Prevalensi Infeksi Koksidia pada Anjing Kintamani Bali

  • Luh Gede Winda Maheswari Mahasiswa Sarjana Pendidikan Dokter Hewan, Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Udayana, Jl. PB. Sudirman, Denpasar, Bali, Indonesia 80234;
  • I Made Dwinata Laboratorium Parasitologi Veteriner, Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Udayana, Jl. PB. Sudirman, Denpasar, Bali, Indonesia 80234
  • Ida Bagus Made Oka Laboratorium Parasitologi Veteriner, Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Udayana, Jl. PB. Sudirman, Denpasar, Bali, Indonesia 80234
##plugins.pubIds.doi.readerDisplayName## https://doi.org/10.24843/bulvet.2023.v15.i02.p18

Abstrak

Koksidiosis merupakan penyakit infeksi saluran pencernaan pada anjing yang dapat menimbulkan gangguan pencernaan. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui prevalensi infeksi koksidia dan hubungannya dengan faktor resiko (umur, jenis kelamin, sistem pemeliharaan) pada Anjing Kintamani Bali. Pengambilan sampel dilakukan di beberapa daerah di Bali yakni Kota Denpasar, Kabupaten Gianyar dan Desa Sukawana, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli secara purposive sampling. Jumlah sampel penelitian sebanyak 150 sampel feses dan diperiksa menggunakan metode apung. Data yang diperoleh dianalisis dengan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukan, dari 150 sampel feses Anjing Kintamani Bali yang diperiksa, 5 sampel positif terinfeksi Koksidia dengan prevalensi sebesar 3,33% teridentifikasi 2 sampel terinfeksi Eimeria spp.   1,33% (2/150) dan 3 sampel terinfeksi Isospora spp.  2% (3/150). Analisis dengan uji Chi-square didapatkan tidak adanya hubungan yang signifikan antara umur, jenis kelamin dan sistem pemeliharaan terhadap prevalensi infeksi koksidia pada Anjing Kintamani Bali. Pemilik Anjing Kintamani Bali sebaiknya lebih memperhatikan pemeliharaan, baik dari pemberian makanan, kebersihan kandang dan juga pemberian obat protozoa untuk menekan prevalensi infeksi Koksidia.

##plugins.generic.usageStats.downloads##

##plugins.generic.usageStats.noStats##

Referensi

Adelina H. 2008. Cryptosporidiosis. USU e-Repository. Yogyakarta.
Brotowidjojo MD. (1987). Parasit dan parasitisme. Edisi Pertama. PT. Melton Putra Jakarta.
Budiana NS. 2006. Dunia anjing jakarta: penebar swadaya.
Ecmel C. 2012. Isospora species (Isospora sp.) In Turkey. Department of Parasitology, Fırat University. Turkey
Green E, Craig. 2012. Infectious disease of the dog and cat. Departements of Small Animal Medicine and Surgery and Infectious Disease. University of Georgia : Georgia
Glantiga IGJR, Oka IBM, Puja IK. 2016. Prevalensi infeksi protozoa saluran pencernaan pada anjing kintamani bali di Desa Sukawana, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, Bali. Indon. Med. Vet. 5(5): 446-453.
Katanis. 2008. Prevalence of dog intestinal parasites and risk perception of zoonotic infection by dog owners in Sao Paulo State. J. Compilation Blackwell Verlag.
Keeton STN, Navarre CB. 2018. Coccidiosis in large and small ruminants. Vet. Clin. North Am. Food Anim. Prac. 34(1) 201–208.
Lassen B, Lepik T, Järvis T. 2014. Seasonal of eimeria oocysts from soil on naturally contaminated pastures. Parasitol. Res.113(3): 993–999.
Levine ND. 1995. Prozotologi veteriner. Cetakan pertama. Gajah Mada University Press. Yogjakarta.
Lukiswanto BS, Yuniarti WM. 2013. Pemeriksaan fisik pada anjing dan kucing. Airlangga University Press: Surabaya.
Maallah MO. 2012. A prevalence study of isospora spp. And Hammonfua hey for nu in Dogs in Al-Muthana province. College of Science, Al-Muthana University.
Mehlhorn H. 2007. Encyclopedia of parasitology. 3rd Edition. Springer. Bochum.
Mirzaei M. 2010. Prevalence of stray dogs with intestinal protozoan parasites. Shahid Bahonar University of Kerman, Kerman, Iran. Am. J. Anim. Vet. Sci. 5(2): 86-90.
Oliveira STCG, Amarante AF, Ferrari TB, Nunes LC. 2002. Prevalence of intestinal parasites in dogs from Sao Paulo State, Brazil. Vet. Parasitol. 103: 19-27.
Pedersen S. 2013. Coccidiosis in cattle and sheep control and management methods. Sptlight Parsitol. Diss. 1:18-19.
Sampurna IP, Nindhia TS. 2008. Analisis data dengan SPSS, dalam rancangan percobaan. Udayana University Press. Denpasar.
Skirnisson K, Donald DW. 2020 Presence of eimerid oocysts in faeces of a quarantined dog in iceland is explained by coprophagic behaviour prior to its importation. Case report. Skírnisson and Duszynski BMC Vet. Res. 16: 195.
Somchai J. 2007. Morphologic and molecular characterization of isospora oocysts from dog in Thailand. American Society of Medicine. Thailand.
Stanley LM. 2004. Giardia in dogs and cats: more common than you thin. DACVN University of California School of Veterinary Medicine Davis, California.
Tibebu A, Tamiru Y, Abdeta D. 2018. Prevalence of major gastrointestinal nematode and degree of parasite infestation in sheep of bako agricultural research center community based breeding program project small holder farms at horro district. J. Dairy Vet. Sci. 8(3): 1-12.
Zajac AM, Conboy GA. 2012. Veterinary clinical parasitology. 8th ed. Oxford (UK): Wiley-Blackwell Publishing.
Diterbitkan
2023-03-06
##submission.howToCite##
MAHESWARI, Luh Gede Winda; DWINATA, I Made; OKA, Ida Bagus Made. Prevalensi Infeksi Koksidia pada Anjing Kintamani Bali. Buletin Veteriner Udayana, [S.l.], p. 312-319, mar. 2023. ISSN 2477-2712. Tersedia pada: <http://ojs.unud.ac.id/index.php/buletinvet/article/view/87542>. Tanggal Akses: 19 may 2026 doi: https://doi.org/10.24843/bulvet.2023.v15.i02.p18.
Bagian
Articles

##plugins.generic.recommendByAuthor.heading##