi Mas. 2(2): 145–152.
Kurniyawan A, Ferasyi TR, Hanafiah M. 2021. Survey of prevalence of ectoparasites in dog hunter (canis lupus familiaris) in Jagong Jeget of Aceh Tengah District. J. Sain Vet. 39(2):
Lestari E, Rahmawati, Ningsih DP. 2020. Hubungan infestasi ctenocephalides felis dan xenopsylla cheopis dengan perawatan kucing rumah (felis catus) di Kabupaten Banjarnegara. BALABA. 16(2): 123-134.
Mathison BA, Pritt BS. 2014. Laboratory identification of arthropod ectoparasites. Clin. Microbiol. Rev. 27(1): 48–67.
Mosallanejad B, Alborzi AL, Katvandi N. 2011. A survey on ectoparasite infestation in Companion Dogs of Ahvaz District, South-West of Iran. J. Arthropod Borne Dis. 6(1): 70–78.
Nalitha FF, Radith M, Ahmad M. 2016. Prevalensi ektoparasit pada populasi anjing peliharaan (canis lupus familiaris) di Kota Payakumbuh. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. Kampus Bina Widya Pekanbaru Indonesia.
Natadisastra D, Agus R. 2009. Parasitologi kedokteran: ditinjau dari organ tubuh yang diserang. Penerbit Buku Kedokteran EGC. Jakarta.
Neagu A, Poliana T, Vlagioiu. 2015. Prevalence of ectoparasites infestation in dogs from Moreni – Dambovita Area. Faculty of Veterinary Medicine, Bucharest
Nwoke BEB. 2001. Urbanization and livestock handling and farming: the public health and parasitological implications Nigrean. J. Parasitol. 22(1&2): 121-128.
Omonijo, Sowemimo. 2017. Prevalence of ectoparasites of dogs and cats in Ijero and Moba LGAs, Ekiti State, Nigeria. Nigerian J. Parasitol. 38(2).
Omudu EA, Amuta EU. 2007. Parasitology and urban livestock farming in Nigeria: prevalence of ova in faecal and soil sampels and animal ectoparasites in Makurdi. J. South African Vet. Assoc. 78: 271-278.
Omudu EA, Okpe G, Adelusi SM. 2010. Studies of dog population in Makurdi, Nigeria (II): a survey of ectoparasite infestation and it’s public health implications. J. Res. Forestry, Wildlife Environ. 2(1): 94-106.
Priasdhika G. 2014. Studi infestasi ektoparasit pada anjing di Pondok Pengayom Satwa Jakarta. Disertasi. Bogor: Fakultas Kedokteran Hewan Institut Pertanian Bogor
Puja IK. 2007. Anjing kintamani bali maskot fauna Kabupaten Bangli. Denpasar: Udayana University Press
Scott DW, Miller WH, Griffin CE. 2001. Muller and kirk’s small animal dermatology. 6th ed WB Saunders, Philadelphia, USA.
Soulsby EJL. 1982. Helminthes, arthropods and protozoa of domesticated animals. 7th Ed. Bailliere Tindall. London.
Sunita N. 2017. Prevalensi, intensitas dan faktor risiko kejadian ektoparasit pada anjing di Kota Denpasar. Thesis.Denpasar: Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Udayana.
Suparmin Y. 2015. Deteksi dan identifikasi faktor penyebab timbulnya infestasi caplak boophilus sp pada sapi bali di Kecamatan Mallusetasi, Kabupaten Barru. Thesis. Makassar: Program Studi Kedokteran Hewan Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin
Taylor MA, Coop RL, Wall RL. 2007. Veterinary Parasitology. 3th Ed.
Wall R, Shearer D. 2001. Veterinary ectoparasites: biology, pathology and control. Ediisi ke-2. Black Well Science. Germany.
Diterbitkan
2023-03-05
##submission.howToCite##
MURTI, Ni Wayan Nur Sidi; OKA, Ida Bagus Made; DWINATA, I Made. Prevalensi dan Identifikasi Ektoparasit pada Anjing Kintamani Bali di Bali. Buletin Veteriner Udayana, [S.l.], p. 303-311, mar. 2023. ISSN 2477-2712. Tersedia pada: <https://ojs.unud.ac.id/index.php/buletinvet/article/view/87807>. Tanggal Akses: 31 jan. 2026 doi: https://doi.org/10.24843/bulvet.2023.v15.i02.p17.
Bagian
Articles