Evaluasi Stabilitas Krim Ekstrak Nimba, Pegagan, dan Sirsak untuk Pengobatan Dermatitis pada Anjing
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi stabilitas dari krim ekstrak herbal dengan komposisi kombinasi ekstrak daun nimba, pegagan, dan sirsak untuk membantu persembuhan penyakit radang kulit (Dermatitis) kompleks pada anjing. Secara in vitro ekstrak herbal di atas telah mampu menghambat pertumbuhan bakteri penyebab dermatitis. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Formulasi dan Teknologi Non Steril Jurusan Farmasi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Udayana.Sediaan krim dibuat dalam tiga formulasi, masing-masing formulasi dari sediaan tersebut di evaluasistabilitasnya pada suhu kamar. Evaluasi stabilitas sediaan krim meliputi uji organoleptik, uji homogenitas, uji pH, uji daya lekat, uji daya sebar, dan uji viskositas. Hasil yang telah didapat sediaan krim stabil pada suhu ruang selama satu bulan dan formula yang stabil adalah formula 1. Disimpulkan krim ekstrak herbal formula 1 stabil pada suhu ruang selama satu bulan.
##plugins.generic.usageStats.downloads##
Referensi
DeBoer DJ. 2005. Cutaneous adverse drug reactions. Proc. of the NAVC North American Veterinary Conference, Orlando, Florida. 8-12, Jan 2005.
Dewi R, Anwar E, Yunita KS. 2016. Uji stabilitas fisik formula krim yang mengandung ekstrak kacang kedelai (Glycine max). Pharm. Sci. Res. 1(3): 194-208.
Elya B, Dewi R, Haqqi, Budiman M. 2013. Antioxidant cream of Salanum lycopersium L. Int. J. Pharm. Tech. Res. 5(1): 233-238.
Ita H, Amaliah, Danial M. 2015. Efektivitas salep ekstrak daun sirsak (Annona muricata L.) pada mencit yang terinfeksi bakteri Staphylococcus aureus. Proc. Seminar Nasonal Mikrobiologi Kesehatan Lingkungan. Jurusan Biologi. FMIPA. UIN Allaudin Makasar.
Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia. 2007. Kebijakan obat tradisional nasional tahun 2007. Jakarta: Departemen Kesehatan Republik Indonesia.
Kumar VS, Navaratnam V. 2013. Nimba (Azadirachta indica): Prehistory to contemporary medicinal uses to human kind. Asian Pac. J. Trop. Biomed. 3(7): 505-514.
Matousek JL, Campbell KL, Kakoma I, Solter PF, Schaeffer DJ. 2003 Evaluation of the effect of pH on in vitro growth of malassezia pachydermatis. Canadian J. Vet. Res. 67(1): 56-59.
Melani D, Purwati T, Soeratri W. 2005. Koerelasi kadar propilenglikol dalam basis dan pelepasan dietilammonium diklofenak dari basis carbopol ETD 2020. Majalah Farmasi Airlangga. 5(1): 1-6.
Mills S. 1996. Pengobatan alternative. Terjemahan: P. Boentaran, Dian Rakyat, Jakarta.
Rahmawati D, Sukmawati A, Indrayudha P. 2010 Formulasi krim minyak atsiri rimpang temu giring (Curcuma heyneanar Val & Zijp): uji sifat fisik dan daya antijamur terhadap Candida albicans ecara in vitro. Maj. Obat Trad. 15: 56-63.
Suartha IN, Septyawati R, Gunata IK. 2014. Bentuk dan sebaran lesi demodekosis pada sapi bali. J. Vet. 15(3): 395-400.
Suartha IN, Suarjana IGK, Sudimartini LM, Swantara IMD. 2017. In vitro study of antimicrobial activity of combined extracts of Azadiractha indica, Centella Asiatica and Annona muricata leaves against a panel of bacteria isolated from dog dermatitis cases. Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Unud, Bali.
Tjahajati I. 2013. Update common parasitic disease in dog. Seminar Ilmiah Dokter Hewan. 14 Nopember 2013. Pulmann Hotel Bali.
Widyastuti SK, Sutaridewi NM, Utama IH. 2012. Kelainan kulit anjing jalanan pada beberapa lokasi di Bali. Buletin Vet. Udayana. 4(2): 81-86.


