Valuasi Ekonomi Terumbu Karang Pasca Penetapan Kawasan Konservasi Laut Sawu Di Kabupaten Kupang

  • D. Umar Rahman Program Studi Ilmu Lingkungan, Program Pascasarjana, Universitas Nusa Cendana, Kelurahan Oesapa, Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur-Indonesia
  • Fonny J. L. Risamasu Program Studi Ilmu Lingkungan, Program Pascasarjana, Universitas Nusa Cendana, Kelurahan Oesapa, Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur-Indonesia
  • H. M. D. Pua Upa Program Studi Ilmu Lingkungan, Program Pascasarjana, Universitas Nusa Cendana, Kelurahan Oesapa, Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur-Indonesia
##plugins.pubIds.doi.readerDisplayName## https://doi.org/10.24843/jmas.2020.v06.i01.p03

Abstrak

Penelitian ini dilakukan di Perairan Laut Sawu, Kabupaten Kupang bertujuan mengetahui nilai ekonomi terumbu karang. Metode yang digunakan yakni wawancara dan kuisioner. Data yang dianalisis yakni manfaat langsung terumbu karang (Direct Use Value), manfaat tidak langsung (Indirect Use Value), manfaat pilihan (Option Value), manfaat keberadaan (Existence Value) dan manfaat warisan (Bequest Value). Nilai manfaat langsung terdiri atas perikanan tangkap, perikanan budidaya dan nilai pariwisata. Sedangkan nilai manfaat tidak langsung terumbu karang diantaranya sebagai penahan abrasi (breakwater), nilai penyerap karbon, tempat Pemijahan Ikan (spawning ground), Pengasuhan Ikan (nursery ground) dan tempat ikan Mencari Makan (Feeding Ground). Dan nilai non kegunaan (Non Use Value) yang terdiri atas nilai Manfaat Pilihan (Option Value), Manfaat Warisan (Bequest Value), dan Manfaat Keberadaan (Existence Value). Hasil analisa menunjukan bahwa nilai manfaat langsung terumbu karang senilai Rp 218.027.971.623,69/tahun, nilai manfaat tidak langsung terumbu karang senilai Rp 20.795.211.891.89/tahun, nilai manfaat pilihan sebesar Rp 3.967.284.324,32/tahun, nilai manfaat keberadaan sebesar Rp 4.121.520.000/tahun, dan nilai manfaat warisan sebesar Rp 4.087.245.405,41. Nilai Manfaat Langsung (Direct Use Value) yang paling tinggi berupa nilai perikanan tangkap, sedangkan yang paling rendah berupa nilai perikanan budidaya. Selanjutnya untuk nilai ekonomi Manfaat Tidak Langsung (Indirect Use Value), nilaiĀ  terumbu karang sebagai tempat ikan mencari makan (Feeding Ground) merupakan nilai tertinggi jika dibandingkan dengan yang lainnya dan nilai manfaat penelitian merupakan nilai yang paling rendah. Sementara itu, Nilai Non Kegunaan (Non Use Value) yang paling tinggi merupakan Nilai Keberadaan (Existence Value) dan yang paling rendah berupa Nilai Manfaat Warisan (Bequest Value).

##plugins.generic.usageStats.downloads##

##plugins.generic.usageStats.noStats##
Diterbitkan
2020-08-29
##submission.howToCite##
RAHMAN, D. Umar; RISAMASU, Fonny J. L.; UPA, H. M. D. Pua. Valuasi Ekonomi Terumbu Karang Pasca Penetapan Kawasan Konservasi Laut Sawu Di Kabupaten Kupang. Journal of Marine and Aquatic Sciences, [S.l.], v. 6, n. 1, p. 22-26, aug. 2020. ISSN 2549-7103. Tersedia pada: <http://ojs.unud.ac.id/index.php/jmas/article/view/60560>. Tanggal Akses: 19 oct. 2026 doi: https://doi.org/10.24843/jmas.2020.v06.i01.p03.
Bagian
Articles