Elusidasi Dan Daya Hambat Ekstrak Etanol Daun Sembung Delan (Sphaeranthus indicus L.) Terhadap Candida albicans ATCC 1023
Abstrak
Tumbuhan sembung delan (Sphaeranthus indicus L.) merupakan salah satu gulma di Indonesia yang memiliki potensi besar sebagai salah satu antijamur alternatif. Tujuan dari penelitian ini ialah mengetahui kemampuan ekstrak daun sembung delan dalam menghambat jamur Candida albicans ATCC 1023, sebagai spesies patogen dan penyebab kandidiasis, serta senyawa kimia yang terkandung dalam ekstrak. Rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang dibagi dalam 7 perlakuan dan 4 kali ulang dengan satu faktor perlakuan yaitu konsentrasi 1 % (b/v), 2 %(b/v), 3 % (b/v), 4 % (b/v), 5 % (b/v). Kontrol positif (Nystatin) dan kontrol negatif (Solvent). Dilakukan uji fitokimia dan analisis kandungan senyawa menggunakan GC-MS. Hasil penelitian menunjukkan ekstrak daun sembung delan mampu menghambat C. albicans ATCC 1023 dengan daya hambat yang paling besar adalah konsentrasi 5% (b/v) dengan diameter 13,00 mm, dan konsentrasi minimum 0,3% (b/v) dengan diameter zona hambat sebesar 5,92 mm. Secara statistik berbeda nyata (P?0,05) dengan konsentrasi 0,1% (b/v), dan 0,2% (b/v) yang diameternya 0,000 mm dan konsentrasi optimum 4% (b/v) dengan diameter 11,25 mm. Hasil uji fitokimia ekstrak kasar daun sembung delan mengandung saponin, fenol, steroid, Terpenoid, alkaloid, dan tanin. Untuk analisis GC-MS diperoleh 7 senyawa aktif dengan 6 diantaranya diketahui sebagai senyawa antifungi yaitu Thymol; 1-Tetradecanamine, N,N-dimethyl-; Benzene, 2-methoxy-1,2,3-trimethyl-; 6-Octenal, 3,7-dimethyl-; Thymol dan Benzyl chloride. Senyawa aktif yang terkandung dalam ekstrak daun sembung delan berpeluang dapat dimanfaatkan sebagai bahan herba untuk mengendalikan C. albicans ATCC 1023.
Kata kunci: Minimum Inhibitory Concentration, fitokimia, kromatografi lapis tipis, gas chromatography mass spectrometry.
