Pengaruh Lama Simpan Semen Ayam Ekor Panjang dengan Pengencer Kuning Telur dan Air Kelapa Wulung pada Suhu 5oC

  • Dyah Risma Aprilia Enji Mahasiswa Program Sarjana Kedokteran Hewan, Fakultas Kedokteran Hewan, Universitas Udayana, Jl. PB. Sudirman, Denpasar, Bali, Indonesia, 80234
  • Wayan Bebas Laboratorium Reproduksi Veteriner Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Udayana, Jl. PB. Sudirman, Denpasar, Bali, Indonesia
  • I Gusti Ngurah Bagus Trilaksana Laboratorium Reproduksi Veteriner Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Udayana, Jl. PB. Sudirman, Denpasar, Bali, Indonesia
##plugins.pubIds.doi.readerDisplayName## https://doi.org/10.24843/bulvet.2023.v15.i06.p19

Abstrak

Ayam ekor panjang atau biasa disebut  ayam onagadori tergolong hewan langka dan terancam punah, Ayam hias ini memiliki keunggulan pada ekornya yang panjang mencapai 10 meter. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penyimpanan semen dengan pengencer air kelapa kuning telur wulung yang disimpan pada suhu dingin terhadap motilitas, abnormalitas dan viabilitas. Rancangan dalam penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 7 kelompok perlakuan untuk durasi penyimpanan, yaitu 0 jam, 12 jam, 24 jam, 26 jam, 48 jam, 60 jam, 72 jam. Objek penelitian yang digunakan adalah ayam ekor panjang jantan yang dewasa kelamin berumur 6-8 bulan. Teknik penampungan semen ayam dengan memijat punggung ayam (massage). Pemeriksaan semen dilakukan secara makroskopis dan mikroskopis. Pengamatan viabilitas dan abnormalitas spermatozoa dilakukan dengan metode pewarnaan eosin negrosin. Penelitian ini menyimpulkan bahwa motilitas, daya hidup dan abnormalitas spermatozoa ayam ekor panjang dalam pengencer air kelapa wulung kuning telur dapat dipertahankan selama 48 jam pada suhu penyimpanan 5°C dengan motilitas 52,41%, viabilitas 50,15% dan abnormalitas 7,33%. Agar mendapatkan hasil yang optimal dalam menunjang keberhasilan inseminasi buatan, semen ayam ekor Panjang dengan pengencer kuning telur dan air kelapa wulung sebaiknya tidak disimpan lebih dari 60 jam.

##plugins.generic.usageStats.downloads##

##plugins.generic.usageStats.noStats##

Referensi

Atmaja WK, Budiasa MK, Bebas W. 2014. Penambahan Fruktosa Mempertahankan Motilitas dan Daya Hidup Spermatozoa Kalkun yang Disimpan pada Suhu 4°C. Indon. Med. Vet. 3(4): 318-327
Bebas W, Laksmi DNDI. 2013. Konsentrasi Spermatozoa dan Motilitas Spermatozoa Ayam Hutan Hijau (Gallus Varius). Bul. Vet Udayana. 5(1): 57-62.
Danang DR, Insani N, Trisunuwati P. 2012. Pengaruh Lama Simpan Semen Terhadap Kualitas Spermatozoa Ayam Kampung dalam Pengencer Ringer’s pada Suhu 4ºC. J. Ternak Trop. 13(1): 47-57.
Gazali M, Tambing SN. 2002. Kriopreservasi Sel Spermatozoa. Hayati. 9(1): 27-32.
Haq NI, Bebas W, Laksmi DNDI. 2020. Daya Hidup dan Motilitas Spermatozoa Ayam Cemani dalam Pengencer Kuning Telur Fosfat pada Penyimpanan 4°C. Indon. Med. Vet. 9(5): 672-682
Indrawati D, Bebas W, Trilaksana IGNB. 2013. Motilitas dan daya hidup spermatozoa ayam kampung dengan penambahan astaxanthin pada suhu 3– 50C. Indon. Med. Vet. 2(4): 445-452.
Johari S, Ondho YS, Wuwuh S, Henry YB, Ratnaningrum. 2009. Karakteristik dan Kualitas Semen Berbagai Galur Ayam Kedu. Fakultas Peternakan Universitas Diponegoro.
Saleh DM, Sugiyatno. 2006. Pengaruh waktu inseminasi buatan terhadap fertilitas ayam petelur. J. Prod. Ternak. 8: 83-87.
Sastrodihardjo S, Resnawati H. 1999. Inseminasi Buatan pada Ayam Buras. Penebar Swadaya. Jakarta.
Setiawan SC, Hagijanto AD. 2014. Perancangan Buku Esai Fotografi Pengenalan Ayam Onagadori Di Surabaya. J. DKV Adiwarna. 2(5):10.
Solihati N, Idi R, Setiawan R,Asmara IY, Sujana BI. 2006. Pengaruh Lama Penyimpanan Semen Cair Ayam Buras pada Suhu 5 oC terhadap Periode Fertil dan Fertilisasi Sperma. J. Ilmu Ternak. 6(1): 7-11
Toelihere MR. 1993. Inseminasi Buatan Pada Ternak. Angkasa, Bandung.
Diterbitkan
2023-04-19
##submission.howToCite##
ENJI, Dyah Risma Aprilia; BEBAS, Wayan; TRILAKSANA, I Gusti Ngurah Bagus. Pengaruh Lama Simpan Semen Ayam Ekor Panjang dengan Pengencer Kuning Telur dan Air Kelapa Wulung pada Suhu 5oC. Buletin Veteriner Udayana, [S.l.], p. 1203-1210, apr. 2023. ISSN 2477-2712. Tersedia pada: <http://ojs.unud.ac.id/index.php/buletinvet/article/view/99603>. Tanggal Akses: 20 feb. 2026 doi: https://doi.org/10.24843/bulvet.2023.v15.i06.p19.
Bagian
Articles

##plugins.generic.recommendByAuthor.heading##