Profil Leukosit Anjing Pelacak di Kepolisian Negara Republik Indonesia Resor Kota Malang
Abstrak
Anjing pelacak merupakan salah satu hewan yang membantu tugas Kepolisian Negara Republik Indonesia dalam menjaga dan mengamankan ketertiban negara Indonesia. Adapun tugas yang diberikan untuk anjing pelacak yaitu untuk menemukan bahan peledak, operasi pelacakan narkoba, operasi pengamanan dan mencari korban bencana alam seperti longsor hingga gempa bumi. Dikarenakan faktor lingkungan pekerjaan yang cukup ekstrim dan berat tentu saja berpengaruh terhadap tingkat stress dari anjing pelacak itu sendiri, karena kondisi lingkungan sangat mempengaruhi gambaran nilai darah. Oleh karena itu diperlukan hasil pemeriksaan kesehatan rutin seperti salah satu contohnya yaitu hasil profil leukosit. Dalam penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil leukosit anjing pelacak. Penelitian ini menggunakan metode penelitian observasional deskriptif. Objek yang digunakan dalam penelitian ini adalah seluruh populasi anjing pelacak Polresta Kota Malang. Darah diambil kemudian diperiksa menggunakan mesin hematology analyzer dan apusan darah diperiksa di bawah mikroskop menggunakan teknik pewarnaan Diff quik. Data yang didapat kemudian dibandingkan dengan standar hematologi kemudian dianalisis. Hasil menunjukkan bahwa satu dari sepuluh sampel mengalami leukositosis dan untuk hasil diferensial leukosit mempunyai hasil yang cukup beragam. Dari sepuluh sampel yang digunakan satu sampel mengalami limfositosis, empat sampel mengalami limfositopenia, dua sampel mengalami monositosis, satu sampel mengalami neutrofilia, enam sampel mengalami eosinofilia dan untuk basofil kesepuluh sampel berada pada rentang nilai normal. Perlu dilakukan pengujian sampel lanjutan untuk mendiagnosa penyebab abnormalitas nilai total leukosit dan diferensial leukosit pada anjing pelacak di Kepolisian Negara Republik Indonesia Resor Kota Malang.
##plugins.generic.usageStats.downloads##
Referensi
Hermawan IP, Darantika G, Lonai NB. 2022. Studi kasus: canine parvo virus pada anjing boston di Lingkar Satwa Animal Care. J. Vitek Bidang Ked. Hewan. 12(1).
Irianti E. 2008. Pengaruh aktifitas fisik sedang terhadap hitung leukosit dan hitung jenis sel leukosit pada orang tidak terlatih. Tesis. Universitas Sumatera Utara.
Mahindra AT, Batan IW, Nindhia TS. 2020. Gambaran hematologi anjing peliharaan di Kota Denpasar. Indon. Med. Vet. 9(3): 314-324.
Martini FH, Ober WC, Garrison C, Weleh K. 2009. Fundamentals of anatomy and physiology. 8th Ed. San Francisco. Pearson Education.
Purnomo D, Sugiharto S, Isroli I. 2015. Total leukosit dan diferensial leukosit darah ayam broiler akibat penggunaan tepung onggok fermentasi Rhizopus oryzae pada ransum. J. Ilmu-Ilmu Peternakan. 25(3): 59-68.
Rebar AH. 1998. Hemogram interpretation for dog and cats. Ralston Purina Company. Wilmington.
Rizzi TE, Menkoth JH, Clinkenbeard KD. 2010. Normal hematology of the dog. in: schalm's veterinary hematology. 6th Ed. Iowa. Wiley Blackwell.
Rusmana O. 2021. Pemanfaatan anjing pelacak dalam proses penyidikan tindak pidana narkotika. Diss. UMSU.
Swenson MJ. 1984. Dukes physiology of domestic animals. 10th Ed. Itacha and London: Cornell University Press.


