Kualitas Semen Beku Selama Penyimpanan di Satuan Pelayanan Inseminasi Buatan Mengwi, Kabupaten Badung

  • Ni Komang Asni UPT Sentra Pembibitan Sapi Bali, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung, Bali 80352;
  • I Wayan Bebas Laboratorium Reproduksi Veteriner, Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Udayana, Jl. PB. Sudirman Denpasar, Bali
  • I Gusti Ngurah Bagus Trilaksana Laboratorium Reproduksi Veteriner, Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Udayana, Jl. PB. Sudirman Denpasar, Bali
##plugins.pubIds.doi.readerDisplayName## https://doi.org/10.24843/bulvet.2022.v14.i04.p07

Abstrak

Keberhasilan Inseminasi Buatan di Kabupaten Badung belum maksimal, ini terlihat dari banyaknya kejadian kawin berulang. Salah satu faktor penting dalam keberhasilan Inseminasi Buatan adalah kualitas dari semen beku yang digunakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas semen beku sapi bali yang disimpan dalam waktu yang berbeda di depo penyimpanan Satuan Pelayanan Inseminasi Buatan (SPIB) Mengwi, Kabupaten Badung. Penelitian ini menggunakan semen beku sapi bali dari Balai Inseminasi Buatan Daerah Baturiti. Rancangan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap dengan empat perlakuan yaitu perlakuan sesaat setelah sampai di depo penyimpanan (P1), waktu penyimpanan tujuh hari (P2), 14 hari (P3) dan 28 hari (P4). Dan masing-masing perlakuan terdiri dari lima ulangan. Peubah yang diamati adalah persentase viabilitas, persentase motilitas dan persentase membran plasma utuh. Hasil penelitian didapat bahwa semen beku yang disimpan di depo penyimpanan SPIB Mengwi tidak berbeda bermakna (P?0,05) untuk waktu penyimpanan P1, P2 dan P3 tetapi berbeda bermakna untuk penyimpanan 28 hari (P4) (P?0,05) dengan persentase rata-rata viabilitas 54.06% sampai dengan 61.21%, persentase motilitasnya 41.39% sampai dengan 46.44% dan persentase membran plasma utuh diperoleh 50.53% sampai dengan 57.14%. Hasil penelitian ini dapat disimpulankan bahwa kualitas spermatozoa semen beku baik dilihat dari viabilitas, motilitas maupun membran plasma utuhnya mengalami penurunan secara nyata pada hari ke-28.

##plugins.generic.usageStats.downloads##

##plugins.generic.usageStats.noStats##

Referensi

Badan Standarisasi Nasional (BSN). 2017. SNI 4869-1:2017. Semen Beku-Bagian 1: Sapi. Badan Standarisasi Nasional. Jakarta.
Bohlooli S, Cedden F, Bozoglu S, Razzaghzadeh S, Pishjang J. 2012. Correlation between conventional sperm assay parameters in cryopreserved Ram Semen. Ann. Biol. Res. 3: 884-889.
Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan. 2009. Sistem Informasi Kesehatan Hewan (iSIKHNAS). Jakarta
Feradis. 2010. Bioteknologi Reproduksi Pada Ternak. Bandung: Alfa beta
Hafez ESE. 2000. Artificial Insemination. Bellin., M. E., Hafez. B., Verner., D. D., Love., CC et al in Reproduction in Farm Animals. 7th Ed. Philadelphia, USA.
Hardyana RD, Arifiantini RI. 2012. Penentuan waktu optimal pengujian keutuhan membran plasma spermatozoa semen beku sapi limousin dan frisien holstein menggunakan hypo-osmotic swelling (HOS) test. Skripsi. Program Studi Sarjana Institut Pertanian Bogor.
Irpansyah B. 2002. Pengkajian teknik penanganan dan kualitas semen beku sapi produksi balai inseminasi buatan Lembang-Singosari pada setiap tahap jalur distribusi di Indonesia. Program Pasca Sarjana Institut Pertanian Bogor. Bogor.
Juhani T. 2009. Fixed-time artificial insemination in beef cattle. J. Acta Vet. Scandinavica: 51: 48.
Priyanto L, Arifiantini RI, Yusuf TL. 2015. Deteksi kerusakan DNA spermatozoa semen segar dan semen beku sapi menggunakan pewarnaan Toluidine Blue. J. Vet.
Lessard C, Parent S, Leclerc P, Bailey JL, Sullivan R. 2000. Cryopreservation alters the levels of the bull sperm surface protein P25b. J. Androl. 21: 700-707.
Maksum K, Yusran MA, Musaofie A, Affandhy L. 1993. Kualitas semen beku sapi Madura dalam distribusinya di Pulau Madura. Proc. Pertemuan Bemba-hasan hasil penelitian seleksi sapi Madura guna meningkatkan mutu sapi Madura. Sub. Balai Penelitian Ternak Grati. Proyek Pembangunan Penelitian Per-tanian Nasional. Malang. Pp. 43-48.
Revell SG, Mrode RA. 1993. An osmotic resistance test for bovine semen. Anim. Reprod. Sci. 36: 77-86.
Sharma M, Singh M, Kapoor S, Jasial S. 2012. Inter relationship between some routine semen evaluation parameters in Jersey X local hill cattle crossbred bulls. Open. Vet. J. 2: 26-31.
Sitepu P, Dharsana R. 1998. Aplikasi inseminasi buatan (IB) di Propinsi Lampung: penanganan dan penyimpanan frozen semen. Proc. Seminar Nasional Peternakan dan Veteriner. 2: 317-328.
Toelihere MR. 1993. Inseminasi Buatan pada Ternak. Angkasa, Bandung.
Wulan CP, Affandhy L, Pamungkas D. 2005. Observasi kualitas spermatozoa pejantan simmental dan po dalam straw dingin setelah penyimpanan 7 hari pada suhu 5 C. Proc. Seminar Nasional Teknologi Peternakan dan Veteriner.
Yulnawati, Agus SM. 2005. Motilitas dan keutuhan membran plasma spermatozoa epididimis kucing selama penyimpanan pada suhu 4°C. Med. Ked. Hewan. 21(3): 100-104.
Diterbitkan
2022-01-29
##submission.howToCite##
ASNI, Ni Komang; BEBAS, I Wayan; TRILAKSANA, I Gusti Ngurah Bagus. Kualitas Semen Beku Selama Penyimpanan di Satuan Pelayanan Inseminasi Buatan Mengwi, Kabupaten Badung. Buletin Veteriner Udayana, [S.l.], p. 356-262, jan. 2022. ISSN 2477-2712. Tersedia pada: <https://ojs.unud.ac.id/index.php/buletinvet/article/view/55799>. Tanggal Akses: 13 mar. 2026 doi: https://doi.org/10.24843/bulvet.2022.v14.i04.p07.
Bagian
Articles