APAKAH KEPEMILIKAN ASET MEMPENGARUHI JAM KERJA ANAK DI RUMAH TANGGA PERTANIAN?
Abstrak
Penelitian ini mengulas mengenai hubungan kepemilikan aset rumah tangga pertanian terhadap jam kerja anak. Ide ini ini termotivasi dari penelitian sebelumnya yang mengungkapkan bahwa anak-anak yang berasal dari rumah tangga pertanian berpotensi menjadi pekerja anak, namun secara jumlah akan bervariasi bergantung pada jumlah aset yang dimiliki oleh rumah tangga pertanian. Penelitian ini menggunakan metode random effect sebagai baseline dan tobit panel sebagai metode alternatif atas adanya masalah sensoring dari data panel Indonesia Family Life Survey (IFLS) tahun 2007 dan 2014. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa semakin besar aset yang dimiliki oleh rumah tangga pertanian maka akan semakin tinggi peluang anak terhindar dari aktivitas bekerja, namun efeknya akan bervariasi sesuai dengan jumlah aset yang dimiliki oleh rumah tangga. Sedangkan melalui analisis sub sampel, penurunan jam kerja anak memiliki efek yang lebih besar terhadap anak laki-laki karena kemungkinan bekerja di sektor pertanian yang lebih tinggi dibandingkan anak perempuan yang lebih banyak bekerja pada wilayah domestik. Temuan ini mempertegas pentingnya kebijakan yang mendukung kesejahteraan rumah tangga pertanian, yang dapat mengurangi keterlibatan anak dalam pekerjaan.







