Jumlah Bakteri Coliform dan Non-Coliform pada Retikulum Omasum dan Abomasum pada Sapi Bali Berdasarkan Perbedaan Letak Geografis

  • Ririn Dwi Ratma Wardani Mahasiswa Program Studi Kedokteran Hewan Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin, Jl. Perintis Kemerdekaan Kampus Tamalanrea Km. 10 Makassar, Indonesia 90245
  • I Gusti Ketut Suarjana Laboratorium Mikrobiologi Veteriner, Fakultas Kedokteran Hewan, Universitas Udayana, Jl. PB Sudirman, Denpasar, Bali Indonesia
  • Ketut Tono Pasek Gelgel Laboratorium Mikrobiologi Veteriner, Fakultas Kedokteran Hewan, Universitas Udayana, Jl. PB Sudirman, Denpasar, Bali Indonesia
##plugins.pubIds.doi.readerDisplayName## https://doi.org/10.24843/bulvet.2023.v15.i06.p05

Abstrak

Sapi bali adalah plasma nutfah berasal dari pulau bali yang paling popular di Indonesia sehingga sangat dilestarikan dan dijaga akan populasiya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kesehatan ternak, mengetahui kandungan pakan yang baik bagi peternak untuk mendukung perkembangan dan peningkatan populasi pada sapi bali yang ada di Indonesia. Penelitian ini dilakukan pengambilan sampel di rumah pemotongan hewan berupa isi perut sapi bali terdiri dari retikulum, omasum, dan abomasum. Sampe yang di ambil sebanyak 32 ekor sapi bali yang masing-masing 16 ekor dari dataran rendah dan dataran tinggi. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah penanaman bakteri pada media EMBA dengan metode sebar. Data jumlah koloni bakteri Coliform dan Non-coliform yang tumbuh pada media EMBA di tabulasikan dalam bentuk rata-rata (mean) ± Standar Deviasi (SD). Data yang diperoleh kemudian dianalisis dengan Independent sampel T-test untuk menentukan nilai signifikansinya.Rerata ± SD hasil analisis jumlah bakteri jumlah bakteri Coliform dataran rendah yaitu berturut-turut retikulum, omasum, dan abomasum yaitu 54,31±17,469x103 CFU/g, 52,63±19,071x103 CFU/g, dan 59,63±18,011x103 CFU/g. Sedangkan dari dataran tinggi yaitu: 64,88±14,908x103 CFU/g, 61,94±13,056x103 CFU/g, dan 62,00±12,920x103 CFU/g. Sedangkan  bakteri Non-coliform dari dataran rendah berturut-turut yaitu: 50,19±21,182x103 CFU/g;, 44,38±18,279x103 CFU/g, dan 38,63±18,998x103 CFU/g. Dataran tinggi yaitu: 47,63±10,620x103 CFU/g, 46,56±13,301x103 CFU/g, dan 45,00±12,517x103 CFU/g. Hasil penelitian lanjutan uji Independent Simple T-test bahwa jumlah bakteri coliform dan non-coliform dari masing-masing organ tidak berpengaruh nyata (Sig>0,05) pada dataran tinggi dan dataran rendah. Berdasarkan hasil peneltian ini dapat disimpulkan perbedaan letak geografis berpengaruh tidak nyata terhadap jumlah bakteri Coliform dan Non-coliform pada sapi bali yang dipelihara di dataran rendah maupuan dataran tinggi.

##plugins.generic.usageStats.downloads##

##plugins.generic.usageStats.noStats##

Referensi

Aschenbach JR, Penner GB, Stumpff F, Gäbel G. 2011. Ruminant Nutrition Symposium: Role of Fermentation Acid Ab-Sorption In The Regulation Of Ruminal Ph. J. Anim. Sci. 89: 1092– 1107.
Bambang AG, Fatimawali, Kojong NS. 2014. Analisis Cemaran Bakteri Coliform dan Identifikasi Escherichia coli pada Air Isi Ulang dari Depot di Kota Manado. J. Ilm. Farm. 3(3): 325-334.
Besung INK. 2013. Analisis Faktor Tipe Lahan Dengan Kadar Mineral Serum Sapi Bali. Bul. Vet. Udayana. 5(2): 96-107.
Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian, 2021, Statistik Peternakan dan Kesehatan Hewan 2021, Jakarta: Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian RI.
Hungate RE. 1996. The Rumen and Its Microbes. Academic Press. NewYork and London.
Jan R, Sudrana IP, Kasip LM. 2015. Pengamatan Sifat-sifat yang Mempunyai Nilai Ekonomi Tinggi pada Sapi Bali di Kota Mataram. J. Ilmu Teknol. Peternakan Indon. 1(1): 53-59.
Kusriatmi, Oktaviani R, Syaukat Y, Said, A. 2014. Peranan Teknologi Inseminasi Buatan (IB) Pada Produksi Sapi Potong Di Indonesia. J. Argo. Ekonomi. 32(1).
Lynch JM, Poole N. 1979. Water pollution and its prevention.p 226-245. In Microbial Ecology: A Conceptual Approach. Blackwell scientific Publication. Oxford.
Pramita IDADP, Besung INK, Sampurna IP. 2016. Jumlah Non Coliform dan Total Bakteri Pada Sapi Bali di Dataran Tinggi dan Dataran Rendah di Bali Pasca Pemberian Mineral. Bul. Vet. Udayana. 8(1): 52-58
Partama IBG. 2013. Nutrisi dan Pakan Ternak Ruminansia. Denpasar: Udayana University Press.
Sari NF. 2017. Mengenal Keragaman Mikrobia Rumen Pada Perut Sapi Secara Molekuler. Biol. Trends. 8. 1
Suranjaya IG, Ardika IN, Indrawati RR. 2010. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Produktivitas Sapi Bali di Wilayah Binaan Proyek Pembibitan dan Pengembangan Sapi Bali di Bali. Maj. Ilm. Pet. 13(3): 83-87.
Suhartanto, Kustantinan dan Padmowijoto. 2000. Degradasi In Sacco Bahan Organik dan Protein Kasar Empat Macam Bahan Pakan diukur Menggunakan Kantong Inra dan Rowet Research Institute. Bul. Pet. 24(2): 82-93.
Suwiti NK, Sentena P, Watiningsih N, Puja K. 2012. Peningkatan Produksi Sapi Bali Unggul Melalui Pengembangan Model Peternakan Terintegrasi. Laporan Penelitian Tahap I Penprinas MP3EI 2011-2025.
Wiliantara PP, Besung IN, Tono K, 2018. Bakteri Coliform dan Non-Coliform yang Diisolasi dari Saluran Pernapasan Sapi Bali. Bul. Vet. Udayana. 10(1): 40-44.
Xue D, Chen H, Luo X, He Y, Zhao X. 2018. Microbial Diversity In The Rumen, Reticulum, Omasum, And Abomasum Of Yak On A Rapid Fattening Regime In An Agro-Pastoral Transition Zone. J. Microbiol. 56(10): 733-743.
Diterbitkan
2023-03-28
##submission.howToCite##
WARDANI, Ririn Dwi Ratma; SUARJANA, I Gusti Ketut; GELGEL, Ketut Tono Pasek. Jumlah Bakteri Coliform dan Non-Coliform pada Retikulum Omasum dan Abomasum pada Sapi Bali Berdasarkan Perbedaan Letak Geografis. Buletin Veteriner Udayana, [S.l.], p. 1066-1073, mar. 2023. ISSN 2477-2712. Tersedia pada: <http://ojs.unud.ac.id/index.php/buletinvet/article/view/99201>. Tanggal Akses: 19 may 2026 doi: https://doi.org/10.24843/bulvet.2023.v15.i06.p05.
Bagian
Articles