Histopatologi Ginjal Tikus yang Terpapar Logam Berat Timbal

  • Kevin Dominika Mahasiswa Sarjana Pendidikan Dokter Hewan, Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Udayana, Jl. PB. Sudirman, Denpasar, Bali, Indonesia, 80234
  • I Ketut Berata Laboratorium Patologi Veteriner, Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Udayana, Jl. PB. Sudirman, Denpasar, Bali, Indonesia, 80234;
  • Ni Luh Eka Setiasih Laboratorium Histologi Veteriner, Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Udayana, Jl. PB. Sudirman, Denpasar, Bali, Indonesia, 80234
##plugins.pubIds.doi.readerDisplayName## https://doi.org/10.24843/bulvet.2023.v01.i01.p06

Abstrak

Timbal adalah logam berat non-esensial yang bersifat toksik pada ginjal, karsinogenik, serta teratogenik, apabila masuk dalam tubuh hewan maupun manusia.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran histopatologi ginjal tikus yang terpapar timbal dengan dosis yang berbeda.  Penelitian menggunakan tikus putih  jantan strain Wistar umur 2 bulan dengan berat badan 250-300 g sebanyak 20 ekor.  Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap dengan 4 perlakuan, yaitu kontrol (P0), Pb asetat 0,5 ppm (P1), Pb asetat 1,0 ppm (P2), dan Pb asetat 2,0 ppm (P3).  Perlakuan diberikan setiap hari selama 30 hari dan pada hari ke 31 dilakukan euthanasia dan nekropsi kemudian organ ginjal diambil dan dimasukkan ke dalan netral buffer formalin 10%.  Selanjutnya dibuat preparat histopatologi dengan metode pewarnaan hematoksilin eosin.  Perubahan histopatologi ginjal yang diperiksa yaitu lesi perdarahan, nekrosis, dan peradangan.  Tingkat keparahan lesi dibuat skoring dengan kategori ringan apabila fokal, sedang apabila multifokal dan berat apabila difusa.  Pada uji Kruskal-Wallis hasil pemeriksaan histopatologi ginjal tikus yang dipapar Pb asetat menunjukkan lesi perdarahan, nekrosis dan peradangan yang nyata dibandingkan tanpa pemberian Pb asetat (kontrol).  Pada uji Mann-Whitney menunjukkan hasil signifikansi yang bervariasi diantara lesi pendahan, nekrosis maupun nefritis (peradangan).  Dapat disimpulkan bahwa pemberian Pb asetat pada dosis 0,5 ppm, 1,0 ppm maupun 2,0 ppm dapat menimbulkan lesi pendarahan, nekrosis maupun nefritis dibandingkan kontrol serta pemberian dosis 2,0 ppm menunjukkan lesi yang paling parah.  Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai dampak paparan Pb asetat dengan dosis yang lebih besar.

##plugins.generic.usageStats.downloads##

##plugins.generic.usageStats.noStats##

Referensi

Alif A, Syawal H, Riauwaty M. 2021. Histopatologi hati dan usus ikan jambal siam (Pangasionodon hypopthalmus) yang diberi pakan mengandung ekstrak daun Rhizophora apiculata. J. Ilmu Perairan. 9(2): 152-161.
Ayala A, Muñoz MF, Argüelles S. Lipid peroxidation: production, metabolism, and signaling mechanisms of malondialdehyde and 4-Hydroxy-2-Nonenal. Oxid. Med. Cell. Longev. 2014: 360-438.
Benjelloun M, Tarrass F, Hachim K, Medkouri G, Benghanem MG, Ramdani B. 2007. Chronic lead poisoning: A “forgotten” cause of renal disease. Saudi J. Kidney Dis. Transpl. 18(1): 83-86.
Berata IK, Susari NNW, Kardena IM, Winaya IBO, Manuaba IBP. 2017. Comparison of lead contamination in innards and muscle tissues of bali cattle reared in Suwung Landfill. Bali Med. J. 6(1): 147-149.
Berata IK, Winaya IBO, Adi AAM, Adnyana IBW. 2015. Patologi veteriner umum. Swasta Nulus: Denpasar.
Berata IK, Susari NNW, Sudira IW, Agustina KK. 2021. Level of lead contamination in the blood of Bali cattle associated with
their age and geographical location. Biodiversitas. 22(1): 23-29.
Bhattacharjee A, Kulkarni VH, Chakraborty M, Habdu PV, Ray A. 2021. Ellagic acid restored lead-induced nephrotoxicity by anti-inflammatory, anti-apoptotic and free radical scavenging activities. Heliyon. 7(1), e05921.
Brochin R, Leone S, Phillips D, Shepard, N, Zisa D, Angerio A. 2008. The cellular effect of lead poisoning and its clinical picture. The Georgetown Undergraduate J. Health Sci. 5(2): 1–8.
Badan Standardisasi Nasional (BSN). 2009. Standar Nasional Indonesia (SNI) 7387-2009 tentang batas maksimum cemaran logam berat dalam pangan. Pp: 1-25.
Dewi NKNL, Winaya IBO, Dharmawan NS. 2017. Gambaran histopatology hati dan ginjal babi landrace yang diberi pakan eceng gondok dari perairan tercemar timbal. Bul. Vet. Udayana 9(1): 1-8.
Diba DF, Rahman WE. 2018. Gambaran histopatologi hati, lambung dan usus ikan cakalang (katsuwonus pelamis) yang terinfestasi cacing endoparasit. Octopus J. Ilmu Perikanan 7(2): 24-30.
Evans M, Elinder CG. 2011. Chronic renal failure from lead: myth or evidence-based fact?. Kidney Int. 79(3): 272-279.
Ikaratri R, Kumorowati E. 2021. Gambaran histopatologi ginjal, hati, dan paru tikus liar yang terinfeksi Leptospira patogen berdasarkan gen LIPL32. Bul. Lab. Vet. 21(2).
Jaishankar M, Tseten T, Anbalagan N, Mathew BB, Beeregowda KN. 2014. Toxicity, mechanism and health effects of some heavy metals. Interdisciplinary Toxicol. 7(2): 60-72.
Janardani NMK, Berata IK, Kardena IM. 2018. Studi histopatologi dan kadar timbal pada ginjal sapi bali di Tempat Pembuangan Akhir Suwung Denpasar. Indon. Med. Vet. 7(1): 42-50.
Kiernan JA. 2015. Histological and histochemical methods: theory and practice (fifth edition). Bioxham: Scion.
Kim YS, Ha M, Kwon HJ, Kim HY, Choi YH. 2017. Association between Low blood lead levels and increased risk of dental caries in children: a cross-sectional study. BMC Oral Health. 17: 42.
Lopes ACBA, Peixe TS, Mesas AE, Paoliello MMB. 2016. Lead exposure and oxidative stress: a systematic review. Rev. Environ. Contamination and Toxicol. 236: 193-238.
Mabrouk A. 2018. Thymoquinone attenuates lead‐induced nephropathy in rats. J. Biochem. Mol. Toxicol. e22238.
Moorthy S, Samuel AE, Moideen F, Peringat J. 2019. Interstitial nephritis presenting as acute kidney injury following ingestion of alternative medicine containing lead: a case report. Adv. J. Emerg. Med. 3(1): e8.
Muselin F, Trif A, Brezofan D, Stancu C, Snejana P. 2010. The consequences of chronic exposure to lead on liver, spleen, lungs and kidney arhitectonics in rats. Lucrări Ştiinłifice Med. Vet. 43:(2): 123-127.
Natalia MC, Yunita EP, Triastui E. 2017. Pengaruh mikrosfer kitosan minyak kelapa sawit pada mus musculus dengan nekrosis tubular akut. Pharmaceutical J. Indon. 2(2): 37–43.
Rafe MASR, Gaina CD, Ndaong NA. 2020. Gambaran histopatologi ginjal tikus putih (rattus norvegicus) jantan yang diberi infusa pare lokal pulau timor. J. Vet. Nusantara. 3(1).
Ramadhani S, Sumiwi SA. 2016. Aktivitas antiinflamasi berbagai tanaman diduga berasal dari flavonoid. Farm. Supl. 14(2): 111-123.
Sahmiranda D. 2017. Pengaruh preventif ekstrak buah pepaya (carica papaya) terhadap kadar malondialdehid (Mda) dan histopatologi duodenum tikus jantan (rattus norvegicus) yang diinduksi plumbum asetat. Thesis. Malang: Universitas Brawijaya.
Sharma B, Singh S, Siddiqi NJ. 2014. Biomedical implications of heavy metals induced imbalances in redox systems. Bio. Med. Res. Int. 2014, 640754.
Simamarta YTRMR, Tophianong TC, Amalo FA, Nitbani H, Lenda H. 2020. Gambaran patologi anatomi pada babi landrace suspect african swine fever (Asf) di Kabupaten Kupang. J. Kajian Vet. 8(21): 136-146.
Yulia R, Karina L, Christyaningsih J. 2014. Efek glycine max varietas anjasmoro terhadap kadar timbal dan malondialdehid pada mencit terintoksikasi timbal. J. Farm. Indon. 7(1).
Diterbitkan
2022-05-18
##submission.howToCite##
DOMINIKA, Kevin; BERATA, I Ketut; SETIASIH, Ni Luh Eka. Histopatologi Ginjal Tikus yang Terpapar Logam Berat Timbal. Buletin Veteriner Udayana, [S.l.], p. 45-53, may 2022. ISSN 2477-2712. Tersedia pada: <https://ojs.unud.ac.id/index.php/buletinvet/article/view/86314>. Tanggal Akses: 28 sep. 2026 doi: https://doi.org/10.24843/bulvet.2023.v01.i01.p06.
Bagian
Articles