Prevalensi Infeksi Trichuris spp. pada Sapi Bali di Kelompok Ternak Dukuh Sari Desa Pempatan, Kecamatan Rendang, Kabupaten Karangasem, Bali
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prevalensi infeksi cacing Trichuris spp. pada sapi bali dan hubungan jenis kelamin, umur, dan jumlah sapi dalam kandang terhadap infeksinya di kelompok ternak Dukuh Sari, desa Pempatan, kecamatan Rendang, kabupaten Karangasem, Bali. Sampel yang digunakan sebanyak 102 feses sapi bali yang dikelompokkan berdasarkan jenis kelamin, umur dan jumlah sapi dalam kandang. Sampel diperiksa menggunakan metode konsentrasi apung dan identifikasi telur cacing berdasarkan morfologi, sedangkan untuk mengetahui hubungan antara jenis kelamin, umur dan jumlah sapi dalam kandang terhadap prevalensi infeksi Trichuris spp. dianalisis dengan Chi square test. Hasil penelitian diketahui sebanyak 6 sampel (5,9%) positif terinfeksi cacing Trichuris spp. sedangkan jenis kelamin, umur dan jumlah sapi dalam kandang tidak berpengaruh nyata (P.0,05) yang artinya tidak ada hubungan terhadap prevalensi infeksi Trichuris spp. pada sapi bali di kelompok ternak Dukuh Sari.
##plugins.generic.usageStats.downloads##
Referensi
Alamsyah AN, Dwinata IM, Oka IBM. 2013. Prevalensi nematoda gastrointestinal pada sapi bali di sentra pembibitan sapi bali Desa Sobangan Kecamatan Mengwi Kabupaten Badung. Indon. Med. Vet. 4 (1): 80-87.
Batan IW. 2006. Sapi Bali dan Penyakitnya. Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Udayana. Udayana Press. Denpasar.
Cheru T, Birhanu A, Diriba L, Eticha E. 2014. Prevalence of gastrointestinal parasitism of cattle in East Showa Zone, Oromia Regional State, Central Ethiopia. J. Vet. Med. Anim. Health. 6(2): 55-62.
Fadly M, Oka IBM, Suratma NA. 2014. Prevalensi nematoda gastrointestinal pada sapi bali yang dipelihara peternak di Desa Sobangan, Mengwi, Badung. Indon. Med. Vet. 3(5): 411-422.
Panjono. 2012. Bangsa-Bangsa Sapi. PT. Intan Sejati. Klaten.
Regassa F, Sori T, Dhuguma R, Kiros Y.2006. Epidemiology of gastrointestinal parasites of ruminants in Western Oromia, Ethiopia. Intern. J. Appl. Res. Vet. Med. 4(1): 51-57.
Sampurna IP, Nindhia TS. 2008. Analisis Data Dengan SPP.SS, Dalam Rancangan Percobaan. Udayana University Press. Denpasar.
Stromberg BE, Gasbarre LC, Waite A, Bechtol DT, Brown MS, Robinson NA, Olson EJ. 2012. Newcomb. Cooperia punctate, effect on cattle productivity? Vet. Parasitol. 183: 284-291.
Suwiti NK, Sampurna IP, Watiniasih, Puja N. 2013. Peningkatan Produksi Sapi Bali Unggul Melalui Pengembangan Model Peternakan Terintegrasi. LaporanTahap II penprinas MP3EI 2011-2015.
Taylor MA, Coop RL, Wall RL. 2007. Veterinary Parasitology. 3rd Edition. Blackwell Publishing. Oxford.
Thienpont D, Rochette F, Vanparijs OF. 1986. Diagnosing Helminthiasis by Coprological Examination. Janssen Research Fondation. Belgium.
PKSB. Pusat Kajian Sapi Bali. 2012. Sapi Bali Sumberdaya Genetika Asli Indonesia. Universitas Udayana. Denpasar.
Yeung KJA, Smith A, Zhao A, Madden KB, Elfrey J, Sullivan C. 2005. Impact of vitamin E or selenium deciency on nematode-induced alteraons in murine intesnal function. Exp. Parasitol. 109: 201-208.
Zajac AM, Conboy GA. 2012. Veterinary Clinical Parasitology. 8th Ed. John Wiley & Sons, Inc. UK.
Zulkharnaim, Jakaria, Noor RR. 2010. Identification of genetic diversity of growth hormone receptor gene in bali cattle. J. Med. Pet. 33: 81- 87.


