Morfometri Daun Telinga Sapi Putih Taro di Desa Taro, Kecamatan Tegallalang, Kabupaten Gianyar, Bali

  • Silvia Dwi Lestari Mahasiswa Sarjana Pendidikan Dokter Hewan, Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Udayana, Jl. PB. Sudirman, Denpasar, Bali, Indonesia, 80234
  • Luh Gde Sri Surya Heryani Laboratorium Anatomi Veteriner, Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Udayana, Jl. PB. Sudirman, Denpasar, Bali, Indonesia, 80234
  • Ni Nyoman Werdi Susari Laboratorium Biostatistika, Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Udayana, Jl. PB. Sudirman, Denpasar, Bali, Indonesia, 80234
##plugins.pubIds.doi.readerDisplayName## https://doi.org/10.24843/bulvet.2023.v15.i04.p09

Abstrak

Berbeda dengan sapi bali yang sudah diketahui karakteristiknya baik ukuran tubuhnya maupun genetiknya, sementara sapi putih taro ini belum banyak orang yang mengetahui karakteristik fenotip maupun genotipnya. Telinga merupakan organ yang penting karena berfungsi untuk menjaga keseimbangan yang berkaitan dengan mata, persendian, otot, dan kulit. Sapi taro memiliki puncak kepala yang datar dengan telinga berwarna putih berukuran sedang dan berdiri. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui morfometri daun telinga sapi putih taro di Desa Taro, Kecamatan Tegallalang, Kabupaten Gianyar, Bali, Indonesia. Jumlah sampel adalah 26 ekor sapi taro (umur > 3 tahun). Pita ukur dengan satuan cm digunakan untuk pengukuran pada daun telinga. Data yang diperoleh yaitu Panjang dan lebar dianalisis secara kuantitatif. Untuk menguji perbedaan antara jantan dan betina digunakan uji T (Independent T-test) prosedur analisis menggunakan program SPSS. pengukuran daun telinga sapi putih taro jantan dan sapi putih taro betina diperoleh nilai rata-rata panjang dan lebar sapi jantan (22,833 cm dan 3,8883 cm) sedangkan pada betina (21,785 dan 3,5771 cm) dengan nilai P<0,01 (P = 0,00) diartikan bahwa ada perbedaan yang sangat nyata antaran rata-rata hasil panjang dan lebar daun telinga sapi putih taro jantan dan betina. Daun telinga yang lebih panjang dapat lebih mudah menyesuaikan diri dengan kondisi panas. Nilai standar deviasi lebih kecil dibandingkan nilai rata-rata yang menandakan dara tersebut dapat diterima atau homogen.

##plugins.generic.usageStats.downloads##

##plugins.generic.usageStats.noStats##

Referensi

Critdayanti S, Depison, Gushairiyanto, Erina S. 2020. Identifikasi Karakteristik Morfometrik Sapi Bali Dan Sapi Bali Brahman Cross Di Kecamatan Pamenang Barat Kabupaten Merangin. J. Peternakan Sriwijaya. 9(2): 11-2.
Erlita T. 2016. Karakteristik Sapi Bali. https://sumbarprov.go.id/home/news/9563-karakteristik-sapi-bali
Gebru T, Yigrem S, Banerjee S. 2017. Some Morphometrical Production and Reproduction Traits of Begait Cattle Reared in Tigray Religion of Ethiopia. Wayamba J. Anim. Sci. 9: 1571-1585.
Gelaye G, Baye M, Masho M, Begna R, Admasu Z. 2022. morphometric Traits and Structural Indices Of Indigenous Cattle Reared In Bench Sheko Zone, Southwestern Ethiopia. Heliyon. 8: 2405-8440.
Gokhale SB, Bhagat RL, Singh PK, Singh G. 2009. Morpho-metric Characteristicw and Utility Pattern Of Khillar Cattle In Breed Tract. Directorate of Knowledge Manag. Agric. 1: 412-202.
Heryalni LGGS, Susalri NNW, daln Gunalwaln IWNF. 2018. Valrialbel Komponen Utalmal Paldal Morfometrik Salpi Putih Talro Berdalsalrkaln Pengukuraln Baldaln. Bul. Vet. Udayana. 10(1): 93-99.
Hoesni F. 2015. Pengaruh Keberhasilan Inseminasi Buatan (IB) Antara Sapi Bali Dara Dengan Sapi Bali Yang Pernah Beranak Di Kecamatan Pemayung Kabupaten Batanghari. J. Batanghari Univ. Jambi. 15(4): 20-27.
Islam MS, Yimer N, Haron AW, Abdullah FFJ, Han MHW, Hamidi KM, Zawawi HBM. 2022. First study on phenotypic and morphological characteristics of Malaysian Kedah-Kelantan cattle (Bos indicus) and method of estimating their body weight. Vet. World. 15(3): 728–736
Melo, BAD, Nascimento, Isabele DM, Santos LTAD, Lima LGD, Araujo FCTD, Rios RRS, Couto ADG, Fraga AB. 2018. Body Morphometric Measurements In Murrah Crossbred Buffaloes (Bubalus Bubalis). J. Appl. Anim. Res. 46(1): 1307-1312.
Pundir RK, Singh PK, Sadana DK. 2015. Multivariate Analysis of Morphometric Traits of Three Different Indigenous Cattle Population From North East States of India. JITV. 20(2): 79-86.
Purwanti NNL,Sampurna IP, Susari NNW. 2018. Laju Pertumbuhan Dimensi Panjang Tubuh Kerbau Lumpur di Kabupaten Lombok Tengah. Bul. Vet. Udayana. 13(2): 187-195.
Rasyid A, Adinata Y, Affandy L. 2017. Karakteristik Morfometrik dan Pengembangan Sapi Aceh di Propinsi Nanggroe Aceh Darussalam. Maduranch. 2(1): 1-12.
Saptayanti NNJ, Suatha IK, Sampurna IP. 2015. Hubungan Antara Dimensi Panjang Induk Dengan Pedet Pada Sapi Bali. Bul. Vet. Udayana. 7(2): 129-136.
Soraya SI. 2012. Perancangan Perangkat Lunak Audiometer Nada Murni dan Tutur Untuk Diagnosis Pendengaran. Disertasi. Surabaya: Universitas Airlangga.
Zafitra A, Gusyairiyanto H, Ediyanto, Depison. 2020. Karakrieristik Morfometrik dan bobot badan pada sapi bali dan simbal dikecamatan Bangko kabupaten Merangin. Maj. Peternakan. 23(2): 66-71.
Diterbitkan
2022-11-27
##submission.howToCite##
LESTARI, Silvia Dwi; HERYANI, Luh Gde Sri Surya; SUSARI, Ni Nyoman Werdi. Morfometri Daun Telinga Sapi Putih Taro di Desa Taro, Kecamatan Tegallalang, Kabupaten Gianyar, Bali. Buletin Veteriner Udayana, [S.l.], p. 563-569, nov. 2022. ISSN 2477-2712. Tersedia pada: <http://ojs.unud.ac.id/index.php/buletinvet/article/view/93534>. Tanggal Akses: 20 feb. 2026 doi: https://doi.org/10.24843/bulvet.2023.v15.i04.p09.
Bagian
Articles