PENGEMBANGAN AGROWISATA BERLANDASKAN KONSEP TRI HITA KARANA DI SUBAK UMA LAMBING, KECAMATAN ABIANSEMAL, KABUPATEN BADUNG

  • Ni Luh Putu Erma Mertaningrum Program Studi Magister Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Udayana, Bali, Indonesia
  • Wayan - Windia Program Studi Magister Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Udayana, Bali, Indonesia
  • Ratna Komala Dewi Program Studi Magister Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Udayana, Bali, Indonesia
##plugins.pubIds.doi.readerDisplayName## https://doi.org/10.24843/JMA.2019.v07.i01.p7

Abstrak

ABSTRAK


Dalam upaya pengembangan agrowisata di Subak Uma Lambing, perlu untuk menganalisis potensi, bentuk pembangunan, dan kesesuaian antara situasi ideal dan situasi aktual subak. Berdasarkan hal tersebut, maka perlu dilakukan analisis berdasarkan konsep Tri Hita Karana. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis potensi, bentuk pengembangan agrowisata, dan kesesuaian antara situasi ideal dan situasi aktual di Subak Uma Lambing terkait dengan pengembangan agrowisata berdasarkan konsep Tri Hita Karana. Penelitian ini menggunakan pekaseh dan pelaku pariwisata sebagai informan utama, dan anggota subak sebagai responden. Metode dan teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara mendalam, kuesioner, dokumentasi, dan triangulasi. Metode dan teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif, dan analisis matriks hubungan antara sub-sistem teknologi dan sub-sistem budaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Subak Uma Lambing memiliki potensi objek wisata, jenis transportasi, aliran listrik dan penerangan. Jalan, tempat parkir, fasilitas kesehatan, kios makanan dan minuman, toko suvenir, penginapan, dan aksesibilitas berdasarkan jarak dan kemudahan dengan lokasi wisata lainnya. Agrowisata dikembangkan dengan menggunakan aspek pola pikir, aspek sosial, dan aspek artefak dengan bentuk-bentuk alternatif agrowisata adalah pelacakan, jogging, bersepeda, metekap, nandur, manyi, memberi makan sapi, memberi makan ikan, perjalanan memancing, memetik buah-buahan dan sayuran. , mempelajari instrumen rindik, menonton kegiatan ritual, menikmati makanan khas Bali, mejejahitan, pembungkus capil, permainan tradisional, hiburan Tari Bali dan menginap di rumah krama subak. Secara umum penerapan konsep Tri Hita Karana mendekati situasi ideal, tetapi pada hubungan sub-sistem sosial dengan sistem sub-organoware belum mencapai yang ideal.


Dalam studi ini, disarankan untuk menjaga kebersihan saluran irigasi, serta meningkatkan dan melengkapi fasilitas dan infrastruktur. Perlu dibuat kesepakatan tentang tata krama, pemerintah daerah dan biro pariwisata, kolaborasi antara lembaga subak dan krama untuk mewujudkan aspek artefak.

##plugins.generic.usageStats.downloads##

##plugins.generic.usageStats.noStats##
Diterbitkan
2019-05-03
##submission.howToCite##
MERTANINGRUM, Ni Luh Putu Erma; WINDIA, Wayan -; DEWI, Ratna Komala. PENGEMBANGAN AGROWISATA BERLANDASKAN KONSEP TRI HITA KARANA DI SUBAK UMA LAMBING, KECAMATAN ABIANSEMAL, KABUPATEN BADUNG. JURNAL MANAJEMEN AGRIBISNIS, [S.l.], v. 7, n. 1, p. 57-63, may 2019. ISSN 2684-7728. Tersedia pada: <https://ojs.unud.ac.id/index.php/agribisnis/article/view/49846>. Tanggal Akses: 13 mar. 2026 doi: https://doi.org/10.24843/JMA.2019.v07.i01.p7.
Bagian
Articles