Variasi Genetik Lokus Mikrosatelit D7S1789 pada Populasi Monyet Ekor Panjang di Gunung Pusuk Lombok Barat

  • Febio Tomasini Marciano Meus Praktisi Dokter Hewan di Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur, Indonesia 86571.
  • I Nengah Wandia Fakultas Kedokteran Hewan; Pusat Penelitian Satwa Primata LPPM Universitas Udayana, Jl. Raya Kampus Udayana, Bukit Jimbaran, Kuta Selatan, Badung, Bali, Indonesia 80361.
  • I Ketut Suatha Fakultas Kedokteran Hewan; Universitas Udayana, Jl. PB. Sudirman, Denpasar, Bali Indonesia 80234.
##plugins.pubIds.doi.readerDisplayName## https://doi.org/10.24843/bulvet.2019.v11.i02.p11

Abstrak

Monyet ekor panjang (Macaca fascicularis) merupakan hewan endemik Asia Tenggara dengan pola hidup dan interaksi yang membentuk kelompok kohesif yang protektif dengan teritori wilayahnya. Pola demikian menciptakan kekhasan karakter antar populasi seperti variasi lokus mikrosatelit.  Penelitian ini mengungkapkan polimorfisme lokus mikrosatelit D7S1789 pada populasi monyet ekor panjang di Gunung Pusuk Lombok Barat dengan tujuan mengetahui jumlah alel, frekuensi alel, heterozigositas dan keseimbangan Hardy-Weinberg berdasarkan sebaran alelnya menggunakan uji Chi-square. Sejumah 17 sampel darah monyet ekor panjang dari populasi Gunung Pusuk Lombok Barat diekstraksi untuk mendapatkan DNA total. Ekstraksi DNA menggunakan QIAmp DNA blood kits dari QIAGEN. Lokus mikrosatelit D7S1789 diperbanyak menggunakan teknik PCR sebanyak 30 siklus, dengan suhu annealing 57oC. Alel dimunculkan dengan pewarnaan perak menggunakan gel poliakrilamid 8%. Hasil didapatkan dua alel dengan frekuensi masing-masing 121 bp (0,794) dan 130 bp (0,206), serta heterozigositas (0,337). Uji keseimbangan Hardy-Weinberg (?2hitung) adalah 0,422 (?2tabel = 3,841; ? = 0,05; db = 1) yang mengindikasikan populasi kawin acak. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa lokus mikrosatelit D7S1789 bersifat polimorfik pada populasi monyet ekor panjang di Gunung Pusuk Lombok Barat.

##plugins.generic.usageStats.downloads##

##plugins.generic.usageStats.noStats##

##submission.authorBiography##

##submission.authorWithAffiliation##

Laboratorium Anatomi Veteriner

Referensi

Alders M, Bikker H, Christiaans I. 2017. Homo sapiens a-kinase anchoring protein 9 (AKAP9), RefSeqGene (LRG_331) on chromosome 7. access point: NG_011623. National Center for Biotechnology Information, US National Library of Medicine, Rockville Pike, Bethesda. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/nuccore/NG_011623.1?report=gbwithparts&log$=seqview (diakses tanggal 20 Maret 2017).
Allendorf FW, Luikart G, Aitken SN. 2013. Conservation and the genetics of populations. 2nd Ed. United Kingdom, Willey and Blackwell.
Arisuryanti T, Daryono BS. 2007. Genetika populasi. Yogyakarta, Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada.
Balloux F, Lugon-Moulin N. 2002. The estimation of population differentation with microsatellite markers. Mol. Ecol. 11: 155-165.
De Ruiter JR, Geffen E. 1998. Relatedness of matrillines, dispersing and social groups in long tail macaques (Macaca fascicularis). Proc. R. Soc. Lond. 265:79-87.
Dewi EK, Soma IG, Wandia IN. 2013. Diversitas genetik populasi monyet ekor panjang menggunakan marka molekul mikrosatelit D3S1768. Indon. Med. Vet. 2(1): 43-57.
Dwiwandana B, Suatha IK, Wandia IN. 2013. Karakteristik lokus mikrosatelit D7S1789 pada populasi monyet ekor panjang (Macaca fascicularis) di Wanara Wana, Padang Tegal, Ubud, Bali. Indon. Med. Vet. 2(4): 375-384.
Eudey AA. 1994. Temple and pet primates in Thailand. Rev. Ecol. 49: 273-280.
Fooden J. 2006. Comparative review of fascicularis-group species of macaques (Primates: Macaca). Fieldiana Zool. 107: 1-43.
Frankham R, Ballou JD, Briscoe DA. 2004. A primer of conservation genetics. Cambridge, Cambridge University Press.
Gemayel R, Vinces MD, Legendre M, Verstrepen KJ. 2010. Variable tandem repeats accelerate evolution of coding regulatory sequences. Ann. Rev. Gen. 44: 445-477.
Hillis DM, Moritz C, Mable BK. 1996. Molecular systematics. 2nd Ed. Sunderland MA: Sinauer Associates, Inc.
Karimullah, Anuar S. 2011. Social organization and mating system of Macaca fascicularis (long tailed macaques). Int. J. Biol. 3(2): 23-31.
Krawscjack M. Schmidtke J. 1994. DNA fingerprint. Oxford, BIOS Scientific Publisher Ltd.
Lang KC, Crockett C. 2006. Long tailed macacaque-Macaca fascicularis. Primate Info Net Library and Information cervice National Primate Research Center, University of Wisconsin – Madison. http://pin.primate.wisc.edu/factsheets/entry/long-tailed_macaque (diakses tanggal 10 Februari 2017).
Maharani D, Soma IG, Wandia IN. 2014. Karakteristik lokus mikrosatelit D10S1432 pada populasi monyet ekor panjang di Taman Nasional Alas Purwo Banyuwangi. Indon. Med. Vet. 3(3): 244-251.
Monica WS, Widyastuti SK, Wandia IN. 2012. Keragaman populasi monyet ekor panjang di Pura Pulaki menggunakan marka molekul mikrosatelit D13S765. Indon. Med. Vet. 1(1): 37-54.
Nei M. 1987. Molecular evolutionary genetics. New York, Colombia University Press.
Suartha IN, Putra IGAA, Wandia IN. 2002. Pembiusan monyet ekor panjang (Macaca fascicularis) jantan dengan campuran Ketamin dan Xylazin pada topografi daerah berbeda. J. Vet. 4(1): 15-20.
Wandia IN. 2001. Variasi genetik monyet ekor panjang (Macaca fascicularis) di beberapa lokasi di Bali. Thesis. Institut Pertanian Bogor, Indonesia.
Wienberg J, Stanyon R. 1998. Comparative chromosome painting of primate genomes. ILAR J. 39(2-3): 77-79.
Diterbitkan
2019-08-31
##submission.howToCite##
MEUS, Febio Tomasini Marciano; WANDIA, I Nengah; SUATHA, I Ketut. Variasi Genetik Lokus Mikrosatelit D7S1789 pada Populasi Monyet Ekor Panjang di Gunung Pusuk Lombok Barat. Buletin Veteriner Udayana, [S.l.], p. 182-187, aug. 2019. ISSN 2477-2712. Tersedia pada: <https://ojs.unud.ac.id/index.php/buletinvet/article/view/43884>. Tanggal Akses: 26 sep. 2026 doi: https://doi.org/10.24843/bulvet.2019.v11.i02.p11.
Bagian
Articles