Prevalensi Infestasi Tungau Kudis pada Anjing di Bali dengan Metode “Tape Strip"

  • Nonitema Nazara Mahasiswa Sarjana Pendidikan Dokter Hewan, Fakultas Kedokteran Hewan, Universitas Udayana, Jl. PB. Sudirman, Denpasar, Bali, Indonesia
  • Ida Bagus Made Oka Labolatorium Parasitologi Veteriner, Fakultas Kedokteran Hewan, Universitas Udayana. Jl. PB. Sudirman, Denpasar, Bali, Indonesia
  • I Made Dwinata Labolatorium Parasitologi Veteriner, Fakultas Kedokteran Hewan, Universitas Udayana. Jl. PB. Sudirman, Denpasar, Bali, Indonesia
##plugins.pubIds.doi.readerDisplayName## https://doi.org/10.24843/bulvet.2023.v15.i02.p01

Abstrak

Kudis adalah gangguan pada kulit yang dapat menyebabkan kegatalan dan perubahan pada kulit. Penyakit kudis disebabkan oleh Sarcoptes scabiei dan Demodex spp. Banyaknya kejadian dermatitis pada anjing disebabkan karena manajemen pemeliharaan dengan cara dilepas yang kemungkinan dapat kontak dengan anjing penderita kudis. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui prevalensi infestasi tungau kudis, jenis tungau, dan hubungannya dengan faktor risiko yang mempengaruhi infestasi pada anjing di Bali. Jumlah sampel penelitian adalah 100 ekor anjing di Bali yang menunjukkan gejala klinis berupa kegatalan yang dibedakan berdasarkan umur, ras, jenis kelamin, dan cara pemeliharaan. Anjing yang terpilih sebagai sampel diselotip kemudian diperiksa dengan mikroskop untuk mengidentifikasi tungau. Sampel anjing dinyatakan positif apabila ditemukan minimal satu tungau. Hasil penelitian menunjukkan prevalensi tungau kudis pada anjing di Bali adalah 22% yang terdiri dari Sarcoptes scabiei 10% dan Demodex spp. 12%. Identifikasi lebih lanjut ditemukan Demodex canis dengan prevalensi sebesar 7% dan Demodex cornei 5%. Uji Chi-square mendapatkan bahwa umur dan cara pemeliharaan memiliki hubungan prevalensi infestasi tungau, sedangkan jenis kelamin dan ras tidak berhubungan dengan prevalensi infestasi tungau. Sehubungan dengan besarnya prevalensi tersebut, perlu perhatian serius terhadap anjing-anjing yang dipelihara di Bali, terutama menyangkut kebersihan dan kesehatan kulit.

##plugins.generic.usageStats.downloads##

##plugins.generic.usageStats.noStats##

##submission.authorBiographies##

##submission.authorWithAffiliation##
 
##submission.authorWithAffiliation##
 

Referensi

Ali MH, Begum N, Azam MG, Roy BC. 2011. Prevalence and pathology of mite infestation in street dogs at Dinajpur municipality area. J. Bangladesh Agric. Univ. 9(1): 111-120.
Bagja W. 2020. Problema over populasi anjing dan kucing di Indonesia. No Strays Pawject.
Bantolo. 2019. Anjing kintamani bali diakui sebagai anjing ras dunia. https://www.agrofarm.co.id/2019/04/anjing-kintamani-bali-diakui-sebagai-anjing-ras-dunia/
Chee JH, Kwon JK, Cho HS, Cho KO, Lee YJ, Abd El-Aty AM, Shin SS. 2008. A survey of ectoparasite infestations in stray dogs of Gwang-ju City, Republic of Korea. Korean. J. Parasitol. 46(1): 23-27.
Chen YZ, Liu GH, Song HQ, Lin RQ, Weng YB, Zhu XQ. 2014. Prevalence of Sarcoptes scabiei infection in pet dogs in Southern China. Sci. World J. 2014.
Dharma IPPN, Oka IBM, Dharmawan NS. 2017. Prevalensi infeksi cacing ancylostoma spp. pada anjing di kawasan wisata di bali. Indon. Med. Vet. 6(3): 230-237.
Gunaseelan L, Bhavya S, Senthilkumar K, Balachandran C. 2011. Influencing factors for mange mite infestation of dogs in Chennai city. J. Vet. Anim. Sci. 7(5): 247-249.
Izdebska JN. 2010. Demodex spp. (Acari, Demodecidae) and demodecosis in dogs: Characteristics, symptoms, occurrence. Bul. Vet. Inst. Pulawy. 54(3): 335-338.
Kalyan S, Borthakur SK, Kalita G. 2005. Incidence of mange mite infestation in dogs-A report. J. Vet. Parasitol. 19(2): 147-148.
Khairiyah K. 2011. Zoonosis dan upaya pencegahannya (kasus Sumatera Utara). Bali Pengkajian Teknologi Pertanian Sumatera Utara. J. Litbang Pertanian. 30(3): 117-124.
Kumar A, Das AK, Sinha M, Arya SK, Kumar A, Kumar B. 2018. Study on the prevalence of demodectic mange in dogs in and around Patna. Int. J. Curr. Microbiol. Appl. Sci. 7: 4216-4221.
Latif A. 2001. Studi kasus pada anjing di Rumah Sakit Hewan Jakarta periode Januari 1999-Juli 2000. Skripsi. Fakultas Kedokteran Hewan. Institut Pertanian Bogor.
Oka IBM, Dwinata IM, Arjana AA. 2017. Prevalence and Identification of Dogs Scabies in Denpasar. Proc. International Seminar Studies on Bali Dog: Genetics, Culture, Diseases, Zoonoses and Community Health. Denpasar, Bali, 31 March–1 April 2017. Pp. 170-174.
Pereira DT, Castro LJM, Centenaro VB, Amaral AS, Krause A, Schmidt C. 2015. Skin impression with acetate tape in Demodex canis and Scarcoptes scabiei var. vulpes diagnosis. Arq. Bras. Med. Vet. Zootec. 67(1): 49-54.
Sampurna IP, Nindhia TS. 2008. Analisis data dengan SPSS, dalam rancangan percobaan. Udayana University Press. Denpasar.
Sardjana IKW. 2012. Pengobatan demodekosis pada anjing di Rumah Sakit Hewan Pendidikan Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Airlangga. Vet Med. J. Klin. Vet. 1(1): 9-14.
Satria J. 2017. Prevalensi infestasi tungau kudis pada anjing di kawasan wisata di Bali. Skripsi. Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Udayana.
Shresth D, Thapa B, Rawal G, Dhakal S, Sharma B. 2015. Prevalence of demodectic mange in Canines of kathmandu valley having skin disorder and its associated risk factors. Int. J. Appl. Sci. Biotechnol. 3(3): 459-463.
Sungkar S. 2016. Skabies: etiologi, patogenesis, pengobatan, pemberantasan dan pencegahan. Badan Penerbit Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.
Timur NPVT, Putriningsih PAS, Puja IK. 2015. Prevalence of skin disorders in Kintamani dog prevalensi gangguan kulit pada anjing kintamani. J. Ilmu Kes. Hewan. 3(1): 5-9.
Wardhana AH, Joses M, Tolibin I. 2006. Skabies tantangan penyakit zoonosis masa kini dan masa datang. Balai Penelitian Veteriner, Bogor. Wartazoa. 16(1): 40-52.
Wiryana IKS, Damriyasa IM, Dharmawan NS, Arnawa KAA, Dianiyanti K, Harumna D. 2014. Kejadian dermatosis yang tinggi pada anjing jalanan di Bali. J. Vet. 15(2): 217-220.
Diterbitkan
2023-03-06
##submission.howToCite##
NAZARA, Nonitema; OKA, Ida Bagus Made; DWINATA, I Made. Prevalensi Infestasi Tungau Kudis pada Anjing di Bali dengan Metode “Tape Strip". Buletin Veteriner Udayana, [S.l.], p. 162-168, mar. 2023. ISSN 2477-2712. Tersedia pada: <https://ojs.unud.ac.id/index.php/buletinvet/article/view/86799>. Tanggal Akses: 31 jan. 2026 doi: https://doi.org/10.24843/bulvet.2023.v15.i02.p01.
Bagian
Articles