Laporan Kasus: Ankilostomiosis pada Kucing Lokal Mix Persia

  • I Wayan Syartama Hadi Nugraha Praktisi Dokter Hewan, Jl. Yudistira, Desa Bayung Gede, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, Provinsi Bali
  • Putu Ayu Sisyawati Putriningsih Laboratorium Ilmu Penyakit Dalam Veteriner, Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Udayana, Jalan PB Sudirman, Denpasar-Bali
  • I Wayan Batan Laboratorium Diagnosa Klinik Veteriner, Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Udayana, Jalan PB Sudirman, Denpasar-Bali
##plugins.pubIds.doi.readerDisplayName## https://doi.org/10.24843/bulvet.2022.v14.i02.p04

Abstrak

Ancylostoma sp. merupakan parasit umum menginfeksi kucing dan merupakan penyebab utama dari ankilostomiosis. Cacing Ancylostoma sp. masuk ke dalam kelas Nematoda. Kucing dapat terinfeksi melalui makanan yang mengandung telur maupun larva infektif. Seekor kucing local mix persia bernama Roger, berumur kurang lebih 7 tahun, dengan berat badan 3,5 kg, mengalami diare 3 sampai 4 kali dalam sehari dengan warna feses coklat kehitaman. Berdasarkan hasil pemeriksaan fisik, kucing mengalami diare disertai mukosa anus kemerahan, pembengkakan pada limfoglandula mandibularis dexter, mukosa mata, hidung dan mulut pucat serta kucing mengalami dehidrasi. Adapun pemeriksaan laboratorium yang dilakukan adalah pemeriksaan feses dengan metode apung, McMaster dan hematologi rutin. Kucing Roger didiagnosa ankilostomiosis dengan derajat ringan. Terapi yang diberikan adalah pyrantel pamoat dengan dosis anjuran 6 sampai 25 mg/kg dan dosis yang diberikan adalah 20 mg/kg BB (0,5 tab). Kaolin pektin dengan dosis anjuran 1 sampai 2 mL/kg BB (4,5 mL/hari). Hematodin dengan dosis anjuran 0,5 sampai 2 mL/kg BB (diinjeksi 0,05mL) secara intramuskular. Livron Bplex 1 tablet per oral satu kali sehari selama 10 hari. Evaluasi kucing kasus 3 minggu pasca terapi didapatkan hasil kucing kasus sudah tidak mengalami diare, mukosa mulut, mata, telinga, vagina, sphincter ani berwarna merah muda, Capillary Refil Time (CRT) kurang dari 2 detik dan turgor kulit baik. Hasil pemeriksaan feses dengan metode natif negatif tidak ditemukan infestasi telur cacing.

##plugins.generic.usageStats.downloads##

##plugins.generic.usageStats.noStats##

Referensi

Agustina KK. 2013. Identifikasi dan Prevalensi Cacing Tipe Strongyle pada Babi di Bali. Bul. Vet. Udayana. 5(2): 131–138.
Agustina KK, Anthara MS, Sibang NAAN, Wiguna WAR, Apramada JK, Gunawan WNF, Oka IBM, Subrata M, Besung NK. Prevalence and distribution of soil-transmitted helminth infection in free-roaming dogs in Bali Province, Indonesia. Vet. World. 14(2): 446-451.
Atmadja SA, Kusuma R, Dinata F. 2016. Pemeriksaan laboratorium untuk membedakan infeksi bakteri dan virus. CDK-241. 43(6): 457-461
Hotez P, Pritchard DI. 1995. Hookworm infection. Sci. American. 272: 42-48.
Keiser J, Tritten L, Silbereisen A, Speich B, Adelfio R, Vargas M. 2013. Activity of oxantel pamoate monotherapy and combination chemotherapy againts trichuris muris and hookworms. Revival of an old drug. PLOS Negl. Trop. Dis. 7(3): 1-8.
Lewis EE, Gaugler R, Harrison. 1992. Entomopathogenic nematode host finding: Response to host contact cues by cruise and ambush foragers. Parasitol. 105(02):309- 315.
Monti JR, Chilton NB, Bao–Zhen Q, Gasser RB. 1998. Spesific amplification of Necator americanus or Ancylostoma duodenale DNA by PCR using makers in ITS-1 rDNA and it’s implications. Mol. Cell. Probes. 12: 71-78.
Oktaviana PA, Dwinata M, Oka IBM. 2014. Prevalensi infeksi cacing Ancylostoma spp pada kucing lokal (Felis catus) di Kota Denpasar. Bul. Vet. Udayana. 6(2): 161-167.
Soulsby EJL. 1982. Helminths, Arthropods and Protozoa of Domesticated animals. 7th Ed. ELBS and Bailliere Tindall, London.
Suartha IN. 2010. Terapi cairan pada anjing dan kucing. Bul. Vet. Udayana. 2(2): 69-83.
Teresson L, Steiner JL, Spillmann T. 2016. Oral cobalamin supplementation in dogs with chronic enteropathies and hypocobalaminemia. J. Vet. Intern. Med. 30(1): 101-107.
Tjahajati I, Purnamaningsih H, Mulyani GT, Yuriadi. 2005. Kasus ankilostomiasis pada pasien anjing di klinik penyakit dalam, Rumah Sakit Hewan FKH-UGM selama Tahun 2005. J. Sain Vet. 24(1): 119-124.
Triakoso N, 2006. Penyakit Sistem Digesti. Bahan Ajar Ilmu Penyakit Dalam Veteriner II. Program Studi Kedokteran Hewan, Universitas Airlangga, Surabaya.
Wennogle SA, Martin LER, Popelka FJO, Xu H, Philipe CJ, Lappin MR. 2015. Randomized trial to evaluate two dry therapeutic diets for shelter dogs with acute diarrhea. Int. J. Appl. Res. Vet. Med. 13(3): 199-206.
Diterbitkan
2022-01-15
##submission.howToCite##
NUGRAHA, I Wayan Syartama Hadi; PUTRININGSIH, Putu Ayu Sisyawati; BATAN, I Wayan. Laporan Kasus: Ankilostomiosis pada Kucing Lokal Mix Persia. Buletin Veteriner Udayana, [S.l.], p. 90-96, jan. 2022. ISSN 2477-2712. Tersedia pada: <https://ojs.unud.ac.id/index.php/buletinvet/article/view/43919>. Tanggal Akses: 09 jan. 2026 doi: https://doi.org/10.24843/bulvet.2022.v14.i02.p04.
Bagian
Articles