Kadar Total Protein Serum Sapi Bali Pasca Transportasi di Rumah Pemotongan Hewan Pesanggaran Denpasar
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh transportasi terhadap perubahan kadar total protein pada sapi bali pasca perjalanan ke Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Pesanggaran Denpasar. Transportasi dapat mengakibatkan terjadinya stres dan dehidrasi. Untuk mendiagnosa terjadinya stres dapat dilakukan dengan uji biokimia. Uji biokimia yang dilakukan dalam penelitian ini adalah dengan mengukur kadar total protein dalam darah. Objek yang digunakan adalah sapi bali yang belum diistirahatkan setelah transportasi sebanyak 20 ekor di Rumah Pemotongan Hewan Pesanggaran Denpasar. Darah diambil melalui vena auricularis dan dimasukan ke tabung vacutainer yang berisi gel separator untuk memisahkan serum dari darah. Sampel serum darah dibawa ke Balai Laboratorium Kesehatan Provinsi Bali untuk segera dilakukan pemeriksaan kadar total protein menggunakan mesin Photometer 5010V5+. Kadar total protein dari sampel yang telah diperiksa memiliki kadar terendah 5,8 g/dL dan tertinggi 8,5 g/dL dengan rata rata 7,5 g/dL. Dari hasil penelitian kadar total protein sapi bali pasca transportasi terhitung normal, hal ini mengindikasikan tidak adanya pengaruh transportasi terhadap kadar total protein.
##plugins.generic.usageStats.downloads##
Referensi
Anton A, Kasip LM, Wirapribadi L, Depamede SN, Asih ARS. 2016. Perubahan status fisiologis dan bobot badan sapi bali bibit yang diantarpulaukan dari Pulau Lombok ke Kalimantan Barat. J. Ilmu Teknol. Peternakan Indon. 2(1): 86-95.
Aradom S. 2013. Animal transport and welfare with special emphasis on transport time and vibration. Doctoral Thesis. Uppsala. Swedish University of Agricultural Sciences, Uppsala.
Besung INK, Watiniasih NL, Mahardika IGNK, Agustina KK, Suwiti NK. 2019. Mineral levels of Bali cattle (Bos javanicus) from different types of land in Bali, Nusa Penida, and Sumbawa Islands (Indonesia). Biodiversitas. 20(10): 2931-2936.
Bulitta FS, Aradom S, Gebresenbet G. 2015. Effect of transport time of up to 12 hours on welfare of cows and bulls. J. Serv. Sci. Manag. 8: 161-182.
Dewi AKS, Mahardika IG, Dharmawan NS. 2018. Total eritrosit, kadar hemoglobin, nilai hematokrit sapi bali lepas sapih diberi pakan kandungan protein dan energi berbeda. Indon. Med. Vet. 7(4): 413-421.
Frandson RD. 1992. Anatomi dan fisiologi ternak edisi keempat. Gadjah Mada University Press. Yogyakarta.
Gallo CB, Huertas SM. 2016. Main animal welfare problems in ruminant livestock during preslaughter operations: a South American view. Animal. 10(2): 357-364.
Genswein KS, Faucitano L, Dadgar S, Shand P, González LA, Crowe TG. 2012. Road transport of cattle, swine and poultry in North America and its impact on animal welfare, carcass and meat quality: a Review. J. Meat Sci. 92(3): 227-243.
Girindra A. 1988. Biokimia I. Jakarta: Gramedia.
Handiwirawan E, Subandryo. 2004. Potensi keragaman sumber daya genetik Sapi bali. Wartazoa. 14(3): 107-115.
Hartung J, Marahrens M, Holleben KV. 2003. Recommendations for future development in cattle transport in Europe. Dtsch. Tierärztl. Wschr. 110(3): 128-130.
Irfan IZ, Izfandiari A, Choliq C. 2014. Profil protein total, albumin, globulin dan rasio albumin globulin sapi pejantan. J. Ilmu Ternak Vet. 19(2): 123-129.
Issaq HJ, Conrads TP, Janini GM, Veenstra TD. 2002. Methods for fractionation, separation and profiling of proteins and peptides. Electrophoresis. 23: 3048–3061.
Kaneko JJ. 1997. Serum proteins and the dysproteinemias. Di dalam Kaneko JJ, JW. Harvey, ML Bruss, editor. Clinical Biochemistry of Domestic Animals. Edisi 5. Academic press. London.
Kaslow JE. 2010. Analysis of serum protein. Santa Ana: 720 North Tustin Avenue Suite 104, CA.
Lemeshow S. 1997. Besar sampel dalam penelitian kesehatan. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
Pieper R, Gatlin CL, Makusky AJ, Russo PS, Schatz CR, Miller SS, Su Q, McGrath AM, Estock MA, Parmar PP, Zhao M, Huang ST, Zhou J, Wang F, Esquer-Blasco R, Anderson NL, Taylor J, Steiner S. 2003. The human serum proteome: dis-play of nearly 3700 chromatographically separated protein spots on two-dimensional electrophoresis gels and identification of 325 distinct proteins. Proteomics. 3: 1345–1364.
Schwartzkopf-Genswein K, Grandin T. 2014. Cattle transport by road. CAB International.
Senja NO, Widyastuti SK, dan Erawan IGMK. 2020. Kadar protein total serum sapi bali betina di sentra pembibitan sapi bali Desa Sobangan, Badung. Indon. Med. Vet. 9(4): 502-511.
Soares FS, Dryden GM. 2011. A body condition scoring system for Bali cattle. Asian-Australasian J. Anim. Sci. 24(11): 1587–1594.
Swanson JC, Morrow-Tesch J. 2001. Cattle transport: Historical, research, and future perspectives. J. Anim. Sci. 79: E102–E109.
Oka IGL, Suyadnya IP, Putra S, Suarna IM, Suparta N, Saka I K, Suwiti NK, Antara IM, Puja IN, Sukanata IW, Oka AA, Mudita IM. 2012. Sapi bali sumberdaya genetik asli Indonesia. Denpasar, Udayana University Press. 351 Hlm.


