Pemberian Bee Pollen Meningkatkan Jumlah Spermatosit Primer dan Memperbaiki Kualitas Tubulus Seminiferus pada Tikus Jantan yang Terpapar Asap Rokok
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh bee pollen terhadap peningkatan jumlah spermatosit primer dan kualitas tubulus seminiferous pada tikus putih yang terpapar asap rokok. Penelitian ini adalah penelitian yang menggunakan rancangan penelitian Rancangan Acak Lengkap. Sampel dalam penelitian ini adalah tikus putih jantan dengan umur 3-4 bulan dengan kisaran berat badan 200 gram, sebanyak 18 ekor tikus dibagi tiga kelompok yaitu 6 ekor tikus kelompok kontrol, 6 ekor tikus kelompok P1, dan 6 ekor tikus kelompok P2. P0 = kelompok tanpa pemberian bee pollen terpapar asap rokok, P1 = kelompok dengan pemberian satu dosis bee pollen terpapar asap rokok, dan P2 = kelompok dengan pemberian dua dosis bee pollen terpapar asap rokok. Seluruh tikus diberikan masa adaptasi selama satu minggu, lalu diberi perlakuan selama 42 hari. Pada hari ke 43, tikus akan dinekropsi dan akan dilihat histologi dari tubulus seminiferous. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan secara bermakna pada jumlah spermatosit primer dan kualitas tubulus seminiferous pada pemberian bee pollen. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pemberian bee pollen dapat meningkatkan jumlah spermatosit primer dan memperbaiki kualitas tubulus seminiferous pada tikus yang terpapar asap rokok. Dari hasil penelitian ini perlu dilakukan penelitian lebih lanjut pengukuran kadar radikal bebas dalam jaringan testis tikus putih yang terpapar asap rokok pada sistem reproduksinya.
##plugins.generic.usageStats.downloads##
Referensi
Fiergiyanti N, Erwin, Syafrizal. 2015. Analisis fitokimia dan toksisitas (brine shrimp lethality test) ekstrak serbuk sari dari trigonaincisia. J. Kimia Mulawarman. 13(1): 32-34.
Fuchs J, Thiele JJ, Ochsendorf FR. 1997. Oxidative stress in male infertility. Verlag. St. Augstin.
Ganesha IGH, Linawati NM, Satriyasa BK. 2020. Pemberian ekstrak etanol kubis ungu (Brassica oleraceae L.) menurunkan kadar malondiadehid dan jumlah makrofrag jaringan paru tikus yang terpapar asap rokok. Dissertations/Thesis. Udayana: Udayana University.
Laksmi DNDI. 2010. Glutathion meningkatkan kualitas tubulus seminiferus pada mencit yang menerima pelatihan fisik berlebih. Bul. Vet. Udayana. 2(1): 11-19.
Matilde M, Fulvio U. 2002. Oxidative stress, spermatogenesis and fertility. J Biol. Chem. 8(10): 205-215.
Rahmawati I. 2015. Perbedaan jumlah sel-sel spermatosit primer dan spermatid setelah pemberian nikotin antara 2 minggu dan 3 minggu pada mencit (Mus musculus). J. Health Sci. 5(2): 128-134.
Reval A, Li H, Dhatuwala CB. 2000. Morphometric analysis of rat testis following chronic exposure to cigarette smoke. J. Environ. Pathol. Toxicol. Oncol. 19(4): 363-368.
Sanocka D, Kurpisz M. 2004. Reactive oxygen species and sperm cells. J. Reprod. Biol. Endocrinol. 2(12): 2-7.
Sofia D. 2005. Antioksidan dan radikal bebas. In: Majalah Acid FMIPA Universitas Lampung. Edisi III/Tahun V. Pp. 34-38.
Sunarno A. 2007. Pollen, royal jelly, propolis, lilin lebah, sarang lebah, roti lebah dan lawva lebah jantan. In: Terapi Madu. Penebar Swadaya. Jakarta. Pp. 20-140.
Susetyarini E. 2010. Uji aktivitas tanin daun beluntas (Pluchea indica) terhadap potensi fertilisasi spermatozoa tikus putih jantan. J. Gamma. 8(2): 14-20.
Susetyarini E. 2015. Jumlah sel spermiogenesis tikus putih yang diberi daun beluntas (Pluchea indica) sebagai sumber belajar. J. Biol. 20(5): 462-266.
Widotama G. 2008. Pengaruh isolat herba vernonia cinerea terhadap spermatogenesis tikus putih. J. Kimia. 2 (2): 117-124.


