Efek Pemberian Sediaan Salep Ekstrak Daun Binahong secara Dermal pada Luka Insisi
Abstrak
Luka insisi merupakan luka yang terjadi karena teriris oleh instrumen yang tajam, misalnya luka yang terjadi setelah pembedahan atau operasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek pemberian sediaan salep ekstrak daun Binahong pada penyembuhan luka insisi. Daun Anredera scandens (L.) Moq. diekstraksi menggunakan etanol 70%, dan ekstraknya dibuat salep dengan basis adeps lanae dan vaselin album. Sebanyak 35 ekor tikus putih betina galur wistar umur 2-3 bulan dengan bobot 200 g dan diaklimatisasi selama satu minggu, dikelompokkan menjadi 7 kelompok perlakuan. Semua kelompok dibuat luka insisi pada bagian punggung sejajar tulang vertebra, kecuali pada kelompok normal. Setiap hari diberikan salep sebanyak dua kali sehari sebanyak 250 mg. Parameter yang diamati dari histopatologi kulit setelah diberikan salep adalah infiltrasi sel radang dan pembentukan kolagen Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian salep ekstrak etanol daun A. scandens (L.) Moq. menunjukkan bahwa pada hari ke-21 masih terdapat sel radang yang tidak berbeda bermakna (p>0,05) pada semua kelompok dan pada konsentrasi ekstrak 40% terjadi pembentukan kolagen yang berbeda bermakna (p<0,05). Disimpulkan salep ekstrak etanol daun A. scandens (L.) Moq. belum mampu mengurangi sel radang setelah 21 hari perlakuan dan pada konsentrasi 40% menunjukkan pembentukan kolagen paling signifikan.
##plugins.generic.usageStats.downloads##
Referensi
Ansel HC. 2008. Pengantar Bentuk Sediaan Farmasi. Edisi IV. Jakarta. UI Press.
Berata IK, Winaya IBO, Adi AAAM, dan Adnyana IBA. 2011. Buku Ajar Patologi Veteriner Umum. Denpasar. Swasta Nulus.
Celloti F and Laufer S. 2001. Inflammation, Healing and Repair Synopsis. J. Phar. 43(5): 2001.
Depkes RI. 2014. Farmakpe Indonesia. Edisi V. Jakarta. Departemen Kesehatan Republik Indonesia.
Kementerian Kesehatan RI. 2011. Farmakope Herbal Indonesia. Edisi I.
Jakarta. Departemen Kesehatan Republik Indonesia.
Mahmood, A.., A. K. Tiwari, O. Kucuk, dan S. Ali. 2016. Triterpenoid saponin-rich fraction of Centella asiatica decreases IL-1β and NF-kB, and augments tissue regeneration and excision wound repair. Turkish Journal of Biology. 40: 399-409.
Miladiyah I. dan Prabowo BR. 2012. Ekstrak Etanol daun Anreder cordifolia (Ten.) Steenis (Basallaceae) memperbaiki Penyembuhan Luka Pada Marmut. Univ Med. 31(1): 4-11.
Myers WT., Leong M., Philips LG. 2007. Optimizing The Patient fo Surgical Treatment of The Wound. Clin Plast Surgery. 34(4): 607-627.
Nayak, B. S. and L. M. P. Pereira. 2006. Catharanthus Roseus Flower Extract has Wound-Healing Activity in Sprague Dawley Rats. BMC Complementary and Alternative Medicine. 6(41): 2.
Plumb DC. 2008. Veterinary Drug Handbook. Blackwell Publishing.
Prasetyono, T. O. H. 2009. General Concept of Wound Healing. Med J Indones. 18(3): 208-216.
Samirana PO, Swastini DA, Subratha IDGPY, dan Ariadi KA. 2016. Uji
Aktivitas Penyembuhan Luka Ekstrak Etanol Daun Binahong (Anredera
scandens (L.) Moq.) pada Tikus Betina Galur Wistar. Jurnal Farmasi
Udayana. 5(2): 19-23.
Samirana PO, Swastini DA, Ardinata IPR, dan Suarka IPSD. 2017. Penentuan Profil Kandungan Kimia Ekstrak Etanol Daun Binahong (Anredera scandens (L.) Moq.). Jurnal Farmasi Udayana. 6(1): 23-33.
Sastrawan NKL, Wardhita AAGJ, Dada IKA, dan Sudimartini LM. 2016. Perbandingan Kecepatan Kesembuhan Luka Insisi yang Diberi Amoksisilin-Deksametason dan Amoksisilin-Asam Mefenamat pada Tikus Putih (Rattus norvegicus). Indonesia Medicus Veterinus. 5(2): 129-144.
Semer, N. B. 2013. Dasar-dasar Perawatan Luka. Jakarta: Global-HELP Organization.
Tsala DE, Amadou D, and Habtemariam S. 2013. Natural Wound Healing dan
Bioactive Natural Products. Phytopharmacology 4(3): 532-560.
WHO. 2013. Recommendation on Postnatal Care of The Mother and Newborn. WHO. Department of Maternal, Newborn, Child and Adolescent Health.
Yadnya-Putra, A. A. G. R, P. O. Samirana, dan D. A. A. Andhini. 2019. Isolasi dan Karakterisasi Senyawa Flavonoid Potensial Antioksidan dari Daun Binahong (Anredera scandens (L.) Moq.). Jurnal Farmasi Udayana. 8(2): 85-94.


