Isolasi dan Identifikasi Bakteri Shigella spp. Penyebab Diare pada Anjing

  • Voni Cornelia Br Sembiring Mahasiswa Sarjana Pendidikan Dokter Hewan, Fakultas Kedokteran Hewan, Universitas Udayana, Jl. PB. Sudirman, Denpasar, Bali, Indonesia, 80234
  • I Gusti Ketut Suarjana Laboratorium Bakteriologi dan Mikologi Veteriner, Fakultas Kedokteran Hewan, Universitas Udayana, Jl. PB. Sudirman, Denpasar, Bali, Indonesia, 80234
  • Ketut Tono Pasek Gelgel Laboratorium Bakteriologi dan Mikologi Veteriner, Fakultas Kedokteran Hewan, Universitas Udayana, Jl. PB. Sudirman, Denpasar, Bali, Indonesia, 80234
##plugins.pubIds.doi.readerDisplayName## https://doi.org/10.24843/bulvet.2023.v01.i01.p08

Abstrak

Anjing merupakan salah satu hewan kesayangan yang banyak dipelihara oleh masyarakat karena dinilai sebagai hewan yang cerdas dan setia. Salah satu masalah kesehatan utama anjing adalah diare yang disebabkan oleh infeksi bakteri. Shigella spp. merupakan bakteri patogen pada saluran pencernaan anjing. Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi dan mengidentifikasi bakteri Shigella spp. penyebab diare pada anjing. Sampel yang diteliti menggunakan swab rektal pada anjing yang menunjukkan gejala klinis diare dengan jumlah 48 sampel yang berasal dari klinik hewan di kota Denpasar dan sekitarnya. Isolasi Shigella spp. dilakukan pada media Eosin Methylene Blue Agar, Salmonella-Shigella Agar, and Sheep Blood Agar. Koloni yang tumbuh dan terpisah pada media Salmonella-Shigella Agar dilakukan pewarnaan Gram, uji katalase, uji oksidase serta dilanjutkan dengan uji biokimia yaitu uji Triple Sugar Iron Agar, Sulfid Indol Motility, Methyl Red Voges Proskauer, Simmons Citrat Agar, dan uji gula-gula seperti glukosa, laktosa, mannitol, dan arabinosa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 48 sampel yang diisolasi dan diidentifikasi, satu sampel menunjukkan hasil positif bakteri Shigella spp. dengan kemungkinan spesies Shigella dysentriae. Disimpulkan bahwa dapat diisolasi dan diidentifikasi sejumlah satu (2,08%) bakteri Shigella spp. dari 48 sampel swab rektal anjing yang menunjukkan gejala klinis diare. Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut terhadap tingkat patogenisitas bakteri Shigella spp. dan untuk penelitian selanjutnya perlu dilengkapi dengan uji API 20E untuk menentukan spesies Shigella.

##plugins.generic.usageStats.downloads##

##plugins.generic.usageStats.noStats##

Referensi

Amri F, Sayuti A, Darniati. 2017. Isolasi dan identifikasi bakteri enterik pada feses gajah Sumatera (Elephas maximus sumatranus) di pusat konservasi gajah (PKG) Saree Aceh Besar. Jimvet. 1(3): 305-315.
Atmiati WD. 2012. Faktor-faktor yang berhubungan dengan keberadaan bakteri Escherichia coli pada jajanan es buah yang dijual di sekitar pusat kota Temanggung. J. Kes. Mas. 1(2): 1047-1053.
Batra S. 2018. Morphology and culture characteristics of Shigella Dysenteriae (Sh. Dysenteriae). https://paramedicsworld.com/shigella-dysenteriae/morphology-culture-characteristics-of-shigella-dysenteriae/medical-paramedical-studynotes.
Budiana NS. 2006. Dunia Anjing. Penebar Swadaya. Jakarta.
Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Bali. 2019. Kadis Peternakan menyatakan tren infeksi rabies di Bali alami penurunan. https://denpasarkota.go.id/berita/baca/15441.
Carter GR, Cole JR. 1990. Diagnostic Procedures in Veterinary Bacteriology and Mycology. 5th Ed. Academic Press. San Diego. Pp. 620.
Chandler M. 2011. Solutions Veterinary Practice: Small Animal Gastroenterology. Elsevier. London. Pp. 256.
Cowan ST, Steel KJ. 1993. Manual for the Identification of Medical Bacteria. 3rd Ed. Cambridge University Press. New York. Pp. 331.
Hale TL, Keusch GT. 1996. “Shigella,” in Medical Microbiology. 4th Ed. NCBI Bookshelf. University of Texas Medical Branch at Galveston.
Heymann DL. 2009. Encyclopedia of Microbiology. 3rd Ed. Elsevier. State University San Diego.
Holt JG, Krieg NR, Sneath PHA, Staley JT, Williams ST. 1994. Bergey’s Manual of Determinative Bacteriology. 9th Ed. A Wolters Kluwer Company. Philadelphia. Pp. 187-288.
Isenberg HD. 1992. Interpretation of aerobic bacterial growth on primary culture media. Clin. Microbiol. Procedures Handbook. 1(1): 61-67.
Jawetz E, Melnick JL, Adelberg EA. 2005. Mikrobiologi Kedokteran. 22nd Ed. Penerbit Salemba Medika. Jakarta.
Koneman EW, Allen SD, Dowel Jr VR, Sommers HM. 1983. Color Atlas and Textbook of Diagnostic Microbiology. 7th Ed. J.B Lippincott Company. Sydney. Pp. 61-96.
Lewis HC, Ethelberg S, Olsen KEP, Nielsen EM, Lisby M, Madsen SB, Boel J, Stafford R, Kirk M, Smith HV, Tikumrum S, Wisetrojana A, Bangtrakulnonth A, Vithayarungruangsari, J, Siriarayaporn P, Ungchusak K, Bishop J, and Molbak K. 2009. Outbreaks of Shigella sonnei infections in Denmark and Australia linked to consumption of imported raw baby corn. Epidemiol. Infec. 137(3): 326-334.
Mugford R. 1994. Dog Training the Mugford Way. Stanley Paul Publishing. London.
Parija SC. 2012. Microbiology and Immunology. 2nd Ed. Elsevier. India.
Pramudya IMR, Hendrayana MA, Sukrama IDM, Iswari, IS. 2021. Identifikasi Shigella Dysenteriae pada makanan salad di kota Denpasar. J. Med. Udayana. 10(6): 1-6.
Prihastika E, Savira M, Anggraini D. 2015. Identifikasi Salmonella sp. dan Shigella sp. pada tinja anak dengan diare yang berobat dipuskesmas rawat inap kota Pekan Baru. J. Mikrobiol. 1(2): 1-9.
Putra AAG, Gunata IK, Faizah, Dartini NL, Hartawan DHW, Semara-Putra AAG, Soegiarto. 2009. Situasi rabies di Bali: enam bulan pasca program pemberantasan. Bul. Vet. Udayana. 21(74): 13-26.
Sari DAP. 2012. Isolasi dan identifikasi Salmonella enteridis pada telur saluran pencernaan dan feses ayam ras dari peternakan di gunung sindur Bogor. Skripsi. Bogor: Intitut Pertanian Bogor.
Schroeder GN, Hilbi H. 2008. Molecular pathogenesis of Shigella spp.: controlling host cell signaling, invasion, and death by type III secretion. Clin. Microbiol. Rev. 1(21): 134-156.
Sulaeman LP. 2015. Deteksi bakteri Eschericia coli dan Shigella sp dalam telur balado serta resistensinya terhadap beberapa antibiotik. Skripsi. Jakarta: Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah.
Supardi I, Sukamto. 1999. Mikrobiologi dalam pengolahan dan keamanan pangan. Yayasan Adikarya IKAPI & The Food Fondation. Penerbit Alumni. Bandung.
Suyana, Eni K, Oktalina Y. 2015. Pengaruh berbagai konsentrasi ekstrak etanol daun salam (Syzygium polyanthum) terhadap daya anti bakteri Shigella dysentriae secara in vitro. J. Teknol. Lab. 4(1): 320-323.
Tjokoprawiro A. 2007. Ilmu Penyakit Dalam. Airlangga University Press. Surabaya.
Venkatesan MM, Hartman BB, Newland WJ, Isanova VS, Hale T, McDonough M, Butterton J. 2012. Infection and Immunity: Construction, Characterization, and Animal testing of WRSdI, a Shigella dysenteriae I Vaccine. American Society for Microbiology.
Volk, W. 1990. Mikologi Dasar. Erlangga University Press. Jakarta.
Wicaksono AR. 2016. Identifikasi bakteri Escherichia coli dan Shigella sp. terhadap jajanan cilok pada lingkungan SD negeri di Cirendeu, Pisangan, dan Cempaka Putih. Skripsi. Jakarta: Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah.
Zein U, Sagala KH, Ginting J. 2004. Diare akut disebabkan bakteri. Universitas Sumatera Utara. Medan.
Diterbitkan
2022-11-30
##submission.howToCite##
BR SEMBIRING, Voni Cornelia; SUARJANA, I Gusti Ketut; PASEK GELGEL, Ketut Tono. Isolasi dan Identifikasi Bakteri Shigella spp. Penyebab Diare pada Anjing. Buletin Veteriner Udayana, [S.l.], p. 60-67, nov. 2022. ISSN 2477-2712. Tersedia pada: <https://ojs.unud.ac.id/index.php/buletinvet/article/view/86351>. Tanggal Akses: 21 feb. 2026 doi: https://doi.org/10.24843/bulvet.2023.v01.i01.p08.
Bagian
Articles