Pengaruh Konsentrasi Polivinil Alkohol dan Magnesium Stearat Terhadap Karaktersitik Bahan Pengemas Biokomposit Foam Tapioka-Glukomanan

The Effect of Polyvinyl Alcohol and Magnesium Stearate Concentration on The Characteristics of Tapioca Foam Biocomposite and Glucomananan Packaging Materials

  • Shafira Salsabila Putri Universitas Udayana
  • Bambang Admadi Harsojuwono Udayana University
  • Anak Agung Made Dewi Anggreni Udayana University

Abstract

Biokomposit foam tapioka glukomana masih memiliki kelemahan seperti hidrofilik dan memiliki sifat mekanik yang rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi polivinil alkohol dan magnesium stearat terhadap karakteristik biokomposit foam tapioka dan glukomanan serta menentukan konsentrasi polivinil alkohol dan magnesium stearat yang optimal sehingga dihasilkan karakteristik biokomposit foam tapioka dan glukomanan yang terbaik. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok dengan dua faktor. Faktor I adalah konsentrasi polivinil alkohol yang terdiri atas 3 taraf yaitu 20, 30, 40%. Faktor II adalah konsentrasi magnesium stearat yang terdiri atas 3 taraf yaitu 10, 15, 20%. Variabel yang diamati yaitu kuat tarik/tegangan putus, densitas, ketahanan sobek, pampat tetap, ketebalan, pengembangan tebal dan waktu biodegradasi. Data yang diperoleh dianalisis keragamannya dan dilanjutkan dengan uji Duncan. Hasil penelitian menunjukan konsentrasi polivnil alkohol dan magnesium stearat berpengaruh sangat nyata terhadap kuat tarik, ketahanan sobek, pampat tetap, swelling, biodegradasi, tetapi tidak berpengaruh nyata terhadap densitas dan ketebalan. Interaksi antar perlakuan berpengaruh sangat nyata terhadap kuat tarik, ketahan sobek, pampat tetap dan, biodegradasi, tetapi tidak berpengaruh nyata terhadap densitas, ketebalan, swelling, dan waktu biodegradasi. Konsentrasi polivinil alkohol 40 % dan magnesium stearat 20% menghasilkan biokomposit foam terbaik dengan nilai kuat tarik 2,10 N/cm2, ketahanan sobek 1,50 N/cm2, analisis densitas 0,40 g/ml, pampat tetap 2,89%, ketebalan 3,59 mm, swelling 0,61%, dan waktu degradasi selama 17,33 hari.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Anandito, R. B. K., E. Nurhartadi, & A. Bukhori. (2012). Pengaruh gliserol terhadap karakteristik edible film berbahan dasar tepung jali (Coix lacryma-jobi L.). Jurnal Teknologi Hasil Pertanian. 5(2):17-23.

Chandrakala H.N., Ramaraj B., Shivakumaraiah, Lee J.H., & Siddaramaiah. (2013). Polyvinyl alcohol/carbon coated zinc oxide nanocomposites: Electrical, optical, structural and morphological characteristics. Journal of Alloys and Compounds. 580: 392-400.

Dermawan K., R. Ambarwati, & M. Kasmiyatun. 2020. Pembuatan Plastik Biodegradable dari Pati Biji Nangka dengan Penambahan Polyvinyl Alcohol (PVA) dan Sorbitol. Journal of Chemical Engineering. 1(1):18-23.

Etikaningrum., J. Hermanianto., Evi, S. I., Rizal, S., & Asep, W. P. (2016). Pengaruh penambahan berbagai modifikasi serat tandan kosong sawit pada sifat fungsional biodegradable foam. Jurnal Penelitian Pascapanen Pertanian. 13(30):146-155.

Hendrawati, N., A. R. Sofiana, & I. N. Widyantini. (2015). Pengaruh penambahan magnesium stearat dan jenis protein pada pembuatan biodegradable foam dengan metode baking process. Jurnal Bahan Alam Terbarukan. 4(2): 34-39.

Hendrawati, N., Dewi, E. N. & Santosa, S. (2019). Karakterisasi biodegradable foam dari pati sagu termodifikasi dengan kitosan sebagai aditif. Jurnal Teknik Kimia dan Lingkungan. 3(1):47-52.

Hendrawati, N., K. Sadiyah, E. N. Dewi, & A. A. Wibowo. 2020. The effect of polyvinyl alcohol (PVOH) addition on biodegradable foam production from sago starch. AIP Conference Proceedings. 2197(1):050008

Hevira, L., Dinda, A., & Azimatur, R. (2021). Pembuatan biofoam berbahan dasar ampas tebu dan whey. Jurnal Kimia dan Kemasan. 43(2):75-81.

Indrianti, N., Kumalasari, R., Ekafitri, R. & Darmajana D.A. (2013). Pengaruh penggunaan pati ganyong, tapioka, dan mocaf sebagai bahan substitusi terhadap sifat fisik mie jagung instan. Jurnal Agritech. 33(4): 391-398

Iriani, E. S. (2013). Pengembangan produk biodegradable foam berbahan baku campuran tapioka dan ampok. Thesis. Institut Pertanian Bogor.

Iriani, E. S., Titi, C. S., & Nur, R. (2011). Pengembangan biodegradable foam berbahan baku pati. Buletin Teknologi Pascapanen Pertanian. 7(1):31-37.

Mulyanto. (2013). Bahaya Styrofoam Bagi Kesehatan. http://www.itd.unair.ac.id/index.php?option=com.content&view=article. Diakses pada Desember 20, 2022.

Murdianto & Wiwit. (2005). Sifat fisik dan mekanik edible film ekstrak daun janggelan (Mesona palustris). Jurnal Agrosains. 3(18):3-10.
Published
2023-07-21
How to Cite
PUTRI, Shafira Salsabila; HARSOJUWONO, Bambang Admadi; ANGGRENI, Anak Agung Made Dewi. Pengaruh Konsentrasi Polivinil Alkohol dan Magnesium Stearat Terhadap Karaktersitik Bahan Pengemas Biokomposit Foam Tapioka-Glukomanan. Jurnal Ilmiah Teknologi Pertanian Agrotechno, [S.l.], v. 8, n. 2, p. 102-108, july 2023. ISSN 2548-8023. Available at: <https://ojs.unud.ac.id/index.php/agrotechno/article/view/100966>. Date accessed: 27 may 2024. doi: https://doi.org/10.24843/JITPA/2023.v08.i02.p04.
Section
Articles